Izin BPOM Kosmetik: Mengapa Wajib Dipersiapkan Sebelum Produk Dipasarkan?

izin BPOM kosmetik

Membangun brand kosmetik tidak cukup hanya dengan formula yang menarik, kemasan premium, nama brand yang mudah diingat, dan strategi pemasaran yang kuat. Sebelum memasukkan produk ke pasar Indonesia, brand owner juga perlu mempersiapkan aspek legalitas, termasuk notifikasi kosmetika BPOM untuk produk tersebut.

Secara umum, banyak calon brand owner mencari informasi ini dengan istilah izin BPOM kosmetik. Dalam regulasi kosmetika, BPOM menggunakan istilah notifikasi kosmetika. Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2022 mengatur tata cara pengajuan notifikasi kosmetika dan hingga saat ini masih berstatus berlaku. JDIH Biro Hukum dan Organisasi

Mengapa hal ini penting? Brand yang memasarkan produk terlebih dahulu dan baru memikirkan BPOM kemudian dapat menghadapi risiko kepatuhan, penarikan produk, kerugian stok, hingga masalah kepercayaan konsumen. Dalam intensifikasi pengawasan kosmetik pada Mei 2026, BPOM menemukan lebih dari 2,1 juta pieces kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan dengan nilai keekonomian sekitar Rp35,8 miliar. POM

Bagi pemilik brand, pendekatan yang lebih terstruktur mengikuti alur:

Product Concept → Formula → Sample → Regulatory Preparation → BPOM Notification → Production → Quality Control → Market

Karena itu, brand owner sebaiknya tidak menempatkan legalitas sebagai pekerjaan terakhir setelah produk siap masuk ke pasar. Sebaliknya, masukkan legalitas ke dalam perencanaan pengembangan produk sejak awal.

Apa Itu Izin BPOM Kosmetik?

Masyarakat dan brand owner umum menggunakan istilah “izin BPOM kosmetik” ketika membicarakan legalitas kosmetik. Namun, BPOM menggunakan istilah notifikasi kosmetika dalam regulasinya. PerBPOM Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika mengatur mekanisme tersebut dan hingga saat ini masih berstatus berlaku. JDIH Biro Hukum dan Organisasi

Karena itu, ketika brand owner ingin membuat serum, moisturizer, facial wash, sunscreen, body care, atau kategori kosmetik lainnya, mereka perlu memasukkan aspek notifikasi ke dalam perencanaan sebelum memasarkan produk. Persiapan tersebut juga berkaitan dengan formula, bahan, pihak produsen, informasi produk, kemasan, penandaan, serta dokumen terkait.

Untuk brand owner, alurnya lebih tepat seperti berikut:

Konsep Produk → R&D → Formula → Sampel → Packaging → Legalitas → Notifikasi BPOM → Produksi → QC → Produk Masuk Pasar

Artikel Jasa Maklon Kosmetik BPOM untuk Brand Legal dari EFBA Kosmetindo juga menggunakan pendekatan tersebut. EFBA Kosmetindo menempatkan regulatory preparation dan BPOM sebelum tahap produksi, quality control, dan launching.

Apakah Kosmetik Harus Memiliki BPOM Sebelum Masuk Pasar?

Brand owner perlu memastikan kosmetik memenuhi ketentuan yang berlaku sebelum memasarkannya. PerBPOM Nomor 21 Tahun 2022 menjadi dasar regulasi untuk tata cara pengajuan notifikasi kosmetika. JDIH BPOM masih mencantumkan regulasi tersebut dengan status berlaku. JDIH Biro Hukum dan Organisasi

Hal ini penting karena aktivitas penjualan tidak hanya mencakup produk pada rak toko. Brand juga menggunakan marketplace, website, media sosial, live shopping, reseller, distributor, dan berbagai kanal digital untuk memasarkan produknya. Karena itu, brand owner perlu memperhatikan ketentuan pada seluruh aktivitas pemasaran dan peredaran produk.

BPOM terus mengawasi sarana distribusi maupun media online. Dalam intensifikasi pengawasan 11–22 Mei 2026, BPOM memeriksa 190 sarana dan menemukan 128 sarana yang tidak memenuhi ketentuan. Dalam pengawasan online, BPOM juga menemukan 9.042 tautan yang melanggar ketentuan peredaran kosmetik. POM

Artinya, hindari alur:

Produksi → Jual → Viral → Baru Urus BPOM

Gunakan alur:

Develop → Verify → Legalize → Produce → QC → Market

Mengapa Izin BPOM Kosmetik Penting Sebelum Produk Masuk Pasar?

Legalitas bukan sekadar nomor pada kemasan. Bagi brand owner, persiapan BPOM menjadi salah satu bagian penting dalam membangun produk melalui proses yang lebih terstruktur dan sesuai ketentuan.

Beberapa alasan utama membuat brand owner perlu mempersiapkan aspek ini sebelum memasukkan produk ke pasar.

1. Memenuhi Ketentuan Peredaran Kosmetik

Alasan pertama berkaitan dengan kepatuhan. Indonesia memiliki sistem notifikasi kosmetika yang mengatur tata cara pengajuan sebelum brand mengedarkan kosmetik. Karena itu, brand owner perlu memahami tahapan legalitas sejak proses pengembangan produk. JDIH Biro Hukum dan Organisasi

Hal ini sangat penting bagi bisnis baru yang terkadang terlalu fokus pada logo, kemasan, endorsement, konten media sosial, dan penjualan. Semua elemen tersebut memang penting untuk bisnis, tetapi tidak menggantikan kewajiban brand owner dalam memenuhi ketentuan produk.

Karena itu:

Branding + Marketing + Product Quality + Legal Compliance = Brand Preparation

Brand owner perlu mengembangkan keempat aspek tersebut secara bersamaan. Dengan begitu, produk tidak hanya menarik secara komersial, tetapi juga melalui proses persiapan yang sesuai.

2. Mengurangi Risiko Penarikan Produk dari Peredaran

Produk yang tidak memenuhi ketentuan dapat menghadapi tindakan pengawasan. Pada intensifikasi 2026, BPOM menyatakan bahwa tindak lanjut terhadap pelanggaran mencakup sanksi administratif berupa perintah penarikan, pemusnahan, penghentian sementara kegiatan, pencabutan izin edar, hingga rekomendasi penutupan akses importasi. POM

Bagi brand owner, masalah legalitas dapat memengaruhi operasional bisnis secara luas. Brand mungkin telah mengeluarkan biaya untuk stok, packaging, promosi, distribusi, kerja sama reseller, dan launching. Masalah legalitas dapat mengganggu berbagai aktivitas tersebut apabila brand tidak merencanakannya sejak awal.

Itulah sebabnya brand owner sebaiknya menyelesaikan regulatory preparation sebelum meningkatkan skala produksi dan pemasaran.

Gunakan:

Legal Preparation → BPOM → Production → Distribution

Alur tersebut lebih terukur dibanding:

Mass Production → Marketing → Regulatory Problem → Product Withdrawal

3. Membantu Konsumen Memverifikasi Produk

BPOM menyediakan database publik agar konsumen dapat memeriksa kosmetik. Per 2 Oktober 2026, halaman Cek Produk BPOM menampilkan sekitar 372 ribu kosmetik dengan registrasi yang masih berlaku. Pengguna dapat mencari produk berdasarkan nama produk, merek, NIE atau nomor registrasi, maupun nama pendaftar. Cek BPOM

Halaman khusus kosmetika juga menyediakan filter nomor registrasi, nama produk, merek, kemasan, bentuk sediaan, komposisi, tanggal terbit, tanggal expired, nama pendaftar, dan status. Cek BPOM

Artinya, konsumen dapat melakukan verifikasi sendiri:

Nama Produk → Nomor Notifikasi → Database BPOM → Cocokkan Informasi → Periksa Status

Bagi brand yang ingin membangun bisnis jangka panjang, transparansi semacam ini dapat memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk.

4. Membantu Brand Menyiapkan Launching dengan Lebih Terstruktur

Launching kosmetik melibatkan banyak komponen sekaligus, mulai dari produksi, packaging, foto produk, marketplace, distribusi, reseller, campaign, influencer, hingga inventory. Jika brand baru memikirkan legalitas pada tahap akhir, tim dapat menghadapi perubahan timeline dan hambatan dalam pengembangan produk.

Sebaliknya, brand owner dapat membuat timeline:

Concept → R&D → Sample Approval → Packaging → Regulatory → BPOM → Production → QC → Launch

Dengan alur tersebut, tim pemasaran dapat menyesuaikan keputusan dengan kesiapan produk. Brand juga tidak perlu terburu-buru mengumumkan tanggal launching sebelum tim menyelesaikan tahapan produk yang relevan.

Pendekatan ini membantu brand mengurangi risiko mengeluarkan biaya pemasaran besar ketika proses pengembangan produk belum selesai.

5. Melindungi Investasi Pengembangan Brand

Membangun produk kosmetik membutuhkan modal. Brand owner dapat mengeluarkan biaya untuk formula, sampel, desain, packaging, merek, produksi, fotografi, website, marketplace, influencer, iklan, dan distribusi.

Karena itu, brand owner perlu melihat legalitas sebagai bagian dari product development, bukan sebagai biaya tambahan yang dapat mereka abaikan. Ketika brand memasuki tahap produksi dan pemasaran tanpa perencanaan regulatory yang tepat, semakin banyak elemen bisnis yang dapat menghadapi risiko apabila muncul masalah kepatuhan.

Gunakan pola bisnis yang lebih terstruktur:

Validate Product → Prepare Legal Requirements → Produce → Build Inventory → Market

izin BPOM kosmetik
izin BPOM kosmetik

Dengan demikian, brand owner dapat mengembangkan investasi secara bertahap mengikuti kesiapan produk.

6. Mendukung Distribusi dan Pengembangan Bisnis

Brand yang ingin berkembang tidak hanya memikirkan penjualan pertama. Seiring pertumbuhan bisnis, pemilik brand mungkin ingin memperluas jaringan reseller, distributor, marketplace, toko kosmetik, retail, atau kanal pemasaran lainnya.

Legalitas produk menjadi bagian penting dalam membangun fondasi bisnis tersebut. Semakin besar jaringan distribusi, semakin penting bagi brand untuk menjaga konsistensi dokumen, produk, kemasan, informasi, dan kepatuhan.

Karena itu, brand owner sebaiknya mempersiapkan legalitas sejak mengembangkan produk pertama:

Legal Product → Distribution Readiness → Market Expansion → Brand Growth

Namun, BPOM bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan bisnis. Brand owner juga perlu mengelola formula, mutu, positioning, pricing, pemasaran, distribusi, dan pengalaman konsumen secara bersamaan.

7. Membantu Brand Membangun Kredibilitas Jangka Panjang

Konsumen semakin mudah mencari informasi mengenai kosmetik. Mereka dapat mengecek produk melalui database BPOM, membaca komposisi, membandingkan brand, melihat ulasan, dan mencari informasi perusahaan hanya melalui smartphone.

Karena itu, brand perlu membangun kredibilitas melalui proses yang konsumen dapat verifikasi. Klaim “aman”, “premium”, atau “berkualitas” dalam materi pemasaran tidak menggantikan legalitas maupun quality control.

Fondasi yang lebih kuat adalah:

Formula → Manufacturing → Legal Compliance → QC → Transparent Information → Consumer Experience

Brand kemudian membangun kredibilitas melalui konsistensi antara janji perusahaan dan produk yang konsumen terima.

Apa Dampaknya Jika Kosmetik Belum Memiliki Izin BPOM?

Brand owner sebaiknya tidak memasarkan kosmetik sebelum produk memenuhi persyaratan legal untuk beredar. Risikonya bukan hanya masalah “belum punya nomor BPOM”. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi stok, distribusi, aktivitas pemasaran, serta keberlanjutan bisnis.

Data pengawasan terbaru memperlihatkan bahwa BPOM masih aktif menemukan kosmetik ilegal. Dalam pengawasan serentak pada Mei 2026, BPOM menemukan 2.205 item atau lebih dari 2,1 juta pieces kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan dengan nilai keekonomian sekitar Rp35,8 miliar. Dari hasil pemeriksaan tersebut, kosmetik ilegal mencapai 86,83%. POM

Dalam pengawasan online, BPOM juga menemukan 9.042 tautan yang melanggar ketentuan dengan estimasi nilai keekonomian Rp260,7 miliar. Kosmetik ilegal mendominasi pelanggaran pada tautan tersebut sebesar 95,24%. Angka tersebut hanya menggambarkan hasil intensifikasi pengawasan terhadap target pemeriksaan dan tidak berarti bahwa 95,24% dari seluruh kosmetik online di Indonesia ilegal.

Bagi brand owner, beberapa konsekuensi yang perlu mereka pertimbangkan antara lain:

  • BPOM dapat mengambil tindakan pengawasan terhadap produk;
  • BPOM dapat memerintahkan penarikan atau pemusnahan produk sesuai hasil pengawasan;
  • BPOM dapat menghentikan sementara kegiatan sesuai jenis pelanggaran dan sanksi yang relevan;
  • stok dan packaging yang sudah tersedia dapat menimbulkan kerugian;
  • masalah kepatuhan dapat mengganggu jadwal launching dan distribusi;
  • biaya pemasaran yang sudah keluar dapat kehilangan efektivitas;
  • masalah produk dapat memengaruhi reputasi dan kepercayaan konsumen.

Karena itu, brand owner sebaiknya tidak bertanya, “Bisakah kami menjual produk terlebih dahulu sambil menunggu BPOM?” Pertanyaan yang lebih tepat adalah, “Apa yang perlu kami persiapkan agar produk dapat memasuki pasar melalui proses yang sesuai?”

Apakah BPOM Menjamin Kosmetik Pasti Aman?

Notifikasi BPOM merupakan bagian penting dari sistem regulasi kosmetika. Namun, brand owner tidak boleh menjadikan satu nomor sebagai pengganti seluruh proses mutu. Pengembangan kosmetik tetap mencakup bahan, formula, fasilitas produksi, proses manufaktur, quality control, penandaan, penyimpanan, serta pengawasan setelah produk masuk ke pasar.

Pengawasan BPOM menunjukkan pentingnya aspek tersebut. Pada triwulan II 2026, BPOM menemukan 14 kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan/atau bahan terlarang. Dari hasil pengujian tersebut, 11 produk berasal dari kontrak produksi lokal, satu merupakan produk impor, dan dua lainnya merupakan produk ilegal.

Temuan tersebut memberikan pengingat penting bagi brand owner:

BPOM Notification ≠ Alasan Mengabaikan Quality Control

Proses yang lebih lengkap adalah:

Formula Compliance → Manufacturing → BPOM → QC → Distribution → Post-Market Monitoring

Karena itu, brand owner tetap perlu memperhatikan partner produksi, transparansi formula, standar manufaktur, dan quality control ketika membangun brand kosmetik.

Kapan Brand Owner Sebaiknya Mempersiapkan BPOM dalam Proses Maklon?

Brand owner sebaiknya memasukkan persiapan legalitas sejak tahap awal pengembangan, meskipun pengajuan notifikasi memiliki tahapan dan dokumen tersendiri. Sebelum menentukan jadwal produksi dan launching, brand owner perlu membicarakan kategori produk, formula, sampel, packaging, klaim, serta kebutuhan regulatory dengan partner maklon.

EFBA Kosmetindo mempublikasikan proses pengembangan yang menghubungkan konsultasi, R&D, sampel, packaging, HKI/BPOM, produksi, dan distribusi. Melalui situs resminya, EFBA Kosmetindo juga menjelaskan tahapan legalitas agar brand memahami persiapan yang perlu mereka selesaikan sebelum memasukkan produk ke pasar. Pasted markdown

Secara sederhana:

Ide Produk → Konsultasi & Product Concept → R&D Formula → Sample & Revision → Sample Approval → Packaging Preparation → Regulatory & BPOM Preparation → Production → Quality Control → Product Launch

Dengan alur tersebut, brand owner dapat memahami hubungan antara pengembangan produk, legalitas, produksi, dan kesiapan pasar secara lebih jelas.

Data Resmi BPOM: Kosmetik Ilegal Masih Menjadi Perhatian

Data 2026 memperlihatkan mengapa brand owner tidak sebaiknya menganggap legalitas sebagai formalitas. BPOM melakukan intensifikasi pengawasan kosmetik secara nasional pada 11–22 Mei 2026 dan memeriksa 190 sarana. Dari pemeriksaan tersebut, BPOM menemukan 128 sarana yang tidak memenuhi ketentuan serta 2.205 item yang terdiri atas lebih dari 2,1 juta pieces kosmetik.

Kosmetik ilegal mencapai 86,83% dari temuan pada sarana tersebut. Selanjutnya, kosmetik impor tanpa surat keterangan impor mencapai 12,58%, kosmetik yang mengandung bahan berbahaya atau terlarang mencapai 0,32%, sedangkan produk dengan penggunaan yang tidak sesuai definisi kosmetik mencapai 0,27%.

Setelah menemukan pelanggaran, BPOM menerapkan tindak lanjut administratif sesuai jenis pelanggaran. Tindakan tersebut mencakup penarikan, pemusnahan, penghentian sementara kegiatan, dan pencabutan izin edar. Pasted markdown

Di sisi lain, database Cek Produk BPOM pada awal Oktober 2026 mencatat sekitar 372 ribu kosmetik dengan registrasi yang masih berlaku. Masyarakat dapat menggunakan database regulator tersebut untuk melakukan verifikasi produk.

Data ini tidak berarti bahwa konsumen dapat langsung mengambil kesimpulan terhadap setiap produk yang tidak muncul dalam hasil pencarian tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, pesannya jelas bagi brand owner: masukkan persiapan legalitas dan kepatuhan ke dalam strategi produk sebelum memasuki pasar.

Bagaimana Konsumen Mengecek Izin BPOM Kosmetik?

Konsumen dapat menggunakan layanan resmi Cek Produk BPOM. Sistem menyediakan pencarian menggunakan nama produk, merek, NIE atau nomor registrasi, dan nama pendaftar.

Pada halaman kosmetika, pengguna juga dapat menggunakan filter nomor registrasi, nama produk, merek, kemasan, bentuk sediaan, komposisi, tanggal permohonan, tanggal terbit, tanggal expired, nama pendaftar, dan status.

Alurnya:

Produk → Temukan Nomor/Nama/Merek → Cek Database BPOM → Cocokkan Data → Periksa Status

Brand owner perlu memahami bahwa konsumen dapat melakukan pemeriksaan tersebut secara mandiri. Karena itu, brand sebaiknya menyampaikan informasi legalitas secara transparan dan memastikan kesesuaiannya dengan produk yang mereka pasarkan.

Expertise EFBA Kosmetindo dalam Persiapan Produk Kosmetik

EFBA Kosmetindo mempublikasikan layanan pengembangan dan maklon kosmetik yang mencakup proses dari ide hingga persiapan produk. Website resminya menjelaskan dukungan legalitas, termasuk HKI dan BPOM. EFBA Kosmetindo juga menempatkan legalitas sebagai salah satu tahapan penting sebelum brand memasukkan produk ke pasar.

EFBA Kosmetindo menyatakan pengalaman di industri maklon sejak 2020, lebih dari 150 brand client, serta produksi lebih dari 450 ribu produk. Angka tersebut berasal dari informasi yang EFBA Kosmetindo cantumkan pada situs resminya. Karena itu, artikel ini menempatkan angka tersebut sebagai data perusahaan dan bukan statistik independen dari BPOM. Pasted markdown

Untuk pengembangan skincare, halaman Maklon Skincare EFBA Kosmetindo menjelaskan pengalaman perusahaan dalam mendampingi brand mengembangkan dan memproduksi kosmetik. Sementara itu, melalui halaman Maklon Kosmetik EFBA Kosmetindo, perusahaan menjelaskan layanan produksi, formulasi, dan pengurusan izin sebagai bagian dari layanan maklon.

Untuk topik legalitas, brand owner juga dapat membaca artikel Jasa Maklon Kosmetik BPOM untuk Brand Legal. Dalam artikel tersebut, EFBA Kosmetindo menggunakan alur:

Concept → R&D → Sample → Regulatory Preparation → BPOM → Production → Quality Control → Launch

Berdasarkan informasi pada website resminya, expertise EFBA Kosmetindo mencakup:

Konsultasi → R&D → Formula → Sample → Packaging → Legalitas → BPOM → Production → QC → Distribution

EFBA Kosmetindo merupakan bagian dari ekosistem PT EFBA Digital Mulia yang mengembangkan layanan bisnis dalam lingkup EFBA Group.

izin BPOM kosmetik
izin BPOM kosmetik

Apa yang Perlu Disiapkan Brand Sebelum Mengurus BPOM?

Brand owner sebaiknya tidak langsung memulai dari pertanyaan tentang nomor BPOM. Pertama, tentukan konsep produk dan pastikan pengembangan formula, sampel, packaging, serta aspek regulatory berjalan dalam satu perencanaan.

Checklist awal yang dapat digunakan meliputi:

  1. Tentukan kategori dan konsep produk.
  2. Tentukan target konsumen dan positioning.
  3. Kembangkan formula bersama tim R&D.
  4. Evaluasi dan setujui sampel.
  5. Pastikan bahan dan formula memperhatikan ketentuan yang berlaku.
  6. Persiapkan nama brand dan kebutuhan HKI.
  7. Finalisasi model packaging.
  8. Persiapkan informasi dan penandaan produk.
  9. Siapkan kebutuhan regulatory dan notifikasi BPOM.
  10. Susun timeline produksi setelah tahapan terkait siap.
  11. Lakukan quality control.
  12. Persiapkan distribusi dan launching.

Tidak semua tahapan harus berjalan sepenuhnya secara linear karena beberapa pekerjaan dapat berlangsung paralel. Namun, brand owner tetap perlu memastikan keputusan produksi dan pemasaran mengikuti kesiapan produk serta legalitasnya.

FAQ tentang Izin BPOM Kosmetik

Apa itu izin BPOM kosmetik?

Istilah “izin BPOM kosmetik” umum digunakan untuk membicarakan legalitas kosmetik, sedangkan regulasi BPOM menggunakan istilah notifikasi kosmetika. Tata cara pengajuan notifikasi saat ini diatur melalui PerBPOM Nomor 21 Tahun 2022 dan peraturan tersebut masih berstatus berlaku. JDIH Biro Hukum dan Organisasi

Apakah kosmetik harus memiliki BPOM sebelum dijual?

Kosmetik perlu memenuhi ketentuan legal yang berlaku sebelum diedarkan. Karena itu, brand owner sebaiknya menempatkan notifikasi BPOM sebagai bagian dari proses sebelum pemasaran, bukan baru mengurusnya setelah produk telanjur beredar.

Apa risiko menjual kosmetik yang belum memiliki BPOM?

Produk yang tidak memenuhi ketentuan dapat menjadi objek tindakan pengawasan. Dalam intensifikasi 2026, BPOM menerapkan tindak lanjut administratif terhadap pelanggaran yang dapat berupa penarikan, pemusnahan, penghentian sementara kegiatan, hingga pencabutan izin edar sesuai kasusnya. POM

Apakah boleh produksi kosmetik sebelum BPOM terbit?

Brand owner perlu membedakan pengembangan atau persiapan produksi dengan peredaran produk kepada konsumen. Urutan teknis dapat bergantung pada proses maklon dan kebutuhan regulatory, tetapi produk tidak sebaiknya dipasarkan sebelum memenuhi persyaratan legal yang berlaku. Untuk timeline aktual, koordinasikan formula, sampel, packaging, regulatory, produksi, dan jadwal launching dengan partner maklon.

Berapa lama izin BPOM kosmetik diproses?

Waktu aktual dapat dipengaruhi jenis pengajuan, kesiapan dokumen, formula, hasil verifikasi, revisi, serta kondisi proses pada sistem BPOM. Karena itu, brand owner sebaiknya tidak menentukan tanggal launching hanya berdasarkan estimasi umum tanpa mengecek kesiapan pengajuan produknya.

Bagaimana cara mengecek kosmetik sudah BPOM atau belum?

Gunakan database resmi Cek Produk BPOM, kemudian cari menggunakan nomor registrasi, nama produk, atau merek. Cocokkan informasi produk, pendaftar, dan status yang muncul dengan produk yang diperiksa. Cek BPOM

Apakah produk yang sudah BPOM tidak perlu quality control?

Tetap perlu. Notifikasi BPOM tidak menggantikan kebutuhan pengendalian mutu. Temuan pengawasan BPOM tahun 2026 menunjukkan pentingnya pengawasan berkelanjutan terhadap kosmetik, termasuk produk kontrak produksi. POM

Apakah EFBA Kosmetindo membantu proses BPOM?

Website resmi EFBA Kosmetindo menyebut dukungan kebutuhan legalitas produk termasuk HKI dan BPOM sebagai bagian dari pendampingan pengembangan kosmetik. Proses yang dipublikasikan juga mencakup konsultasi, R&D, sampel, packaging, legalitas, produksi, dan distribusi. Efbakosmetindo

logo efba kosmetindo

Persiapkan Legalitas Sebelum Produk Kosmetik Masuk Pasar

Izin BPOM kosmetik sebaiknya dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan produk, bukan setelah produk telanjur dipasarkan. Brand owner perlu menghubungkan konsep, formula, sampel, packaging, regulatory preparation, produksi, quality control, dan strategi launching dalam satu proses yang terencana.

Pendekatan sederhananya:

Idea → Formula → Sample → Packaging → Legalitas → BPOM → Production → QC → Launch

Dengan alur tersebut, brand dapat mengurangi risiko keputusan produksi atau pemasaran yang terlalu dini. Selain itu, owner memiliki waktu untuk memahami produk, mengevaluasi sampel, menyiapkan packaging, menyelesaikan kebutuhan regulatory, dan menentukan jadwal launching berdasarkan kesiapan aktual.

EFBA Kosmetindo mempublikasikan pendampingan pengembangan kosmetik mulai dari konsultasi, R&D dan formula, sampel, packaging, kebutuhan legalitas termasuk BPOM, hingga produksi dan distribusi. Brand owner yang sedang mempersiapkan skincare atau kosmetik dapat mempelajari layanan Maklon Kosmetik EFBA Kosmetindo untuk merencanakan proses pengembangan produk sebelum memasuki pasar.

Cara Cek Kosmetik BPOM untuk Memastikan Produk Memiliki Izin Edar

cara cek kosmetik BPOM
cara cek kosmetik BPOM

Membeli skincare atau kosmetik tidak sebaiknya hanya mempertimbangkan popularitas produk, review influencer, harga murah, atau tampilan kemasan. Konsumen juga perlu memeriksa nomor notifikasi kosmetika BPOM dan mencocokkan informasi tersebut dengan produk yang mereka gunakan. Lalu, bagaimana cara cek kosmetik BPOM dengan benar?

Konsumen dapat melakukan cara cek kosmetik BPOM melalui layanan resmi Cek Produk BPOM. Pengguna dapat mencari produk berdasarkan nomor registrasi atau notifikasi, nama produk, merek, nama pendaftar, serta beberapa parameter lain dalam sistem. Per September 2026, database resmi BPOM menampilkan lebih dari 372 ribu kosmetik dengan registrasi yang masih berlaku. Karena itu, konsumen dapat menjadikan database tersebut sebagai rujukan utama untuk melakukan pengecekan. Cek BPOM

Pengecekan menjadi semakin penting karena BPOM masih menemukan kosmetik ilegal dalam jumlah besar. Dalam intensifikasi pengawasan pada 11–22 Mei 2026, BPOM menemukan lebih dari 2,1 juta pieces kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan pada sarana yang mereka periksa, dengan nilai keekonomian sekitar Rp35,8 miliar. POM

Bagi brand owner, legalitas juga perlu masuk ke dalam proses pengembangan produk sejak awal. EFBA Kosmetindo mempublikasikan proses maklon yang mencakup diskusi produk, R&D dan sampel, desain serta packaging, pendaftaran merek, dukungan pendaftaran varian produk ke BPOM, produksi setelah klien menyetujui sampel, hingga distribusi produk jadi.

Bagaimana Cara Cek Kosmetik BPOM?

Cara paling aman adalah memeriksa produk melalui database resmi BPOM. Jangan hanya mempercayai nomor pada kemasan atau informasi yang penjual cantumkan di marketplace. Situs Cek Produk BPOM menyediakan pencarian berdasarkan nomor registrasi, nama produk, merek, nama pendaftar, dan komposisi. Cek BPOM

Alurnya sederhana:

Produk Kosmetik → Temukan Nama/Merek/Nomor Notifikasi → Cek Database BPOM → Cocokkan Informasi → Periksa Status

Jangan menghentikan pengecekan setelah menemukan nomor. Konsumen perlu mencocokkan informasi dalam database dengan produk yang mereka pegang. Sebab, nomor yang terlihat meyakinkan belum tentu berkaitan dengan produk tersebut.

1. Buka Website Resmi Cek Produk BPOM

Langkah pertama adalah membuka layanan resmi Cek Produk BPOM. Hindari menggunakan situs tidak resmi, unggahan media sosial, atau informasi seller sebagai satu-satunya dasar untuk memeriksa legalitas produk.

Pada halaman tersebut, BPOM menyediakan fitur pencarian produk untuk masyarakat. Database mencakup beberapa kategori produk, termasuk kosmetik. Oleh karena itu, konsumen dapat melakukan pemeriksaan secara mandiri melalui layanan tersebut.

Untuk pencarian yang lebih spesifik, BPOM juga menyediakan halaman khusus Daftar Produk Kosmetika BPOM. Pengguna dapat memanfaatkan filter yang lebih terperinci untuk menemukan produk yang ingin mereka periksa.

2. Masukkan Nomor Notifikasi atau Nama Produk

Selanjutnya, masukkan informasi produk ke kolom pencarian. BPOM menyediakan pilihan pencarian menggunakan nama produk, merek, nomor izin edar atau registrasi, nama pendaftar, dan komposisi.

Jika kemasan mencantumkan nomor notifikasi, gunakan nomor tersebut terlebih dahulu agar pencarian lebih spesifik. Jika nomor tersebut tidak memberikan hasil yang sesuai, konsumen dapat mencoba nama produk atau merek.

Halaman kosmetika BPOM juga menyediakan filter Nomor Registrasi, Nama Produk, Merek, Kemasan, Bentuk Sediaan, Komposisi, Tanggal Permohonan, Tanggal Terbit, Tanggal Expired, Nama Pendaftar, dan Status.

3. Cocokkan Nama dan Merek Produk

Menemukan sebuah nomor di database belum cukup. Selanjutnya, cocokkan nama produk dan merek dalam database dengan kosmetik yang Anda periksa.

Langkah ini penting agar konsumen tidak langsung menganggap sebuah produk legal hanya karena nomor BPOM menghasilkan hasil pencarian. Pastikan informasi dalam database benar-benar merujuk pada produk yang sama.

Gunakan pola:

Nomor Ditemukan → Cocokkan Nama Produk → Cocokkan Merek → Cocokkan Pendaftar → Periksa Status

Jika menemukan perbedaan yang mencurigakan antara produk fisik dan informasi resmi, jangan langsung menyimpulkan bahwa BPOM telah memverifikasi produk tersebut.

4. Periksa Nama Pendaftar

Database BPOM juga menampilkan nama pendaftar. Informasi ini memberikan konteks mengenai pihak yang terkait dengan notifikasi produk tersebut.

Konsumen dapat membandingkan nama pendaftar dengan informasi relevan pada produk. Sementara itu, brand owner perlu memahami struktur pihak yang terlibat dalam produksi dan notifikasi sejak awal, khususnya ketika menggunakan sistem maklon.

PerBPOM Nomor 21 Tahun 2022 mengatur Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika. Berdasarkan informasi JDIH BPOM pada pengecekan yang menjadi dasar artikel ini, regulasi tersebut masih mencantumkan status berlaku. Regulasi tersebut juga mengatur mekanisme kosmetika kontrak. JDIH Biro Hukum dan Organisasi

5. Periksa Status dan Masa Berlaku pada Database

Jangan hanya memastikan bahwa produk pernah muncul dalam database. Periksa juga status dan informasi masa berlaku melalui sistem BPOM.

Halaman kosmetika BPOM menyediakan filter berdasarkan status serta tanggal expired. Dengan demikian, konsumen dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap daripada sekadar melihat nomor pada kemasan.

Prinsipnya:

Ada Nomor ≠ Pemeriksaan Selesai

Sebaliknya, lakukan pengecekan dengan alur:

Nomor → Produk → Merek → Pendaftar → Status → Cocokkan Informasi

Pendekatan ini membantu konsumen memverifikasi produk secara lebih teliti.

cara cek kosmetik BPOM
cara cek kosmetik BPOM

Apa Itu Nomor Notifikasi BPOM pada Kosmetik?

Dalam konteks kosmetik, istilah yang lebih tepat adalah notifikasi kosmetika. PerBPOM Nomor 21 Tahun 2022 mengatur tata cara pengajuan notifikasi kosmetika. Saat artikel ini disusun, JDIH BPOM masih mencantumkan peraturan tersebut dengan status berlaku.

Materi edukasi BPOM menjelaskan bahwa nomor notifikasi kosmetik menggunakan awalan yang menunjukkan wilayah, misalnya NA untuk negara di benua Asia, kemudian rangkaian angka mengikutinya. Materi BPOM tersebut juga menjelaskan struktur angka yang antara lain mewakili kode negara, tahun notifikasi, jenis produk, dan nomor urut.

Namun, konsumen tidak perlu menghafalkan struktur nomor untuk melakukan pemeriksaan. Langkah terpenting tetap memasukkan nomor tersebut ke database resmi dan mencocokkan hasilnya dengan produk.

Karena itu, ketika menemukan tulisan seperti:

No. Notifikasi: NAxxxxxxxxxxx

jangan langsung menganggap produk legal hanya karena formatnya terlihat benar.

Lakukan:

Nomor pada Kemasan → Database BPOM → Hasil Pencarian → Cocokkan Produk

Mengapa Kosmetik Perlu Memiliki Notifikasi BPOM?

Notifikasi BPOM merupakan bagian penting dari sistem pengawasan kosmetik di Indonesia. Dalam pengawasan 2026, BPOM menegaskan kewajiban pelaku usaha untuk memastikan kosmetik yang mereka produksi, impor, dan distribusikan memiliki izin edar serta memenuhi persyaratan keamanan, manfaat, dan mutu.

Bagi konsumen, keberadaan produk pada database resmi memberikan dasar verifikasi yang jauh lebih kuat daripada sekadar mengandalkan klaim penjual. Sementara itu, brand owner perlu memasukkan notifikasi sebagai salah satu bagian penting dalam persiapan produk sebelum memasuki pasar.

Namun, nomor notifikasi bukan alasan untuk mengabaikan aspek lain. Brand owner tetap perlu memperhatikan formula, bahan kosmetik, proses manufaktur, quality control, penandaan, penyimpanan, dan kepatuhan produk selama proses pengembangan kosmetik.

Karena itu, brand owner dapat menggunakan alur pengembangan berikut:

Concept → Formula → Sample → Regulatory Preparation → BPOM Notification → Production → Quality Control → Market

Apa Bedanya Kosmetik BPOM dan Kosmetik Tanpa Izin Edar?

Konsumen dapat melihat perbedaan paling mendasar melalui keberadaan produk dan statusnya dalam sistem resmi. Konsumen dapat menelusuri kosmetik yang memiliki notifikasi melalui database BPOM. Sebaliknya, kosmetik tanpa izin edar tidak memiliki dasar legal yang sama untuk beredar di pasar.

BPOM memperingatkan bahwa konsumen tidak dapat mengandalkan keamanan maupun mutu kosmetik tanpa izin edar. Risiko ini menjadi alasan konsumen sebaiknya tidak membeli produk hanya karena harganya murah, viral, memiliki banyak ulasan, atau tersedia melalui marketplace besar.

Marketplace juga bukan bukti legalitas. Pada 2026, BPOM menemukan pelanggaran kosmetik dalam jumlah besar melalui kanal online. Karena itu, konsumen tetap perlu melakukan pengecekan sendiri.

Gunakan prinsip:

  • Viral ≠ Terdaftar BPOM
  • Banyak Review ≠ Terdaftar BPOM
  • Tersedia di Marketplace ≠ Otomatis Terdaftar BPOM
  • Verifikasi Database BPOM = Langkah Pemeriksaan yang Tepat

Bagaimana Jika Nomor BPOM Tidak Ditemukan?

Jika nomor pada kosmetik tidak menghasilkan data yang sesuai, periksa kembali susunan angka dan hurufnya. Setelah itu, coba gunakan nama produk atau merek untuk melakukan pencarian melalui database kosmetika BPOM.

Jangan langsung mengubah atau menebak nomor agar hasil pencarian muncul. Jika pencarian tetap tidak memberikan hasil atau sistem menampilkan informasi yang berbeda dari produk, lakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum membeli atau menggunakan kosmetik.

Konsumen juga perlu memperhatikan beberapa kondisi berikut:

  • pencarian nomor pada kemasan tidak memberikan hasil;
  • nomor menghasilkan nama produk yang berbeda;
  • merek tidak sesuai;
  • informasi pendaftar berbeda dari produk;
  • konsumen masih perlu memverifikasi status produk;
  • kemasan atau informasi produk tidak konsisten dengan data resmi.

Apabila masih ragu, gunakan kanal resmi BPOM untuk mendapatkan informasi lebih lanjut daripada hanya meminta penjelasan dari penjual.

Apakah Produk yang Dijual Online Tetap Harus Memiliki Izin Edar?

Ya. Penjualan melalui marketplace, media sosial, live shopping, atau website tidak menghilangkan kewajiban pelaku usaha terhadap ketentuan peredaran kosmetik.

BPOM secara khusus meningkatkan pengawasan terhadap perdagangan kosmetik melalui media digital. Dalam intensifikasi pengawasan online pada Mei 2026, BPOM memeriksa 9.617 tautan dan menemukan 9.042 tautan atau 94,02% tidak memenuhi ketentuan, dengan estimasi nilai keekonomian Rp260,7 miliar. Kosmetik tanpa izin edar mendominasi pelanggaran tersebut dengan porsi 95,24%. Pasted markdown

Data tersebut tidak berarti bahwa 94,02% dari seluruh kosmetik online di Indonesia ilegal. Angka tersebut berasal dari tautan yang menjadi sasaran intensifikasi pengawasan BPOM. Karena itu, pembaca perlu mempertahankan konteks populasinya.

Bagi konsumen, temuan tersebut memberikan satu pesan praktis: jangan menjadikan keberadaan produk di marketplace sebagai bukti legalitas.

Data Resmi BPOM: Mengapa Pengecekan Kosmetik Penting?

Data BPOM terbaru memperlihatkan bahwa isu kosmetik ilegal masih relevan pada 2026. Dalam pengawasan serentak pada 11–22 Mei 2026, BPOM memeriksa 190 sarana dan menemukan 128 sarana yang tidak memenuhi ketentuan. Petugas menemukan 2.205 item atau 2.127.765 pieces dengan nilai keekonomian sekitar Rp35,8 miliar.

Kosmetik tanpa izin edar mendominasi temuan pada sarana tersebut sebesar 86,83%. Selanjutnya, kosmetik impor tanpa surat keterangan impor mencapai 12,58%, kosmetik yang mengandung bahan berbahaya atau terlarang mencapai 0,32%, sedangkan kosmetik dengan penggunaan yang tidak sesuai definisi kosmetik mencapai 0,27%.

Dalam pengawasan rutin triwulan II 2026, BPOM juga menemukan 14 kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan/atau bahan terlarang. Sebelas produk berasal dari produksi kontrak lokal, satu merupakan produk impor, sedangkan dua lainnya tidak memiliki izin edar.

Data tersebut menunjukkan bahwa konsumen dan brand owner perlu memahami legalitas dan pengawasan mutu sebagai bagian dari sistem yang lebih luas. Konsumen perlu mengecek izin edar. Sementara itu, brand owner perlu memperhatikan formula, bahan, fasilitas produksi, quality control, penandaan, dan kepatuhan produk secara menyeluruh.

Apa Saja Aturan BPOM yang Relevan untuk Kosmetik?

Untuk artikel ini, regulasi utama terkait notifikasi adalah Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika. Pada 2026, JDIH BPOM masih mencantumkan peraturan tersebut dengan status berlaku.

Selain itu, PerBPOM Nomor 18 Tahun 2024 tentang Penandaan, Promosi, dan Iklan Kosmetik juga berstatus berlaku. Peraturan tersebut menggantikan ketentuan sebelumnya mengenai persyaratan teknis penandaan kosmetika dan pengawasan periklanan kosmetika.

Untuk bahan kosmetik, JDIH BPOM mencantumkan PerBPOM Nomor 25 Tahun 2025 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetik dengan status berlaku. Peraturan tersebut mencabut PerBPOM Nomor 23 Tahun 2019 beserta perubahan tahun 2022 mengenai persyaratan teknis bahan kosmetika.

Sementara itu, JDIH BPOM juga mencantumkan PerBPOM Nomor 16 Tahun 2024 tentang Batas Cemaran dalam Kosmetik dengan status berlaku.

Artinya, brand owner sebaiknya tidak melihat BPOM hanya sebagai satu nomor pada akhir proses. Brand owner perlu memperhatikan berbagai aspek kepatuhan sejak tahap formula dan bahan hingga penandaan dan peredaran.

Mengapa Brand Owner Harus Memikirkan BPOM Sejak Pengembangan Produk?

Brand owner terkadang mengembangkan produk, menentukan kemasan, merancang klaim pemasaran, dan menyiapkan launching terlebih dahulu sebelum memikirkan legalitas. Pola seperti ini dapat menghambat proses pengembangan ketika tim harus menyesuaikan formula, informasi produk, atau aspek lainnya.

Karena itu, brand owner sebaiknya menempatkan regulatory preparation di dalam alur pengembangan sejak awal:

Product Idea → Formula → Sample → Packaging → Regulatory Preparation → BPOM → Production → QC → Launch

Dengan pola tersebut, tim dapat menyelaraskan diskusi tentang formula, bahan, bentuk sediaan, klaim, penandaan, dan packaging dengan kebutuhan pengembangan produk.

Hal ini juga relevan bagi bisnis yang menggunakan perusahaan maklon. Brand owner tidak perlu membangun fasilitas manufaktur sendiri. Namun, mereka tetap perlu mengetahui pihak yang memproduksi produk serta memahami tahapan pengembangan dan proses legalitasnya.

Expertise EFBA Kosmetindo dalam Pengembangan Kosmetik dan BPOM

EFBA Kosmetindo mempublikasikan layanan pengembangan dan maklon kosmetik untuk pemilik brand yang ingin membuat produk melalui pihak ketiga. Berdasarkan website resminya, tim memulai proses maklon dengan mendiskusikan kebutuhan produk. Selanjutnya, tim R&D membuat sampel, tim mengembangkan desain produk dan packaging, serta memberikan dukungan untuk pendaftaran merek dan varian produk ke BPOM. Setelah klien menyetujui sampel, tim melanjutkan produksi hingga distribusi produk jadi. Pasted markdown

EFBA Kosmetindo juga mempublikasikan pengalaman di industri maklon sejak 2020, lebih dari 150 brand client, dan produksi lebih dari 450 ribu produk. Website perusahaan menjadi sumber angka tersebut. Karena itu, artikel ini menempatkannya sebagai klaim pengalaman yang EFBA Kosmetindo publikasikan, bukan sebagai statistik independen dari BPOM.

Untuk brand yang ingin mengembangkan skincare, halaman Maklon Skincare EFBA Kosmetindo menjelaskan pendampingan produksi, izin, formulasi, dan pengembangan produk. Sementara itu, layanan Maklon Kosmetik EFBA Kosmetindo mencakup pengembangan berbagai kategori kosmetik melalui sistem maklon.

EFBA Kosmetindo juga mempublikasikan artikel khusus mengenai Jasa Maklon Kosmetik BPOM untuk Brand Legal. Artikel tersebut membahas hubungan antara konsep produk, formula, sampel, brand dan packaging, legalitas, notifikasi BPOM, produksi, quality control, hingga produk siap masuk ke pasar.

Dengan demikian, website EFBA Kosmetindo menunjukkan expertise melalui alur:

Konsultasi Produk → R&D & Formula → Sample → Design & Packaging → HKI → BPOM → Production → Distribution

Ekosistem perusahaan juga terhubung dengan PT EFBA Digital Mulia untuk layanan bisnis yang lebih luas.

cara cek kosmetik BPOM
cara cek kosmetik BPOM

Bisa. Di bagian ini masih ada beberapa pola pasif yang kemungkinan besar terbaca Yoast, terutama “sedang diperiksa”, “digunakan”, “tercetak”, “diasumsikan”, “diikuti”, “dimasukkan”, “ditemukan”, “dijual”, “diedarkan”, “ditempatkan”, “disiapkan”, dan “dipublikasikan”.

Gunakan versi FIX berikut untuk mengganti section lama:

Checklist Cek Kosmetik Sebelum Membeli

Konsumen tidak harus memahami seluruh regulasi kosmetik untuk melakukan pemeriksaan dasar. Namun, kebiasaan memeriksa informasi produk dapat membantu konsumen membuat keputusan yang lebih terukur sebelum membeli.

Gunakan checklist berikut:

  1. Periksa nama produk.
  2. Periksa merek.
  3. Cari nomor notifikasi pada kemasan.
  4. Masukkan nomor tersebut ke Cek Produk BPOM.
  5. Cocokkan hasil pencarian dengan nama produk.
  6. Cocokkan merek pada database dengan kemasan.
  7. Periksa nama pendaftar.
  8. Periksa status produk pada database.
  9. Perhatikan informasi pada kemasan.
  10. Jangan menganggap produk legal hanya karena viral atau tersedia di marketplace.

Ringkasnya:

Lihat Produk → Cari Nomor → Cek BPOM → Cocokkan Data → Periksa Status → Baru Putuskan

FAQ tentang Cara Cek Kosmetik BPOM

Bagaimana cara cek kosmetik BPOM?

Buka layanan resmi Cek Produk BPOM, kemudian masukkan nomor registrasi atau notifikasi, nama produk, atau merek. Setelah sistem menampilkan hasil pencarian, cocokkan nama produk, merek, pendaftar, dan status dengan kosmetik yang Anda periksa. Cek BPOM

Di mana cek nomor BPOM kosmetik yang asli?

Gunakan website resmi Cek Produk BPOM. Jadikan database resmi sebagai rujukan utama daripada hanya mempercayai informasi seller, marketplace, media sosial, atau nomor BPOM pada kemasan.

Apakah nomor BPOM pada kemasan pasti asli?

Belum tentu. Jangan langsung menganggap nomor tersebut asli hanya karena tercantum pada kemasan. Masukkan nomor ke database BPOM, kemudian cocokkan hasilnya dengan nama produk, merek, pendaftar, serta status produk.

Apa arti NA pada nomor BPOM kosmetik?

Materi edukasi BPOM menjelaskan bahwa kode NA menunjukkan kosmetik dari negara di benua Asia. Setelah kode tersebut, rangkaian angka membentuk struktur kode tertentu. Namun, konsumen tetap perlu memverifikasi nomor melalui database resmi. Mamuju

Bagaimana jika nomor BPOM kosmetik tidak ditemukan?

Periksa kembali nomor yang Anda masukkan, kemudian coba mencari produk berdasarkan nama atau merek. Jika sistem tetap tidak menampilkan data atau memberikan hasil yang tidak sesuai, jangan langsung menganggap produk memiliki izin edar. Gunakan kanal resmi BPOM untuk melakukan verifikasi lebih lanjut.

Apakah kosmetik yang tersedia di marketplace pasti sudah BPOM?

Tidak. Pada pengawasan perdagangan online tahun 2026, BPOM masih menemukan kosmetik tanpa izin edar. Karena itu, konsumen tetap perlu memeriksa produk melalui database BPOM meskipun marketplace besar menawarkan kosmetik tersebut. Intelijen

Mengapa izin edar BPOM penting bagi brand kosmetik?

Notifikasi menjadi bagian penting dari persyaratan peredaran kosmetik sesuai ketentuan di Indonesia. Karena itu, brand owner perlu memasukkan proses tersebut ke dalam pengembangan formula, pemilihan bahan, pembuatan sampel, packaging, produksi, quality control, dan penandaan. Pendekatan ini membantu brand owner menjalankan pengembangan produk secara lebih terstruktur. JDIH Biro Hukum dan Organisasi

Apakah EFBA Kosmetindo membantu proses BPOM?

Ya. Website resmi EFBA Kosmetindo mencantumkan dukungan pendaftaran varian produk kepada BPOM sebagai salah satu tahap proses maklon. EFBA Kosmetindo juga menjelaskan alur layanan yang mencakup konsultasi, R&D, sampel, desain dan packaging, HKI, produksi, hingga distribusi.

Perubahan yang paling penting di sini adalah mengubah pola “produk yang sedang diperiksa” → “produk yang Anda periksa”, “kode digunakan” → “kode menunjukkan”, “nomor diikuti” → “rangkaian angka membentuk”, “yang dimasukkan” → “yang Anda masukkan”, “kosmetik yang dijual” → “kosmetik yang tersedia”, serta “proses ditempatkan/disiapkan” → “brand owner memasukkan/menjalankan proses”.

logo efba kosmetindo

Bangun Produk Kosmetik dengan Legalitas yang Dipersiapkan Sejak Awal

Bagi konsumen, mengetahui cara cek kosmetik BPOM membantu memastikan bahwa informasi izin edar tidak hanya berasal dari klaim penjual. Gunakan database resmi BPOM, cari produk berdasarkan nomor atau nama, lalu cocokkan informasi yang muncul dengan kosmetik yang akan dibeli.

Bagi brand owner, pendekatannya perlu dimulai lebih awal. Legalitas bukan sesuatu yang baru dipikirkan setelah ribuan produk selesai diproduksi, melainkan bagian dari proses pengembangan bersama formula, sampel, packaging, regulatory preparation, produksi, dan quality control.

Alurnya dapat dirancang sebagai:

Idea → R&D → Formula → Sample → Packaging → Legalitas → BPOM → Production → QC → Market

EFBA Kosmetindo mempublikasikan layanan pendampingan mulai dari konsep produk, R&D dan sampel, desain dan packaging, HKI dan BPOM, hingga produksi serta distribusi produk jadi. Brand yang sedang merencanakan skincare, body care, atau kategori kosmetik lainnya dapat mempelajari layanan Maklon Kosmetik EFBA Kosmetindo dan Maklon Skincare EFBA Kosmetindo sebelum memulai pengembangan.

Peraturan BPOM Kosmetik yang Perlu Dipahami Pemilik Brand

peraturan BPOM kosmetik

Membangun brand kosmetik tidak berhenti pada formula yang menarik dan kemasan yang terlihat premium. Pemilik brand juga perlu memahami peraturan BPOM kosmetik karena BPOM menetapkan ketentuan mengenai legalitas, formula, informasi pada kemasan, klaim produk, promosi, hingga peredaran kosmetik.

Salah satu bagian penting adalah notifikasi kosmetika. BPOM menetapkan tata cara pengajuan notifikasi melalui Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2022. Selain itu, Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024 mengatur ketentuan mengenai penandaan, promosi, dan iklan kosmetik.

Karena proses regulatory mencakup beberapa tahapan, brand owner tidak harus menangani seluruh proses sendiri. EFBA Kosmetindo mempublikasikan layanan pengembangan kosmetik yang mencakup konsultasi, pengembangan sampel, desain, pendampingan legalitas, hingga persiapan produksi.

Apa Saja Peraturan BPOM Kosmetik yang Perlu Dipahami Pemilik Brand?

Jawaban langsungnya: pemilik brand perlu memahami aturan mengenai notifikasi kosmetika, keamanan dan formula, proses produksi, penandaan atau label, klaim, promosi, iklan, serta pengawasan produk setelah beredar.

BPOM tidak hanya menetapkan ketentuan mengenai nomor notifikasi. Sebagai contoh, PerBPOM Nomor 18 Tahun 2024 secara khusus membahas penandaan, promosi, dan iklan kosmetik. BPOM juga mewajibkan pelaku usaha memberikan informasi yang objektif, lengkap, dan tidak menyesatkan kepada konsumen.

Karena itu, brand owner sebaiknya melihat legalitas sebagai satu rangkaian:

Konsep Produk → Formula → R&D → Sampel → Regulatory Check → Notifikasi BPOM → Label & Klaim → Produksi → Promosi → Produk Beredar

Pendekatan tersebut membantu brand mengurangi risiko revisi ketika produk sudah mendekati tahap produksi atau peluncuran.

Regulasi Resmi BPOM yang Relevan untuk Brand Kosmetik

BPOM memiliki beberapa regulasi yang berkaitan dengan setiap aktivitas dan tahapan pengembangan produk. Untuk proses notifikasi, salah satu regulasi utama adalah PerBPOM Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika. Regulasi tersebut menggantikan PerBPOM Nomor 12 Tahun 2020.

Untuk penandaan, promosi, dan iklan, BPOM menerbitkan PerBPOM Nomor 18 Tahun 2024. Regulasi tersebut mencabut PerBPOM Nomor 30 Tahun 2020 tentang persyaratan teknis penandaan kosmetika dan PerBPOM Nomor 32 Tahun 2021 tentang pengawasan periklanan kosmetika. Peraturan tersebut juga mencabut sebagian ketentuan PerBPOM Nomor 12 Tahun 2023.

Selain itu, BPOM mencantumkan PerBPOM Nomor 16 Tahun 2024 tentang Batas Cemaran dalam Kosmetik sebagai regulasi yang berlaku. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepatuhan kosmetik mencakup lebih dari sekadar registrasi administratif.

Dengan memahami peraturan BPOM kosmetik sejak awal, pemilik brand dapat menghubungkan konsep produk, formula, legalitas, kemasan, produksi, dan pemasaran dalam satu proses pengembangan yang lebih terarah.

1. Pemilik Brand Perlu Mengurus Notifikasi BPOM untuk Kosmetik

Notifikasi menjadi salah satu bagian utama yang perlu pemilik brand pahami sebelum mengedarkan kosmetik. PerBPOM Nomor 21 Tahun 2022 menetapkan tata cara pengajuan notifikasi kosmetika.

Pemilik brand sebaiknya memperhitungkan proses tersebut sejak tahap pengembangan produk. Tim perlu menyiapkan formula, informasi produk, kemasan, pihak yang bertanggung jawab atas produk, serta dokumen terkait secara terstruktur.

Karena itu, hindari pola:

Produk Jadi → Baru Memikirkan BPOM

Gunakan alur yang lebih terencana:

Konsep → Formula → Regulatory Preparation → Notifikasi → Produksi & Launch

Dengan alur tersebut, brand dapat memasukkan kebutuhan legalitas ke dalam product development sejak awal.

2. Brand Tidak Bisa Memilih Formula Hanya Berdasarkan Tren

Produk viral sering mendorong brand untuk mengembangkan formula dengan bahan aktif tertentu. Namun, pemilik brand sebaiknya tidak memilih bahan hanya karena popularitasnya di media sosial.

Tim product development perlu mempertimbangkan fungsi produk, komposisi, keamanan, stabilitas, kompatibilitas bahan, klaim yang ingin brand gunakan, serta ketentuan regulator yang relevan. Artinya, brand perlu menghubungkan keputusan formula dengan aspek regulatory sejak proses R&D.

EFBA Kosmetindo mempublikasikan proses maklon yang dimulai dari konsultasi kebutuhan produk dan pengembangan sampel sebelum memasuki tahap legalitas dan persiapan produksi.

Gunakan alur:

Market Need → Product Concept → Formula → Sample → Evaluation → Regulatory Preparation

Urutan tersebut membantu brand mengembangkan produk berdasarkan kebutuhan bisnis sekaligus mempertimbangkan persyaratan sebelum produksi.

3. Pemilik Brand Perlu Mencantumkan Informasi yang Sesuai pada Label Kosmetik

Kemasan kosmetik bukan hanya alat branding. Brand juga menggunakan label untuk memberikan informasi produk kepada konsumen.

Dalam materi resmi BPOM yang merujuk pada PerBPOM Nomor 18 Tahun 2024, BPOM mencantumkan sejumlah informasi minimum pada penandaan. Informasi tersebut antara lain nama kosmetik, kegunaan, cara penggunaan, komposisi, peringatan atau perhatian, negara produsen, identitas pemilik nomor notifikasi, nomor notifikasi, nomor batch, tanggal kedaluwarsa, ukuran atau isi atau berat bersih, dan 2D barcode. Ketentuan serta pengecualian tertentu dapat berlaku sesuai jenis dan karakter produk.

BPOM juga mewajibkan pelaku usaha menampilkan informasi penandaan secara jelas dan mudah dibaca. Brand perlu menjaga informasi tersebut agar tidak mudah lepas, luntur, atau rusak.

Untuk kondisi kemasan tertentu, BPOM menetapkan ketentuan mengenai informasi minimum pada kemasan primer serta penggunaan media lain untuk informasi yang lebih lengkap.

Karena itu, brand sebaiknya melakukan regulatory check sebelum tim desain menyelesaikan kemasan dan mengirimkannya ke tahap final printing.

Langkah tersebut dapat mengikuti alur:

Formula → Product Information → Regulatory Check → Label Design → Review → Final Artwork → Printing

Dengan pendekatan tersebut, brand dapat mengurangi risiko revisi desain akibat informasi label yang belum sesuai dengan peraturan BPOM kosmetik.

4. Brand Tidak Boleh Membuat Klaim Produk Sembarangan

Kalimat pada kemasan dan materi marketing dapat memengaruhi persepsi konsumen. Karena itu, pemilik brand perlu memastikan bahwa klaim sesuai dengan fungsi kosmetik dan ketentuan yang berlaku.

PerBPOM Nomor 18 Tahun 2024 membahas penandaan, promosi, dan iklan kosmetik. BPOM juga mewajibkan pelaku usaha menyampaikan informasi secara objektif, lengkap, dan tidak menyesatkan.

Artinya, tim product development dan marketing sebaiknya bekerja secara terintegrasi. Sejak awal, kedua tim perlu mempertimbangkan hubungan antara formula, fungsi produk, klaim, label, dan komunikasi pemasaran.

Gunakan alur:

Formula → Function → Evidence → Claim → Label → Promotion

Sebagai contoh, tim marketing sebaiknya tidak membuat klaim terlebih dahulu lalu meminta tim R&D menyesuaikan produk. Brand perlu menentukan klaim berdasarkan fungsi produk, formula, bukti pendukung, dan ketentuan regulatory yang relevan.

Dengan pendekatan tersebut, marketing tetap dapat membangun komunikasi yang menarik tanpa mengabaikan kepatuhan.

5. BPOM Juga Mengatur Promosi dan Iklan Kosmetik

Brand owner perlu memahami bahwa kepatuhan tidak selesai setelah produk memperoleh nomor notifikasi. BPOM juga menetapkan ketentuan mengenai cara pelaku usaha mempromosikan kosmetik.

PerBPOM Nomor 18 Tahun 2024 secara khusus mencakup penandaan, promosi, dan iklan kosmetik. BPOM menggunakan regulasi tersebut sebagai pedoman bagi pelaku usaha ketika mencantumkan penandaan serta mengembangkan materi promosi dan iklan.

Ketentuan tersebut juga relevan dengan pemasaran modern melalui marketplace, website, media sosial, influencer, video pendek, maupun materi digital lainnya. Brand owner perlu menjaga konsistensi pesan pemasaran dengan fungsi, klaim, dan informasi produk.

Jadi, compliance tidak berhenti pada:

BPOM → Selesai

Brand perlu melanjutkannya melalui:

BPOM → Label → Launch → Marketing → Advertising → Monitoring

Dengan demikian, brand perlu memasukkan peraturan BPOM kosmetik ke dalam strategi pemasaran, bukan hanya ke dalam proses registrasi produk.

6. Partner Manufaktur Perlu Menjalankan Standar Produksi Kosmetik

Selain produk dan komunikasi pemasaran, proses pembuatan kosmetik juga menjadi bagian penting dalam industri kosmetik.

Pada 2026, situs resmi Direktorat Standardisasi OTSKK BPOM mencantumkan Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2026 tentang Sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik atau CPKB.

Bagi pemilik brand yang menggunakan sistem maklon, regulasi produksi menjadi salah satu alasan untuk memilih partner manufaktur secara cermat. Brand tidak hanya membutuhkan formula yang menarik. Pemilik brand juga perlu memahami pihak yang menangani produksi, fasilitas yang digunakan, sistem quality control, serta kesiapan manufaktur.

EFBA Kosmetindo mempublikasikan layanan maklon kosmetik yang mencakup pengembangan formula, sampel, pendampingan legalitas, dan persiapan produksi. Website resminya juga menyebut fasilitas produksi berstandar CPKB.

Karena itu, pemilik brand dapat menggunakan alur evaluasi berikut:

Product Concept → Formula → Sample → Regulatory → Manufacturing Readiness → Production → Quality Control → Launch

Pendekatan tersebut membantu brand menghubungkan peraturan BPOM kosmetik dengan kesiapan produk dan proses manufaktur sejak awal.

peraturan BPOM kosmetik

7. Lakukan Pemeriksaan Legalitas Sebelum Meluncurkan Produk

Brand owner sebaiknya melakukan final check sebelum membawa produk ke pasar. Jangan hanya memeriksa desain kemasan atau kesiapan stok.

Tim perlu mengecek kembali formula final, notifikasi BPOM, informasi pada kemasan, nomor batch, tanggal kedaluwarsa, klaim produk, materi promosi, serta dokumen pendukung lainnya. Pemeriksaan tersebut membantu tim menemukan kekurangan sebelum memulai kampanye dan penjualan.

Brand dapat menggunakan alur berikut:

Product Check → Formula Check → BPOM Check → Label Check → Claim Check → Production Check → Launch

Melalui proses tersebut, owner dapat menempatkan kepatuhan sebagai bagian dari manajemen produk. Brand tidak lagi melihat legalitas hanya sebagai pekerjaan administratif.

Final check juga membantu tim menghubungkan formula, legalitas, kemasan, produksi, dan marketing. Dengan cara ini, setiap bagian dapat bekerja menggunakan informasi produk yang sama sebelum brand memulai penjualan.

Bagaimana Jika Pemilik Brand Belum Memahami Pengurusan BPOM?

Tidak semua entrepreneur kosmetik memiliki latar belakang formulasi atau regulatory. Dalam kondisi tersebut, brand owner dapat menggunakan pendampingan untuk membantu memahami tahapan pengembangan produk dan proses legalitas.

Owner tetap perlu memahami pembagian tanggung jawab antara brand dan partner. Sebelum memulai kerja sama, owner dapat menanyakan pihak yang menangani formula, dokumen, notifikasi BPOM, desain label, proses revisi, produksi, serta penyerahan dokumen kepada brand.

EFBA Kosmetindo menyatakan melalui website resminya bahwa perusahaan menyediakan layanan maklon yang mencakup konsultasi, pengembangan sampel, desain, legalitas, hingga persiapan produksi. Artikel resmi EFBA Kosmetindo tentang jasa maklon kosmetik BPOM juga menjelaskan dukungan mulai dari konsep, formulasi, sampel, desain dan kemasan, legalitas, hingga produksi.

Brand dan partner dapat menjalankan alur berikut:

Konsultasi → Konsep Produk → R&D → Sampel → Regulatory Preparation → BPOM → Packaging → Produksi → Launch

Alur tersebut membantu owner memahami hubungan antara pengembangan produk, peraturan BPOM kosmetik, kemasan, produksi, dan persiapan peluncuran.

Expertise EFBA Kosmetindo dalam Pengembangan dan Legalitas Kosmetik

EFBA Kosmetindo merupakan bagian dari PT EFBA Digital Mulia dan menawarkan layanan pengembangan serta maklon kosmetik. Melalui website resminya, EFBA Kosmetindo menjelaskan proses konsultasi untuk memahami konsep, kategori produk, formula, kemasan, dan arah pengembangan brand.

EFBA Kosmetindo juga mencantumkan pendampingan legalitas dan persiapan produksi sebagai bagian dari layanannya. Pada halaman Maklon Skincare, perusahaan menjelaskan peran staf dalam membantu proses manufaktur, perizinan, dan legalitas.

Selain itu, artikel resmi EFBA Kosmetindo mengenai jasa maklon kosmetik BPOM menjelaskan beberapa tahapan layanan. Tim memulai proses dengan mendiskusikan kebutuhan produk bersama klien. Selanjutnya, tim R&D mengembangkan sampel sesuai konsep produk.

Setelah tahap tersebut, tim membantu proses desain produk dan packaging. Layanan juga mencakup dukungan pendaftaran merek serta pendaftaran varian ke BPOM. Setelah brand menyetujui sampel, tim melanjutkan proses menuju tahap produksi dan persiapan produk jadi.

Dengan demikian, alur pengembangan dapat mencakup:

Kebutuhan Brand → Konsultasi → R&D → Sampel → Desain → Legalitas → BPOM → Produksi → Produk Jadi

Website resmi EFBA Kosmetindo menjadi sumber informasi mengenai ruang lingkup layanan tersebut. Sementara itu, brand owner perlu menggunakan BPOM sebagai sumber utama ketika memeriksa peraturan BPOM kosmetik dan ketentuan regulatory yang berlaku.

Untuk kebutuhan bisnis, owner dapat menggunakan informasi layanan EFBA Kosmetindo sebagai referensi mengenai proses pendampingan. Namun, tim tetap perlu menyesuaikan setiap tahapan dengan kategori produk, kebutuhan brand, formula, serta ketentuan regulator.

logo efba kosmetindo

FAQ tentang Peraturan BPOM Kosmetik

Apakah brand kosmetik perlu BPOM?

Kosmetik yang akan diedarkan perlu mengikuti ketentuan notifikasi kosmetika yang berlaku. Tata cara pengajuan notifikasi saat ini antara lain diatur melalui PerBPOM Nomor 21 Tahun 2022. Karena itu, brand owner perlu memasukkan aspek regulatory sejak tahap pengembangan produk, bukan baru setelah produk selesai.

Apa saja yang perlu diperhatikan dalam peraturan BPOM kosmetik?

Brand owner perlu memperhatikan beberapa area, antara lain notifikasi kosmetika, formula dan keamanan produk, proses produksi, penandaan atau label, klaim, promosi, iklan, serta ketentuan lain yang relevan dengan jenis produk dan aktivitas bisnisnya. Regulasi yang berlaku dapat berubah sehingga pengecekan melalui sumber resmi BPOM tetap diperlukan.

Apa saja informasi yang harus ada pada label kosmetik?

PerBPOM Nomor 18 Tahun 2024 mengatur persyaratan penandaan kosmetik. Materi resmi BPOM mencantumkan informasi seperti nama kosmetik, kegunaan, cara penggunaan, komposisi, peringatan/perhatian, negara produsen, pemilik nomor notifikasi, nomor notifikasi, nomor batch, tanggal kedaluwarsa, isi atau berat bersih, dan 2D barcode, dengan ketentuan dan pengecualian tertentu.

Apakah iklan kosmetik juga diatur BPOM?

Ya. PerBPOM Nomor 18 Tahun 2024 mengatur penandaan, promosi, dan iklan kosmetik. BPOM menegaskan bahwa informasi kepada konsumen harus objektif, lengkap, dan tidak menyesatkan.

Apakah mendapatkan nomor BPOM berarti brand bebas membuat klaim apa saja?

Tidak. Klaim, penandaan, promosi, dan iklan tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Karena itu, brand sebaiknya menyelaraskan formula, fungsi produk, klaim, label, dan materi marketing sebelum produk diluncurkan.

Apakah perusahaan maklon dapat membantu pengurusan BPOM?

Layanan setiap perusahaan berbeda. EFBA Kosmetindo mempublikasikan dukungan legalitas dan registrasi sebagai bagian dari layanan maklonnya. Brand owner tetap perlu mengonfirmasi ruang lingkup, dokumen, tanggung jawab masing-masing pihak, serta tahapan pengurusannya sebelum memulai kerja sama.

Kapan pengurusan BPOM sebaiknya mulai dipersiapkan?

Persiapan regulatory sebaiknya berjalan sejak tahap pengembangan produk. Dengan begitu, formula, sampel, klaim, kemasan, dan dokumen dapat diselaraskan sebelum produksi dan peluncuran.

Bangun Brand Kosmetik dengan Legalitas yang Dipersiapkan Sejak Awal

Memahami peraturan BPOM kosmetik bukan hanya soal mendapatkan nomor notifikasi. Brand perlu menghubungkan legalitas dengan formula, keamanan, produksi, label, klaim, promosi, dan strategi peluncuran produk.

Karena itu, proses yang lebih terarah adalah:

Idea → Product Development → Formula → Sample → Regulatory → BPOM → Packaging → Production → Marketing → Monitoring

EFBA Kosmetindo mempublikasikan layanan pendampingan mulai dari konsultasi konsep, pengembangan sampel, desain, legalitas, hingga persiapan produksi. Bagi brand owner yang belum memahami proses tersebut, pendampingan dapat membantu menyusun tahapan pengembangan produk secara lebih terstruktur.

Konsultasikan pengembangan dan legalitas produk bersama EFBA Kosmetindo

Untuk kebutuhan pengembangan bisnis yang lebih luas dalam ekosistem EFBA, Anda juga dapat mempelajari layanan di EFBA Digital Mulia.

Bangun produk dari proses yang benar: konsep yang jelas, formula yang terarah, legalitas yang dipersiapkan, produksi yang terstruktur, dan pemasaran yang sesuai ketentuan.

Private Label Skincare BPOM: Cara Membangun Brand dengan Produk Legal

private label skincare BPOM

Membangun brand skincare sendiri tidak selalu mengharuskan pemilik bisnis memiliki pabrik. Melalui private label skincare BPOM, entrepreneur, beautypreneur, klinik kecantikan, distributor, maupun perusahaan dapat bekerja sama dengan perusahaan maklon untuk mengembangkan produk menggunakan merek sendiri.

Namun, membangun brand skincare bukan sekadar memilih serum, menempelkan logo, lalu menjual produk. Pemilik brand perlu menentukan target konsumen, konsep produk, formula, kemasan, positioning, legalitas, harga, hingga strategi pemasaran. Pendekatan ini membantu brand mengembangkan produk dan bisnis secara bersamaan sehingga sejak awal pemilik bisnis memiliki arah produk sekaligus model bisnis yang jelas.

EFBA Kosmetindo menyediakan layanan pengembangan kosmetik dan skincare yang mencakup konsultasi produk, pengembangan formula, pembuatan sampel, pendampingan legalitas, hingga persiapan produksi. EFBA Kosmetindo juga mencantumkan pengalaman menangani lebih dari 150 brand client, sehingga calon pemilik brand dapat mempelajari dokumentasi, layanan, dan pengalaman perusahaan sebelum memulai kerja sama.

Apa Itu Private Label Skincare BPOM?

Private label skincare BPOM adalah pendekatan pengembangan produk yang memungkinkan pemilik bisnis membuat skincare dengan merek sendiri melalui perusahaan maklon sekaligus mempersiapkan legalitas sesuai ketentuan kosmetik yang berlaku. Melalui model ini, brand owner dapat mengembangkan produk tanpa harus membangun fasilitas produksi sendiri dari awal.

Brand tetap menentukan arah bisnis dan produk, mulai dari target konsumen, kategori skincare, manfaat produk, karakter formula, kemasan, positioning harga, hingga identitas merek. Partner maklon kemudian membantu brand mengembangkan formula, membuat sampel, mempersiapkan kebutuhan legalitas, serta menjalankan proses produksi sesuai ruang lingkup kerja sama.

Secara sederhana, brand dapat mengikuti alur Ide Brand → Target Konsumen → Konsep Produk → Formula → Sampel → Kemasan → Legalitas → Notifikasi BPOM → Produksi → Produk Siap Dipasarkan. Alur tersebut membantu pemilik brand memahami tahapan yang perlu mereka persiapkan sejak konsep awal hingga produk masuk ke pasar.

EFBA Kosmetindo juga menggunakan pendekatan serupa dalam layanan private label dan maklon skincare. Layanan tersebut mencakup pengembangan konsep, formula, kemasan, kebutuhan legalitas, hingga proses produksi sesuai kebutuhan proyek.

Apakah Skincare dengan Brand Sendiri Harus Terdaftar BPOM?

Brand yang ingin mengedarkan kosmetik di Indonesia perlu mengikuti ketentuan regulasi yang berlaku, termasuk proses notifikasi kosmetika. Karena itu, pemilik private label skincare BPOM sebaiknya memasukkan kebutuhan regulasi sejak tahap pengembangan dan menyelesaikannya sebelum mulai memasarkan produk.

Brand juga perlu menghubungkan proses legalitas dengan formula, informasi produk, pihak yang menangani notifikasi, penandaan, serta klaim pemasaran. Dengan pendekatan tersebut, pemilik brand dapat mempersiapkan aspek produk dan regulasi dalam satu proses yang lebih terstruktur.

Brand owner sebaiknya melihat legalitas sebagai bagian dari product development, bukan sebagai pekerjaan administratif pada tahap akhir. Tim brand perlu merencanakan formula, nama produk, kemasan, informasi label, dan klaim pemasaran sejak awal agar seluruh elemen produk memiliki arah yang konsisten.

1. Tentukan Target Konsumen Sebelum Memilih Produk

Langkah pertama dalam membangun private label skincare BPOM adalah menentukan target konsumen. Brand sebaiknya tidak langsung memilih serum, moisturizer, sunscreen, atau kategori tertentu hanya karena produk tersebut sedang populer di pasar.

Misalnya, ketika ingin membuat serum, pemilik bisnis perlu menentukan target pengguna, masalah atau kebutuhan konsumen, kisaran harga yang realistis, kanal penjualan, dan alasan konsumen mempertimbangkan produknya. Informasi tersebut memberikan dasar yang lebih jelas untuk mengembangkan konsep produk.

Target konsumen kemudian memengaruhi formula, ukuran produk, desain kemasan, harga, komunikasi pemasaran, hingga positioning. Karena itu, brand dapat memulai proses dengan kerangka Consumer Problem → Target Market → Product Concept → Positioning agar setiap keputusan produk memiliki dasar yang jelas.

EFBA juga menempatkan pemahaman terhadap target konsumen sebagai bagian penting sebelum brand menentukan produk. Pendekatan tersebut membantu pemilik bisnis mengembangkan produk berdasarkan kebutuhan pasar, bukan sekadar mengikuti tren.

2. Tentukan Konsep Private Label Skincare

Setelah memahami target konsumen, pemilik brand dapat menentukan konsep produk secara lebih spesifik. Product brief dapat memuat jenis skincare, target pengguna, fungsi produk, bahan atau karakter formula, tekstur, aroma, ukuran, kemasan, kisaran harga, serta referensi produk.

Dokumen tersebut membantu tim pengembangan memahami arah brand secara lebih konkret. Alih-alih hanya mengatakan “ingin membuat serum yang bagus”, brand dapat menjelaskan target pengguna, karakter serum, pengalaman penggunaan, positioning harga, dan konsep kemasan yang mereka inginkan.

EFBA Kosmetindo memulai proses maklon melalui konsultasi konsep produk. Brand dapat mendiskusikan target pasar, jenis produk, manfaat, karakter formula, positioning harga, dan konsep kemasan bersama tim sebelum masuk ke tahap formulasi dan pembuatan sampel.

Dengan alur tersebut, brand dan tim pengembangan dapat membangun pemahaman yang sama sejak awal. Proses ini juga membantu mengurangi perubahan konsep ketika formula, sampel, kemasan, dan legalitas sudah memasuki tahap berikutnya.

3. Pilih Private Label atau Custom Formula

Pemilik brand perlu memahami model pengembangan produk sebelum memulai proyek. Private label dapat menggunakan konsep atau basis produk yang tersedia, kemudian brand dan tim pengembangan menyesuaikan produk tersebut berdasarkan kebutuhan serta kemampuan manufaktur.

Sementara itu, custom skincare manufacturing memberikan ruang lebih besar bagi brand untuk membahas formula, bahan aktif, tekstur, manfaat, dan positioning sejak tahap awal. Brand dapat berdiskusi dengan tim R&D mengenai karakter formula dan pengalaman penggunaan yang ingin mereka bangun sebelum masuk ke tahap produksi.

EFBA Kosmetindo membahas kedua pendekatan tersebut dalam layanan pengembangan produknya. Karena itu, pemilik brand dapat memilih model pengembangan berdasarkan tujuan produk, tingkat diferensiasi, kebutuhan formula, dan strategi bisnis.

Brand yang membutuhkan karakter produk lebih spesifik dapat mendiskusikan custom formula bersama tim pengembangan. Sebaliknya, brand yang ingin memulai dengan konsep lebih sederhana dapat membahas pilihan private label yang sesuai dengan kebutuhan bisnisnya.

4. Kembangkan Formula dan Sampel

Setelah brand menetapkan konsep produk, proses private label skincare BPOM dapat masuk ke tahap pengembangan formula dan sampel. Tim pengembangan menerjemahkan product brief menjadi formula, kemudian membuat sampel agar brand dapat menilai hasil pengembangan sebelum melanjutkan proyek.

Pada tahap sampel, brand dapat mengevaluasi tekstur, aroma, warna, daya serap, skin feel, tampilan, serta karakter lain yang relevan. Jika hasil sampel belum sesuai dengan konsep, brand dapat memberikan masukan dan mendiskusikan penyesuaian bersama tim pengembangan sebelum memberikan persetujuan akhir.

EFBA Kosmetindo memasukkan formulasi dan pembuatan sampel sebagai bagian dari proses pengembangan skincare. Untuk custom manufacturing, EFBA juga menempatkan Sample & Evaluation sebelum produksi massal agar brand memiliki kesempatan untuk mengevaluasi karakter produk.

Alur tersebut membantu brand memahami produk sebelum masuk ke tahap produksi. Brand juga dapat menggunakan hasil evaluasi sampel sebagai dasar untuk menentukan apakah formula sudah sesuai dengan konsep, positioning, dan target konsumennya.

5. Siapkan Nama Brand dan Kemasan

Sambil mengembangkan formula, pemilik bisnis dapat mempersiapkan nama brand, identitas visual, desain kemasan, warna, tipografi, serta konsep komunikasi produk. Brand juga perlu mempertimbangkan perlindungan merek sebelum mengalokasikan biaya lebih besar untuk desain, kemasan, dan pemasaran.

Kemasan tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual. Brand menggunakan kemasan untuk melindungi produk sekaligus menyampaikan informasi penting kepada konsumen, sehingga tim perlu menyediakan ruang yang memadai untuk informasi produk dan kebutuhan penandaan.

Karena itu, brand sebaiknya menjalankan proses Brand → Trademark → Packaging → Product Information → Regulatory Review sebelum mencetak kemasan dalam jumlah besar. Pendekatan ini membantu brand mengurangi risiko perubahan desain setelah proses pengembangan memasuki tahap yang lebih lanjut.

6. Pahami Notifikasi BPOM untuk Skincare

BPOM mengatur proses notifikasi kosmetika sebagai bagian dari sistem pengawasan kosmetik di Indonesia. Karena itu, brand owner yang mengembangkan private label skincare BPOM perlu mengikuti ketentuan legalitas yang berlaku sebelum memasarkan produknya.

Brand perlu menghubungkan legalitas dengan formula, dokumentasi, informasi produk, penandaan, dan klaim pemasaran. Jika brand mengubah elemen produk, tim perlu mengevaluasi perubahan tersebut. Langkah ini membantu brand tetap mengikuti ketentuan yang relevan.

EFBA Kosmetindo memasukkan pendampingan legalitas dalam layanan pengembangan produk. Melalui layanan maklon skincare, EFBA juga membantu kebutuhan manufaktur, perizinan, dan legalitas. Dukungan tersebut dapat membantu pemilik brand baru memahami tahapan pengembangan produk.

Calon pemilik brand dapat mendiskusikan alur Konsep → Formula → Sampel → Packaging → Legalitas → BPOM → Produksi bersama tim sejak awal. Dengan alur ini, brand dapat mengembangkan produk sekaligus mempersiapkan kebutuhan legalitas secara terstruktur.

private label skincare BPOM

7. Jangan Menganggap BPOM sebagai Sertifikat Kualitas Produk

Untuk produk kosmetik, brand sebaiknya menggunakan istilah notifikasi BPOM secara tepat, bukan sekadar menyebutnya “sertifikat BPOM”. Penggunaan terminologi yang akurat membantu brand menyampaikan informasi regulasi dengan lebih jelas dalam komunikasi bisnis dan pemasaran.

Bagi pemilik brand, tujuan legalitas bukan sekadar mendapatkan nomor untuk dicantumkan pada kemasan. Brand perlu menjaga kesesuaian antara formula, dokumentasi, hasil produksi, penandaan, dan informasi yang diberikan kepada konsumen selama proses pengembangan produk.

Karena itu, ketika mencari jasa private label skincare BPOM, calon pemilik brand sebaiknya tidak hanya menanyakan biaya produksi. Tanyakan juga bagaimana partner maklon menangani formula, sampel, legalitas, packaging, quality control, dan proses produksi agar brand memahami setiap tahapan sejak awal.

8. Perhatikan Penandaan, Promosi, dan Klaim Skincare

Brand skincare tentu ingin menyampaikan manfaat produknya secara menarik kepada konsumen. Namun, pemilik brand perlu menyusun klaim berdasarkan karakter dan informasi produk, bukan hanya memilih kalimat promosi karena terdengar menarik atau kuat secara marketing.

Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024 mengatur Penandaan, Promosi, dan Iklan Kosmetik dan saat ini berstatus berlaku. Regulasi tersebut mengatur ketentuan yang perlu pelaku usaha perhatikan ketika menyusun penandaan, promosi, serta iklan produk kosmetik.

Karena itu, pemilik private label skincare BPOM perlu merencanakan komunikasi produk sejak tahap pengembangan. Brand perlu menyelaraskan formula, manfaat produk, nama produk, informasi kemasan, dan materi promosi agar seluruh elemen tersebut mendukung komunikasi yang konsisten dan sesuai ketentuan.

9. Persiapkan Sertifikasi Halal Kosmetik

Selain BPOM, brand kosmetik perlu memasukkan aspek halal ke dalam roadmap pengembangan produk. Langkah ini semakin relevan bagi brand yang mengembangkan dan mempersiapkan produk kosmetik pada 2026.

BPJPH menyatakan bahwa berdasarkan PP Nomor 42 Tahun 2024, kosmetik termasuk kategori produk yang wajib memiliki sertifikat halal mulai 18 Oktober 2026. Pada Juni 2026, BPJPH kembali mencantumkan kosmetik sebagai salah satu kategori produk yang masuk dalam tahapan kewajiban sertifikasi halal tersebut.

Karena itu, brand baru sebaiknya mendiskusikan kebutuhan halal sejak awal pengembangan. Brand dapat menggunakan alur Formula → Bahan → Dokumentasi → Legalitas → Halal → Produksi untuk menghubungkan kebutuhan produk dan regulasi dalam roadmap yang lebih terencana.

10. Produksi Setelah Formula dan Legalitas Siap

Setelah brand menyetujui sampel dan menyelesaikan tahapan yang relevan, tim dapat melanjutkan proses menuju produksi sesuai kesepakatan dengan perusahaan maklon. Brand dan partner manufaktur perlu menjaga konsistensi antara sampel final, formula, dokumentasi, kemasan, dan hasil produksi untuk mempertahankan karakter serta kualitas produk.

EFBA Kosmetindo menjelaskan proses maklon skincare melalui alur Konsultasi → Formulasi → Sampel → Evaluasi → Legalitas → Packaging → Produksi → Quality Control → Produk Siap Dipasarkan. Alur tersebut membantu brand memahami hubungan antara tahap pengembangan produk, legalitas, dan produksi sebelum produk masuk ke pasar.

Pemilik brand juga perlu memahami bahwa setiap proyek dapat memiliki durasi berbeda. Jenis produk, kompleksitas formula, jumlah revisi sampel, kesiapan dokumen, kemasan, proses regulasi, dan jadwal produksi dapat memengaruhi timeline keseluruhan.

Bagaimana Proses Private Label Skincare BPOM di EFBA Kosmetindo?

EFBA Kosmetindo menjelaskan bahwa proses pengembangan dimulai melalui diskusi mengenai produk yang ingin brand buat. Setelah memahami konsep tersebut, tim R&D mengembangkan formula dan membuat sampel agar brand dapat melakukan evaluasi sebelum melanjutkan ke tahap packaging, kebutuhan merek, legalitas BPOM, dan produksi.

Secara ringkas, proses private label skincare BPOM dapat mengikuti alur Ide → Konsultasi → Formula → Sampel → Evaluasi → Packaging → Legalitas → BPOM → Produksi. Alur ini memberi kesempatan kepada brand untuk mengevaluasi produk terlebih dahulu sebelum mengalokasikan modal ke tahap produksi dalam jumlah yang lebih besar.

EFBA Kosmetindo juga menyediakan layanan bagi pemula yang belum memahami proses pengembangan bisnis skincare. Tim EFBA memberikan arahan mengenai konsep produk, formula, wadah dan kemasan, manufaktur, perizinan, serta legalitas sesuai kebutuhan dan ruang lingkup proyek.

Expertise EFBA dalam Pengembangan Brand Skincare

EFBA Kosmetindo telah menjalankan pengembangan produk kosmetik sejak 2020. Dalam proses tersebut, EFBA membantu kebutuhan konsultasi produk, pengembangan formula, pembuatan sampel, pendampingan legalitas, hingga persiapan produksi sesuai ruang lingkup proyek.

Website EFBA Kosmetindo juga mencantumkan pengalaman menangani lebih dari 150 brand client. Perusahaan menampilkan tim dengan fungsi Brand & Skincare Expert, Brand & Cosmetics Expert, R&D, serta Business Consultant, sehingga calon partner dapat mengenal tim yang mendukung proses pengembangan produk.

Dari sisi product development, EFBA Kosmetindo membantu brand menjalankan proses Konsep → Formula → Sampel → Packaging → Legalitas → Produksi. Pemilik brand kemudian dapat mengembangkan sisi bisnis melalui target pasar, positioning, struktur harga, distribusi, pemasaran, dan rencana pertumbuhan agar produk memiliki arah komersial yang lebih jelas.

Bagaimana EFBA Consulting Mendukung Sisi Bisnis Brand?

Produk yang legal belum otomatis membuat sebuah brand berhasil di pasar. Brand owner tetap perlu menentukan target konsumen, positioning, struktur biaya, harga jual, strategi pemasaran, distribusi, dan rencana pengembangan bisnis.

Dalam ekosistem EFBA, layanan konsultasi bisnis dapat mendukung pemilik brand dalam membahas perencanaan bisnis, pemasaran, operasional, dan pengembangan usaha. Pendekatan ini melengkapi proses pengembangan produk karena pemilik bisnis perlu mempersiapkan strategi komersial sebelum produk masuk ke pasar.

Brand dapat menjalankan dua jalur secara paralel: Product Development → Formula → Sample → Legalitas → Production dan Market → Positioning → Pricing → Distribution → Marketing → Growth. Dengan pendekatan tersebut, pemilik brand tidak hanya menjawab pertanyaan “bagaimana membuat skincare?”, tetapi juga mulai merencanakan bagaimana membangun bisnis skincare yang memiliki target pasar, model penjualan, dan arah pertumbuhan yang jelas.

Untuk pembahasan bisnis yang lebih luas, pemilik brand dapat mempelajari layanan konsultasi bisnis EFBA.

private label skincare BPOM

Apa yang Harus Disiapkan Sebelum Menghubungi Maklon Skincare?

Calon pemilik brand tidak harus menyiapkan seluruh detail produk sejak awal. Namun, Anda dapat membuat konsultasi lebih terarah dengan menyiapkan gambaran target konsumen, kategori produk, fungsi produk, referensi tekstur, konsep kemasan, positioning harga, serta perkiraan kebutuhan produksi.

Anda dapat menyusun product brief sederhana dengan alur Target Konsumen → Problem → Product → Benefit → Formula Direction → Packaging → Price Positioning → Sales Channel. Tim maklon kemudian menggunakan informasi tersebut sebagai dasar untuk memahami konsep dan membahas arah pengembangan produk bersama brand.

EFBA juga menyarankan calon brand menyiapkan target konsumen, jenis produk, fungsi, referensi tekstur atau produk, konsep kemasan, target harga, dan estimasi kebutuhan sebelum konsultasi. Persiapan tersebut membantu tim memahami kebutuhan brand sekaligus membuat proses konsultasi lebih efektif.

FAQ tentang Private Label Skincare BPOM

Apa itu private label skincare BPOM?

Private label skincare BPOM merupakan proses pengembangan skincare dengan merek sendiri melalui partner manufaktur atau maklon sekaligus mempersiapkan produk agar memenuhi ketentuan legalitas kosmetik yang berlaku. Proses tersebut dapat mencakup pengembangan konsep, formula, sampel, packaging, legalitas, notifikasi BPOM, hingga produksi.

Brand owner menentukan arah brand, target konsumen, positioning, dan strategi bisnis. Sementara itu, partner maklon menangani proses pengembangan dan produksi sesuai ruang lingkup kerja sama dengan pemilik brand.

Apakah pemula bisa membuat brand skincare sendiri?

Bisa. Pemilik brand dapat menggunakan jasa maklon atau contract manufacturing sehingga tidak perlu membangun fasilitas produksi sendiri.

Namun, pemula tetap perlu memahami target konsumen, konsep produk, biaya, legalitas, distribusi, dan pemasaran. EFBA Kosmetindo membantu pemula memahami konsep produk, proses manufaktur, kebutuhan perizinan, dan legalitas sesuai layanan perusahaan.

Apakah skincare harus memiliki BPOM sebelum dijual?

Brand yang ingin mengedarkan kosmetik di Indonesia perlu mengikuti ketentuan notifikasi kosmetika yang berlaku. Karena itu, brand sebaiknya memasukkan proses legalitas BPOM ke dalam roadmap pengembangan sebelum mulai memasarkan produk.

Brand juga perlu menjaga kesesuaian antara formula, dokumentasi, penandaan, dan hasil produksi. Dengan pendekatan tersebut, brand menempatkan legalitas sebagai bagian dari product development, bukan sekadar tahap administratif terakhir.

Apakah private label sama dengan maklon skincare?

Keduanya saling berkaitan, tetapi memiliki konteks yang berbeda. Private label berfokus pada pengembangan produk dengan merek milik brand, sedangkan maklon atau contract manufacturing merujuk pada kerja sama antara pemilik brand dan perusahaan manufaktur untuk mengembangkan serta memproduksi produk.

Dalam praktiknya, perusahaan maklon dapat menawarkan private labeling sekaligus membantu pengembangan formula, pembuatan sampel, packaging, dukungan regulasi, dan produksi. EFBA Kosmetindo juga membahas private label dan contract manufacturing sebagai bagian dari layanan pengembangan kosmetik dan skincare.

Apa saja produk skincare yang bisa dikembangkan?

EFBA Kosmetindo mencantumkan berbagai kategori produk seperti serum, moisturizer, facial wash, facial foam, toner, day cream, night cream, sunscreen, serta produk perawatan lainnya sesuai fasilitas dan kapabilitas produsen. Calon pemilik brand dapat mendiskusikan kategori produk yang sesuai dengan konsep dan target konsumennya.

Brand sebaiknya memilih produk berdasarkan target konsumen dan positioning. Brand baru juga tidak harus langsung membuat banyak SKU karena satu atau beberapa produk utama dapat menjadi langkah awal untuk membangun konsep dan menguji respons pasar.

Apakah EFBA Kosmetindo membantu proses BPOM dan legalitas?

Ya. Berdasarkan informasi pada website EFBA Kosmetindo, perusahaan memberikan pendampingan legalitas sebagai bagian dari proses pengembangan produk. Halaman layanan maklon skincare EFBA juga menjelaskan dukungan terkait manufaktur, perizinan, dan legalitas.

Setiap proyek dapat memiliki kebutuhan yang berbeda berdasarkan jenis produk dan kondisi pengembangannya. Karena itu, calon brand perlu membahas ruang lingkup layanan, dokumen, kebutuhan legalitas, serta timeline secara langsung dengan tim EFBA Kosmetindo pada tahap konsultasi.

Berapa lama proses private label skincare sampai BPOM dan produksi?

EFBA Kosmetindo mencantumkan estimasi beberapa tahapan pada halaman layanan maklon skincare. Estimasi tersebut mencakup proses sampel sekitar 7–14 hari kerja, HKI sekitar 3 hari kerja, BPOM sekitar 14 hari kerja, notifikasi merek ke akun BPOM sekitar 3 hari kerja, dan produksi sekitar 14 hari kerja.

EFBA Kosmetindo juga menyebut bahwa keseluruhan proses maklon membutuhkan waktu setidaknya sekitar dua bulan. Namun, timeline aktual dapat berubah karena jenis produk, kompleksitas formula, revisi sampel, kesiapan dokumen, kemasan, proses regulator, dan jadwal produksi dapat memengaruhi durasi setiap proyek.

logo efba kosmetindo

Namun, angka tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai estimasi layanan yang dipublikasikan EFBA, bukan jaminan waktu untuk setiap proyek. Revisi sampel, jenis produk, kesiapan dokumen, proses regulator, kemasan, dan jadwal produksi dapat memengaruhi timeline aktual.

Apakah skincare wajib halal pada 2026?

BPJPH menyatakan kosmetik termasuk kategori produk yang wajib bersertifikat halal mulai 18 Oktober 2026 berdasarkan penahapan yang berlaku. Karena itu, brand yang sedang mengembangkan produk perlu memasukkan kebutuhan halal ke dalam perencanaan legalitas dan produksi.

Brand sebaiknya mendiskusikan kebutuhan tersebut sejak tahap pengembangan. Hal ini membantu mengurangi perubahan yang tidak perlu ketika formula, bahan, dokumentasi, dan produksi sudah berjalan.

Mulai Private Label Skincare BPOM Bersama EFBA Kosmetindo

Membangun private label skincare BPOM membutuhkan lebih dari sekadar produk dengan kemasan menarik. Brand perlu menghubungkan Target Market → Konsep Produk → Formula → Sampel → Packaging → Legalitas → BPOM → Produksi → Marketing agar produk dan bisnis berkembang dalam arah yang sama.

EFBA Kosmetindo membantu proses pengembangan mulai dari konsultasi produk, formulasi, sampel, legalitas, hingga persiapan produksi sesuai ruang lingkup layanan yang dipublikasikan perusahaan. Calon pemilik brand dapat mempelajari layanan Maklon Skincare EFBA Kosmetindo atau Maklon Kosmetik EFBA Kosmetindo sebelum mendiskusikan konsep produk, formula, packaging, legalitas, dan kebutuhan produksi.

Jasa Maklon Kosmetik BPOM untuk Brand yang Ingin Membuat Produk Legal

jasa maklon kosmetik BPOM

Membangun brand kosmetik tidak cukup hanya dengan nama yang menarik, desain kemasan premium, dan formula yang mengikuti tren. Brand owner juga perlu memahami proses produksi, keamanan, kualitas, dan legalitas sebelum menjual produk di Indonesia.

Salah satu bagian penting dalam proses tersebut adalah notifikasi kosmetika BPOM.

Karena itu, jasa maklon kosmetik BPOM menjadi pilihan bagi entrepreneur dan pemilik bisnis yang ingin memiliki produk kosmetik dengan merek sendiri tanpa membangun fasilitas produksi dari awal.

Melalui perusahaan maklon, brand owner dapat mengembangkan konsep, mendiskusikan formula, mengevaluasi sampel, menyiapkan desain dan kemasan, memenuhi kebutuhan legalitas, serta menjalankan produksi melalui proses yang lebih terstruktur.

Namun, jangan memilih perusahaan maklon hanya berdasarkan harga.

Brand owner perlu mengetahui pihak yang memproduksi produknya. Selain itu, owner perlu memahami cara tim mengembangkan formula, menjalankan quality control, serta menyiapkan proses notifikasi BPOM.

Apa Itu Jasa Maklon Kosmetik BPOM?

Jasa maklon kosmetik BPOM merupakan layanan produksi kosmetik melalui pihak ketiga yang sekaligus memberikan dukungan dalam persiapan produk menuju proses notifikasi kosmetika BPOM sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam sistem maklon, brand owner tidak harus membangun pabrik kosmetik sendiri.

Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2022 mengatur mekanisme notifikasi kosmetika, termasuk kosmetika kontrak. Usaha perorangan atau badan usaha di bidang kosmetika dapat melakukan kontrak produksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk kosmetika kontrak, industri kosmetika penerima kontrak perlu memenuhi persyaratan yang relevan, termasuk ketentuan CPKB sesuai bentuk dan jenis sediaan kosmetika.

Per September 2026, JDIH BPOM masih mencantumkan PerBPOM Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika dengan status berlaku.

Jadi, maklon bukan sekadar “memesan kosmetik kemudian menempelkan merek”.

Prosesnya mencakup:

Konsep Produk → Formula → Sampel → Brand & Kemasan → Legalitas → Notifikasi BPOM → Produksi → Quality Control → Produk Siap Jual

Apakah Kosmetik Harus Memiliki BPOM?

Pelaku usaha yang ingin menjual kosmetik di Indonesia perlu mengikuti mekanisme izin edar berupa notifikasi sesuai ketentuan BPOM.

Karena itu, masyarakat sering menggunakan istilah “produk kosmetik BPOM” untuk merujuk pada kosmetik yang telah memperoleh nomor notifikasi.

Regulasi BPOM mencakup kriteria dan persyaratan kosmetika, tata cara pengajuan notifikasi, perubahan data, serta berbagai aspek lain yang berkaitan dengan notifikasi kosmetika.

Brand owner perlu memahami mekanisme tersebut sejak awal.

Jangan menunggu produksi massal selesai untuk memikirkan aspek regulasi. Sebaliknya, tim perlu merencanakan formula, bahan, nama produk, klaim, kemasan, pihak pemohon, dan produsen sejak tahap pengembangan.

Mengapa Brand Owner Memilih Jasa Maklon Kosmetik?

Membangun fasilitas produksi kosmetik membutuhkan persiapan yang jauh lebih kompleks daripada sekadar membeli mesin.

Perusahaan perlu menyiapkan fasilitas, sistem produksi, SDM, R&D, quality control, dokumentasi, bahan baku, packaging, dan kebutuhan regulasi.

Sistem maklon menawarkan alternatif bagi brand owner.

Owner dapat memusatkan perhatian pada konsep, positioning, marketing, distribusi, dan penjualan. Sementara itu, tim manufaktur menangani proses formulasi dan produksi sesuai ruang lingkup kerja sama.

Namun, sistem maklon tetap membutuhkan keterlibatan owner.

Pemilik brand sebaiknya memahami formula produknya, mengevaluasi sampel, mengetahui pihak produsen, memahami struktur legalitas, memeriksa spesifikasi, dan memastikan informasi produk sesuai dengan konsep bisnis.

Bagaimana Cara Memilih Jasa Maklon Kosmetik BPOM?

Saat memilih jasa maklon kosmetik BPOM, jangan memulai dengan pertanyaan “berapa harga termurah?”

Pertanyaan yang lebih tepat adalah:

“Apakah perusahaan ini sesuai dengan produk yang ingin saya kembangkan?”

Mulailah dengan memeriksa identitas perusahaan dan fasilitas manufaktur yang akan memproduksi produk.

Selanjutnya, pelajari cara perusahaan menjalankan pengembangan produk, pembuatan sampel, produksi, quality control, dan dukungan legalitas.

Untuk kosmetika kontrak, PerBPOM Nomor 21 Tahun 2022 mengatur persyaratan terkait kontrak produksi dengan industri kosmetika yang memenuhi ketentuan CPKB sesuai bentuk dan jenis sediaan kosmetika.

Karena itu, brand owner perlu memverifikasi fasilitas yang akan memproduksi produknya.

Jangan hanya menilai perusahaan dari desain website atau harga paket.

1. Mulai dari Konsep Produk yang Jelas

Sebelum menghubungi perusahaan maklon, tentukan produk yang ingin Anda buat.

Apakah Anda ingin mengembangkan serum, moisturizer, facial wash, toner, sunscreen, body lotion, body serum, shampoo, sabun, atau kategori lainnya?

Setelah menentukan produk, kenali target konsumennya.

Sebagai contoh, konsep “serum wajah” masih terlalu luas. Brand dapat memperjelas konsep tersebut menjadi serum bertekstur ringan untuk kelompok konsumen tertentu dengan positioning dan pengalaman penggunaan yang spesifik.

Konsep awal yang jelas akan mempermudah diskusi dengan tim R&D.

Gunakan kerangka:

Target Market → Problem → Product → Formula Concept → Positioning → Packaging → Price

Dengan pendekatan tersebut, brand tidak hanya membuat produk karena mengikuti tren.

2. Diskusikan Formula dengan Tim R&D

Formula merupakan inti dari produk kosmetik.

Brand owner mungkin sudah menentukan bahan aktif yang ingin digunakan. Namun, tim tidak sebaiknya menentukan formula hanya berdasarkan popularitas satu bahan.

Tim formulasi perlu mempertimbangkan komposisi keseluruhan, fungsi bahan, tekstur, stabilitas, karakter produk, pengalaman penggunaan, dan regulasi yang relevan.

Di sinilah perusahaan maklon memiliki peran penting.

Owner membawa konsep bisnis dan produk. Selanjutnya, tim R&D menerjemahkan konsep tersebut menjadi formula untuk pengembangan lebih lanjut.

Karena itu, jangan memilih jasa maklon kosmetik BPOM hanya karena perusahaan menawarkan banyak pilihan formula.

Perhatikan juga kualitas konsultasinya.

Partner maklon sebaiknya membantu owner memahami produk yang realistis untuk dikembangkan berdasarkan konsep, target pasar, dan kebutuhan brand.

3. Buat dan Evaluasi Sampel Sebelum Produksi

Setelah menyelesaikan formula awal, tim R&D dapat membuat sampel.

Pada tahap ini, brand owner dapat mengevaluasi karakter produk sebelum memasuki produksi komersial.

Untuk moisturizer, misalnya, owner dapat memeriksa tekstur, daya sebar, sensasi setelah penggunaan, aroma, warna, dan kesesuaiannya dengan konsep brand.

Jika hasilnya belum sesuai, owner dan tim R&D dapat mengevaluasi atau menyesuaikan formula.

Jangan terburu-buru memulai produksi hanya untuk mengejar tanggal launching.

Sampel membantu brand owner dan perusahaan maklon menyamakan ekspektasi sebelum melanjutkan proyek.

4. Persiapkan Merek dan Kemasan

Kosmetik bukan hanya tentang formula.

Brand owner juga membutuhkan nama produk, merek, identitas visual, kemasan primer, kemasan sekunder jika diperlukan, serta informasi label.

Tim sebaiknya menjalankan proses tersebut bersamaan dengan regulatory review.

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mencetak kemasan dalam jumlah besar sebelum tim menyelesaikan seluruh informasi produk.

Ketika formula, nama, klaim, atau informasi lain berubah, tim desain mungkin perlu melakukan revisi.

Karena itu, gunakan urutan:

Formula Final → Regulatory Review → Informasi Label → Final Artwork → Printing

Urutan tersebut membantu brand mengurangi revisi yang sebenarnya dapat mereka cegah sejak awal.

5. Persiapkan Notifikasi BPOM

Setelah tim menyelesaikan produk dan dokumen pendukung, brand dapat memasuki tahap persiapan notifikasi kosmetika.

PerBPOM Nomor 21 Tahun 2022 mengatur tata cara pengajuan notifikasi kosmetika. Database resmi BPOM per September 2026 masih mencantumkan regulasi tersebut dengan status berlaku.

Untuk kosmetika kontrak, regulasi tersebut juga mengatur persyaratan bagi usaha atau badan usaha yang melakukan kontrak produksi.

Persyaratan tersebut antara lain mencakup dokumen perjanjian kerja sama kontrak produksi dengan industri kosmetika yang memenuhi ketentuan CPKB sesuai bentuk dan jenis sediaan kosmetika.

Ketentuan ini menunjukkan hubungan erat antara pemilihan partner maklon dan persiapan BPOM.

Brand owner tidak hanya memasukkan nama produk ke dalam proses notifikasi.

Ada hubungan antara:

Pemohon → Produsen → Formula → Produk → Merek → Dokumen → Notifikasi

Karena itu, brand owner dan partner maklon perlu menjaga konsistensi seluruh bagian tersebut.

6. Jalankan Produksi Sesuai Formula dan Sampel

Setelah brand owner menyetujui formula dan sampel serta tim menyelesaikan tahapan legalitas yang relevan, proses dapat bergerak menuju produksi.

Tim produksi perlu menjaga karakter produk sesuai formula, spesifikasi, dan sampel yang menjadi acuan.

Jika tim perlu melakukan perubahan, semua pihak sebaiknya memahami alasan dan dampaknya terlebih dahulu.

Pada tahap ini, dokumentasi dan quality control memegang peran penting.

Brand owner juga perlu memahami spesifikasi produknya.

Jangan hanya mengetahui nama dan harga produk. Kenali produsennya, pahami formula atau spesifikasi yang relevan, periksa kemasan, nomor batch, informasi label, dan dokumen produk.

Transparansi tersebut membantu brand dan perusahaan maklon membangun hubungan kerja yang lebih profesional.

Legalitas Tidak Sama dengan Kualitas, tetapi Keduanya Saling Berkaitan

Nomor BPOM bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas produk kosmetik.

Sebaliknya, formula yang terasa bagus juga tidak menggantikan kebutuhan legalitas.

Keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Legalitas menunjukkan kepatuhan terhadap mekanisme dan persyaratan yang berlaku. Keamanan berhubungan dengan formula, bahan, serta cara konsumen menggunakan produk.

Sementara itu, quality control membantu perusahaan menjaga mutu produk. Transparansi memberikan informasi yang jelas kepada brand owner dan konsumen.

Hubungannya dapat menggunakan kerangka:

Legalitas → Keamanan → Quality Control → Transparansi → Kepercayaan Konsumen

Brand yang ingin berkembang dalam jangka panjang sebaiknya tidak hanya bertanya:

“Apakah nomor BPOM sudah keluar?”

Brand juga perlu bertanya:

“Apakah produk kami konsisten, apakah informasinya jelas, apakah tim menjaga kualitasnya, dan apakah kami dapat mempertanggungjawabkan klaim marketing?”

Karena itu, tempatkan legalitas sebagai bagian dari sistem pengembangan produk, bukan sekadar formalitas.

Jangan Tergiur Jasa Maklon yang Menjanjikan “Pasti Lolos BPOM”

Brand owner perlu berhati-hati terhadap janji absolut.

Perusahaan maklon dapat membantu menyiapkan formula, dokumen, dan proses notifikasi. Namun, regulator tetap menjalankan proses sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, jangan menjadikan klaim seperti “100% pasti lolos BPOM” sebagai dasar utama dalam memilih partner.

Pendekatan yang lebih profesional menggunakan alur:

Regulatory Check → Dokumen Lengkap → Data Akurat → Pengajuan → Evaluasi → Tindak Lanjut

Partner jasa maklon kosmetik BPOM sebaiknya membantu brand membuat proses lebih terarah tanpa memberikan jaminan absolut atas keputusan regulator.

Apakah Maklon BPOM Berarti Brand Tidak Perlu Mengurus Apa Pun?

Tidak sepenuhnya.

Maklon memang dapat mengurangi kompleksitas teknis bagi brand owner. Namun, pemilik brand tetap perlu terlibat dalam keputusan strategis.

Owner perlu menentukan konsep, positioning, target pasar, karakter produk, desain, harga jual, dan strategi pemasaran.

Selain itu, owner sebaiknya memahami struktur legal produknya.

Ketahui pihak yang menjadi pemohon notifikasi dan produsen. Pastikan juga owner memahami merek, produk, formula atau spesifikasi yang relevan, serta struktur hubungan kontraknya.

Partner maklon sebaiknya membuat proses lebih mudah bagi owner untuk memahami produknya, bukan menghilangkan akses terhadap informasi penting.

Expertise EFBA Kosmetindo dalam Jasa Maklon Kosmetik

EFBA Kosmetindo menyediakan layanan pengembangan dan maklon kosmetik untuk brand yang ingin membuat produk dengan merek sendiri.

Melalui website resminya, EFBA Kosmetindo menjelaskan proses maklon yang mencakup diskusi kebutuhan produk, pembuatan sampel oleh tim R&D, desain produk dan packaging, dukungan pendaftaran merek, dukungan pendaftaran varian produk ke BPOM, produksi berdasarkan sampel yang mendapat persetujuan klien, hingga distribusi produk jadi.

Informasi tersebut berasal dari website resmi perusahaan. Karena itu, artikel ini menempatkannya sebagai gambaran layanan yang EFBA Kosmetindo publikasikan, bukan sebagai verifikasi independen atas setiap proyek.

Bagi brand owner, model layanan tersebut menunjukkan bahwa proses maklon melibatkan lebih dari kegiatan produksi.

Alurnya dapat mencakup:

Konsep → R&D → Sampel → Brand & Packaging → Regulatory Support → Produksi → Quality Control → Distribusi

Brand owner yang sedang mencari jasa maklon kosmetik BPOM dapat menggunakan alur tersebut sebagai salah satu kerangka ketika membandingkan kebutuhan bisnis dengan layanan perusahaan maklon.

jasa maklon kosmetik BPOM

Dengan demikian, proses yang dipublikasikan EFBA dapat diringkas menjadi:

Konsultasi → R&D → Sample → Design → Legalitas → BPOM → Production → Delivery

Model tersebut relevan bagi brand owner yang tidak hanya mencari tempat produksi, tetapi membutuhkan proses pengembangan produk yang lebih terintegrasi.

EFBA Kosmetindo juga menyatakan melalui website resminya bahwa perusahaan mulai memiliki pengalaman di industri maklon sejak 2020. Informasi ini merupakan klaim pengalaman yang dipublikasikan perusahaan sendiri.

Website EFBA Kosmetindo juga mempublikasikan berbagai kategori produk yang dapat dikembangkan melalui layanan maklon, sehingga calon brand dapat memulai pembicaraan berdasarkan jenis dan konsep produk yang dibutuhkan.

Untuk informasi lebih lengkap, calon brand owner dapat mempelajari layanan EFBA Kosmetindo.

Maklon Skincare untuk Brand yang Ingin Memulai dari Nol

Bagi brand yang fokus pada skincare, EFBA Kosmetindo juga memiliki layanan khusus maklon skincare.

Halaman resmi perusahaan menjelaskan model maklon sebagai layanan produksi pihak ketiga yang disesuaikan dengan kebutuhan brand. Website tersebut juga mempublikasikan pendampingan pengembangan produk sejak tahap awal hingga produk siap diluncurkan.

Calon brand dapat mempelajari Maklon Skincare EFBA Kosmetindo untuk melihat cakupan layanan yang relevan.

Bagi brand yang ingin membuat formula dengan karakter lebih spesifik, EFBA Kosmetindo juga memiliki pembahasan mengenai custom skincare manufacturing. Pendekatan ini memberi ruang bagi brand untuk mendiskusikan bahan aktif, tekstur, manfaat, serta positioning dengan tim R&D sebelum produksi.

Bagaimana Proses Maklon di EFBA Kosmetindo?

Berdasarkan alur yang dipublikasikan pada website EFBA Kosmetindo, proses dimulai dari diskusi atau meeting mengenai produk yang diinginkan.

Setelah konsep dipahami, tim R&D membuat sampel berdasarkan hasil diskusi.

Tahap berikutnya meliputi desain produk dan packaging, dukungan terkait merek dan BPOM, kemudian produksi berdasarkan sampel yang telah disetujui. Produk yang selesai kemudian didistribusikan kepada klien.

Alur tersebut penting karena brand owner tidak seharusnya langsung memulai dari produksi.

Ide → Konsultasi → Formula → Sample Approval → Legalitas → Production

memberikan ruang untuk melakukan evaluasi sebelum modal dialokasikan ke produksi yang lebih besar.

Dalam ekosistem EFBA, PT EFBA Digital Mulia juga mempublikasikan layanan toll manufacturing, OEM, private labeling, pengembangan formulasi, pembuatan sampel, registrasi merek, dukungan regulasi, dan produksi.

Informasi mengenai ekosistem perusahaan dan layanan lainnya dapat dilihat melalui PT EFBA Digital Mulia.

Apa yang Perlu Ditanyakan Sebelum Memilih Maklon Kosmetik?

Sebelum menentukan partner, brand owner sebaiknya datang dengan beberapa pertanyaan.

Tanyakan apakah jenis produk yang ingin dibuat sesuai dengan kemampuan fasilitas produksi yang digunakan.

Kemudian, tanyakan bagaimana proses pembuatan sampel, berapa kali mekanisme revisi yang tersedia, siapa yang menangani regulatory support, bagaimana mekanisme notifikasi BPOM, bagaimana proses quality control, serta kapan produksi dimulai.

Selanjutnya, tanyakan mengenai MOQ, estimasi biaya, pilihan kemasan, lead time, pembayaran, kepemilikan merek, serta dokumen kerja sama.

Tidak semua jawaban harus sama antara satu perusahaan dan perusahaan lain.

Yang paling penting adalah kejelasan.

Brand owner perlu mengetahui apa yang termasuk dalam quotation, apa yang tidak termasuk, siapa yang bertanggung jawab pada setiap tahap, serta apa yang terjadi apabila konsep atau formula berubah.

Jangan Hanya Membandingkan Harga Maklon Kosmetik

Dua quotation maklon dapat memiliki nominal berbeda karena ruang lingkupnya juga berbeda. Satu penawaran mungkin hanya mencakup produksi. Penawaran lain dapat memasukkan formulasi, sampel, desain, kemasan, regulatory support, atau layanan lainnya.

Karena itu, jangan membandingkan angka terakhir saja. Gunakan:

Harga → Scope of Work → Formula → Sample → Packaging → Legalitas → MOQ → Production → Timeline

Barulah penawaran dapat dibandingkan secara lebih objektif.

Harga murah tidak selalu berarti lebih efisien apabila brand harus membayar banyak komponen tambahan setelah proyek dimulai. Sebaliknya, harga lebih tinggi juga tidak otomatis berarti kualitas lebih baik. Verifikasi ruang lingkup pekerjaan.

Kapan Brand Sebaiknya Menghubungi Perusahaan Maklon?

Waktu yang tepat tidak harus menunggu seluruh konsep sempurna.

Bahkan, brand yang baru memiliki ide dasar dapat mulai berkonsultasi untuk mengetahui apakah konsep tersebut realistis dikembangkan.

Namun, semakin jelas informasi awal yang diberikan, semakin produktif diskusinya.

Minimal, persiapkan gambaran mengenai jenis produk, target konsumen, manfaat utama, referensi tekstur atau produk, estimasi harga jual, konsep kemasan, dan target launching.

Tim maklon kemudian dapat membantu mengarahkan kebutuhan pengembangan lebih lanjut sesuai layanan yang tersedia.

FAQ 

Apa itu jasa maklon kosmetik BPOM?

Jasa maklon kosmetik BPOM adalah layanan pengembangan dan produksi kosmetik melalui pihak ketiga yang juga memberikan dukungan terhadap persiapan dan proses notifikasi BPOM sesuai ruang lingkup layanan dan ketentuan yang berlaku.

Apakah brand kosmetik harus memiliki pabrik sendiri?

Tidak. PerBPOM Nomor 21 Tahun 2022 mengatur mekanisme kosmetika kontrak yang memungkinkan usaha atau badan usaha di bidang kosmetika melakukan kontrak produksi dengan industri kosmetika sesuai persyaratan yang berlaku.

Apakah perusahaan maklon dapat membantu BPOM?

Ya, perusahaan maklon dapat memberikan regulatory support apabila layanan tersebut tersedia. EFBA Kosmetindo sendiri mempublikasikan dukungan proses legalitas, termasuk BPOM, dalam alur layanan maklonnya.

Apakah menggunakan jasa maklon menjamin BPOM pasti disetujui?

Tidak sebaiknya dipahami seperti itu. Perusahaan maklon dapat membantu menyiapkan produk dan proses pengajuan, tetapi notifikasi tetap harus memenuhi ketentuan regulator yang berlaku.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menghubungi jasa maklon?

Brand owner sebaiknya memiliki gambaran mengenai jenis produk, target konsumen, konsep formula atau manfaat, positioning, referensi produk, kemasan, target harga jual, serta rencana bisnisnya. Konsep tersebut kemudian dapat dibahas bersama tim maklon.

Apakah maklon hanya cocok untuk brand baru?

Tidak. Maklon juga dapat digunakan oleh bisnis yang sudah berjalan dan ingin mengembangkan kategori atau lini produk baru tanpa membangun fasilitas produksi sendiri.

Bagaimana memilih jasa maklon kosmetik BPOM yang tepat?

Periksa identitas perusahaan dan fasilitas produksi yang digunakan, kemampuan R&D, proses pembuatan sampel, dukungan legalitas, transparansi biaya, quality control, ruang lingkup pekerjaan, serta mekanisme komunikasi selama proyek.

Memilih jasa maklon kosmetik BPOM bukan sekadar mencari pabrik yang dapat membuat serum, moisturizer, body lotion, atau produk kosmetik lainnya.

Brand owner sedang memilih partner yang akan terlibat dalam pengembangan salah satu aset utama bisnisnya: produk.

Karena itu, proses sebaiknya dimulai dari:

Concept → R&D → Sample → Regulatory Preparation → BPOM → Production → Quality Control → Launch

Legalitas memberikan dasar kepatuhan. Formula dan quality control berperan terhadap keamanan serta kualitas. Transparansi membantu owner memahami produk yang dimilikinya. Sementara komunikasi yang jelas membantu membangun hubungan bisnis yang lebih sehat.

logo efba kosmetindo

EFBA Kosmetindo mempublikasikan layanan pendampingan mulai dari konsep, formulasi, sampel, desain, legalitas, hingga persiapan produksi.

Jika Anda sedang merencanakan brand skincare atau kosmetik, pelajari Jasa Maklon EFBA Kosmetindo atau Maklon Skincare EFBA Kosmetindo untuk melihat proses dan pilihan pengembangan produk yang tersedia.

Cara Daftar BPOM Kosmetik: Tahapan yang Perlu Dipahami Brand Owner

cara daftar BPOM kosmetik

Memiliki formula skincare atau kosmetik yang menarik belum berarti brand dapat langsung menjual produk tersebut. Sebelum menjual kosmetik secara komersial di Indonesia, brand owner perlu memahami ketentuan izin edar yang berlaku.

BPOM menetapkan mekanisme notifikasi sebagai izin edar kosmetika. Karena itu, pelaku usaha perlu mengajukan notifikasi kepada BPOM sebelum menjual kosmetik kepada konsumen.

Ketika orang mencari cara daftar BPOM kosmetik, istilah yang lebih tepat sebenarnya adalah proses pengajuan notifikasi kosmetika.

Bagi brand owner yang menggunakan jasa maklon, proses tersebut berkaitan langsung dengan pengembangan produk. Tim perlu menyelaraskan formula, bahan, nama produk, merek, klaim, kemasan, data perusahaan, pihak produsen, dan dokumen pendukung dengan persyaratan yang berlaku.

Bagaimana Cara Daftar BPOM Kosmetik?

Secara singkat, cara daftar BPOM kosmetik dimulai dengan menentukan pihak yang menjadi pemohon notifikasi. Selanjutnya, perusahaan perlu memastikan industri kosmetik dan pemohon memenuhi persyaratan, menyiapkan produk serta formula, membuat akun pada sistem Notifkos, memasukkan data produk, mengajukan permohonan, dan mengikuti proses verifikasi BPOM.

Apabila seluruh persyaratan terpenuhi, BPOM dapat menerbitkan nomor notifikasi kosmetika.

Alur sederhananya:

Konsep Produk → Formula → Pemohon Notifikasi → Dokumen Perusahaan → Akun Notifkos → Data Produk → Pengajuan → Verifikasi BPOM → Nomor Notifikasi → Pemasaran Produk

Brand owner sebaiknya tidak menunggu produksi massal selesai sebelum memikirkan BPOM.

Sebaliknya, tim perlu mempertimbangkan aspek regulasi sejak tahap pengembangan. Pendekatan tersebut membantu brand menyelaraskan formula, bahan, klaim, kemasan, dan identitas produk dengan ketentuan yang relevan sejak awal.

Apa yang Dimaksud Notifikasi Kosmetika BPOM?

Menurut FAQ resmi Direktorat Standardisasi OTSKK BPOM, Notifikasi Kosmetika merupakan persetujuan Kepala Badan atas pemberitahuan pelaku usaha untuk mengedarkan kosmetika di Indonesia setelah pelaku usaha memenuhi persyaratan pengajuan permohonan izin edar.

Dalam praktiknya, masyarakat sering menggunakan istilah “daftar BPOM”, “izin BPOM kosmetik”, atau “registrasi BPOM skincare” untuk merujuk pada proses memperoleh nomor notifikasi kosmetika.

Brand owner juga perlu memahami Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika sebagai salah satu dasar regulasinya.

PerBPOM No. 21 Tahun 2022 – JDIH BPOM

Siapa yang Bisa Mendaftarkan Kosmetik ke BPOM?

Bagian ini sering membingungkan brand owner ketika mempelajari cara daftar BPOM kosmetik.

BPOM mencantumkan beberapa kategori pemohon notifikasi. Kategori tersebut mencakup industri kosmetik di Indonesia, usaha perorangan atau badan usaha di bidang kosmetik yang melakukan kontrak produksi dengan industri kosmetik di Indonesia, serta importir kosmetik yang memenuhi ketentuan terkait.

Artinya, brand owner tidak selalu harus memiliki pabrik kosmetik sendiri.

Melalui model maklon, usaha atau badan usaha pemilik brand dapat bekerja sama melalui kontrak produksi dengan industri kosmetik yang memenuhi ketentuan.

Karena itu, pemilihan perusahaan maklon bukan sekadar persoalan harga produksi. Brand owner juga perlu mempertimbangkan kemampuan partner dalam pengembangan formula, produksi, dokumentasi, serta dukungan terhadap proses regulasi produk.

1. Tentukan Konsep Produk Sebelum Mengurus BPOM

Mulailah proses dari konsep produk.

Brand owner perlu menentukan jenis produk yang ingin dibuat, misalnya serum, moisturizer, toner, facial wash, body lotion, body serum, shampoo, atau jenis kosmetik lainnya.

Namun, konsep “ingin membuat serum brightening” saja belum cukup.

Brand perlu menentukan target konsumen, karakter produk, tekstur, bahan yang ingin digunakan, positioning, kemasan, ukuran, dan klaim.

Mengapa tahap tersebut berkaitan dengan BPOM?

Sebab, identitas produk, formula, bahan, kegunaan, dan informasi dalam pengajuan perlu memiliki hubungan yang jelas.

Konsep awal yang matang juga membantu tim formulasi dan regulatory memetakan kebutuhan pengembangan produk dengan lebih mudah.

2. Kembangkan Formula dan Periksa Bahan Kosmetik

Tahap berikutnya berfokus pada pengembangan formula.

Formula perlu menghasilkan karakter produk yang sesuai dengan konsep. Pada saat yang sama, tim formulasi juga perlu memastikan bahan kosmetik mengikuti persyaratan teknis yang berlaku.

Database regulasi BPOM antara lain mencantumkan PerBPOM No. 17 Tahun 2022, yang mengubah PerBPOM No. 23 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika.

Dalam proses melalui Notifkos, pemohon juga perlu memasukkan informasi bahan sebagai bagian dari data produk.

FAQ resmi BPOM menjelaskan bahwa pemohon mencari bahan berdasarkan INCI Name, memilih fungsi bahan, lalu memasukkan persentasenya hingga formula tercatat secara lengkap.

Apabila database Notifkos belum memiliki suatu bahan, BPOM menyediakan mekanisme penambahan bahan. Proses tersebut antara lain membutuhkan INCI Name, CAS Number, Certificate of Analysis, Material Safety Data Sheet, dan referensi terkait.

Karena itu, tim formulasi sebaiknya tidak menyusun formula hanya berdasarkan tren bahan aktif di media sosial.

Gunakan pendekatan:

Konsep → Formula → Bahan → Safety & Regulatory Review → Sample

Alur tersebut membantu tim menghubungkan konsep produk dengan kebutuhan teknis dan regulasi sejak awal.

3. Tentukan Pemohon Notifikasi dan Hubungan dengan Pabrik Maklon

Jika brand owner menggunakan sistem maklon, semua pihak perlu memahami struktur kerja sama sejak awal.

BPOM memasukkan usaha perorangan atau badan usaha di bidang kosmetik yang melakukan kontrak produksi dengan industri kosmetik di Indonesia sebagai salah satu kategori pemohon notifikasi, sepanjang pihak tersebut memenuhi ketentuan yang berlaku.

Untuk kategori badan usaha pemberi kontrak, FAQ BPOM mencantumkan beberapa dokumen khusus, seperti rekomendasi sebagai pemohon notifikasi, izin usaha, dan dokumen perjanjian kerja sama kontrak.

Brand owner tetap perlu memeriksa persyaratan detail berdasarkan status perusahaan dan ketentuan terbaru pada saat mengajukan permohonan.

Sebelum melanjutkan proses, pastikan struktur berikut jelas:

Siapa pemohon notifikasi → Siapa produsen → Siapa pemilik merek → Apa dasar kerja samanya

Kejelasan struktur membantu perusahaan menjaga konsistensi administrasi produk.

4. Siapkan Merek dan Identitas Produk dengan Benar

Merek juga memiliki hubungan dengan proses notifikasi.

FAQ BPOM mencantumkan beberapa dokumen terkait merek. Sesuai kondisi yang berlaku, dokumen tersebut dapat mencakup sertifikat merek, perjanjian lisensi untuk penerima lisensi, serta Surat Pernyataan Hak atas Merek.

BPOM juga menjelaskan nama kosmetika sebagai rangkaian nama yang terdiri atas merek dan nama produk sebagaimana tercantum dalam template notifikasi.

Karena itu, brand owner sebaiknya mengelola nama merek, nama produk, desain label, dan proses BPOM secara terintegrasi.

Tim perlu menyelaraskan seluruh elemen tersebut sejak awal.

Kesalahan penamaan atau perubahan konsep di tengah proses dapat menambah pekerjaan administratif. Perencanaan yang matang membantu brand mengurangi risiko tersebut.

5. Daftarkan Akun Pemohon pada Sistem Notifkos

BPOM menyediakan aplikasi Notifkos Online untuk proses notifikasi kosmetika.

FAQ resmi BPOM menjelaskan bahwa pemohon memulai proses izin edar dengan mendaftarkan akun notifikasi. Setelah akun siap, pemohon dapat melanjutkan ke pendaftaran produk.

Notifkos Online BPOM

Dalam panduannya, BPOM membagi struktur akun menjadi Head Account, Sub Account, dan Sub Perusahaan. Saat registrasi, perusahaan memasukkan NIB, melengkapi informasi perusahaan, lalu mengatur akun dan data sesuai status perusahaan.

Bagian ini menunjukkan bahwa cara daftar BPOM kosmetik tidak sekadar mengunggah foto produk.

Sistem tersebut menghubungkan identitas perusahaan, status pemohon, pabrik atau produsen, merek, formula, dan informasi produk.

6. Masukkan Data Produk Kosmetik

Setelah menyiapkan struktur akun, pemohon dapat melanjutkan ke tahap pendaftaran produk.

Menurut FAQ BPOM, pemohon antara lain perlu memilih status produk, produsen, pengemas jika pihaknya berbeda, serta merek.

Selanjutnya, pemohon memasukkan nama produk, warna sediaan, kegunaan, kemasan primer dan sekunder jika ada, netto, satuan, serta formula.

Untuk data bahan, pemohon menggunakan INCI Name sekaligus mencantumkan fungsi dan persentasenya.

Periksa kembali seluruh informasi sebelum melakukan submit.

Tahap ini sangat penting.

Pastikan hubungan berikut tetap konsisten:

Formula → Nama Produk → Kegunaan → Klaim → Kemasan → Label

Brand owner perlu memastikan konsep marketing tetap mengikuti karakter produk dan ketentuan klaim kosmetik.

BPOM juga menetapkan prinsip bahwa iklan kosmetik harus objektif dan tidak menyesatkan. Pelaku usaha juga tidak boleh menyampaikan kosmetik seolah-olah sebagai obat atau produk untuk mencegah penyakit.

7. Submit Pengajuan dan Ikuti Verifikasi BPOM

Setelah memastikan seluruh data lengkap, pemohon dapat mengirim permohonan untuk memasuki tahap verifikasi.

BPOM menyebut jangka waktu verifikasi produk kosmetik selama 14 hari kerja, sedangkan parfum memiliki jangka waktu 3 hari kerja.

Namun, brand owner perlu memahami konteks angka tersebut.

Durasi verifikasi tidak sama dengan keseluruhan waktu pengembangan produk. Sebelum tahap tersebut, brand dapat melalui pengembangan formula, pembuatan sample, revisi, persiapan merek, pengumpulan dokumen badan usaha, pembuatan akun, hingga desain kemasan.

Kebutuhan koreksi data atau persyaratan tambahan juga dapat memperpanjang keseluruhan proyek.

Karena itu, jangan menyusun jadwal launching hanya berdasarkan durasi verifikasi BPOM.

Gunakan timeline:

Product Development → Sample Approval → Regulatory Preparation → BPOM Submission → Verification → Production → Launch

Alur tersebut membantu brand membuat target launching yang lebih realistis.

8. Nomor Notifikasi Terbit, Apakah Produk Langsung Bisa Dipasarkan?

Ketika seluruh persyaratan terpenuhi, BPOM dapat menerbitkan nomor notifikasi. Nomor tersebut menjadi bagian dari dasar izin edar kosmetika sesuai produk yang masuk dalam proses notifikasi.

BPOM menyatakan bahwa nomor notifikasi kosmetik berlaku selama 3 tahun.

Setelah memperoleh nomor tersebut, brand owner tetap perlu menjaga kesesuaian antara produk, informasi notifikasi, produksi, dan ketentuan yang berlaku.

Nomor notifikasi juga tidak memberikan kebebasan kepada brand untuk membuat klaim apa pun.

Marketing, label, informasi produk, dan iklan tetap harus mengikuti ketentuan kosmetik.

BPOM juga menegaskan larangan mengiklankan kosmetik yang belum memperoleh izin edar.

Karena itu, tim regulatory dan marketing perlu berjalan selaras.

Berapa Lama Cara Daftar BPOM Kosmetik sampai Selesai?

Tidak ada satu durasi total yang tepat untuk seluruh brand.

BPOM memang menyebut jangka waktu verifikasi produk kosmetik selama 14 hari kerja dan parfum selama 3 hari kerja. Namun, perjalanan pengembangan produk sudah dimulai jauh sebelum tahap verifikasi.

Brand dengan formula final dan dokumen yang tertata tentu menghadapi kondisi berbeda dari brand yang masih menentukan nama, mengubah formula, mengganti kemasan, atau melengkapi dokumen perusahaan.

Karena itu, ketika mempelajari cara daftar BPOM kosmetik, jangan hanya bertanya:

“Berapa lama BPOM keluar?”

Pertanyaan yang lebih tepat adalah:

“Apakah formula, merek, perusahaan, dokumen, kemasan, dan data produk saya sudah siap untuk pengajuan?”

Tingkat kesiapan tersebut sangat memengaruhi kelancaran proses.

Apakah Brand Owner Harus Mengurus BPOM Sendiri?

Tidak selalu.

BPOM memasukkan badan usaha di bidang kosmetik yang melakukan kontrak produksi dengan industri kosmetik di Indonesia sebagai salah satu kategori pemohon notifikasi sesuai persyaratan yang berlaku.

Dalam model maklon, partner manufaktur dapat membantu brand owner menangani berbagai pekerjaan teknis, mulai dari pengembangan produk hingga dukungan proses registrasi.

Alasan tersebut membuat sebagian brand owner memilih maklon daripada membangun fasilitas manufaktur sendiri.

Namun, owner tetap perlu memahami proses dasarnya.

Brand owner sebaiknya mengetahui siapa pemilik nomor notifikasi, siapa produsen produk, formula yang masuk dalam pengajuan, klaim yang digunakan, serta dokumen yang menjadi dasar kerja sama.

Pendampingan mengurangi kompleksitas, tetapi transparansi tetap penting.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mengurus BPOM Kosmetik

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mengembangkan produk dengan fokus penuh pada marketing, lalu baru memeriksa aspek regulasi.

Sebagai contoh, brand sudah menentukan nama dan klaim yang sangat agresif serta mencetak desain kemasan dalam jumlah besar. Namun, tim belum memeriksa formula dan wording dari perspektif regulasi.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan kebutuhan revisi sekaligus menambah biaya.

Kesalahan lainnya muncul ketika brand menganggap satu nomor notifikasi dapat berlaku bebas untuk produk yang berbeda.

BPOM menjelaskan bahwa satu nama kosmetik hanya dapat memiliki satu pemohon notifikasi.

Brand owner juga sebaiknya tidak menjadikan nomor BPOM sebagai pengganti seluruh proses quality control.

Legalitas, keamanan, kualitas, dan konsistensi produksi merupakan elemen berbeda yang saling melengkapi.

BPOM Bukan Hanya Nomor di Kemasan

Bagi brand owner, nilai proses regulasi lebih luas daripada sekadar mendapatkan kode pada label.

Hubungannya dapat menggunakan alur:

Legalitas → Safety → Quality Control → Transparansi → Consumer Confidence

Legalitas membantu memastikan produk mengikuti mekanisme peredaran sesuai ketentuan.

Safety berkaitan dengan formula, bahan, dan penggunaan produk.

Melalui quality control, perusahaan dapat menjaga konsistensi produk berdasarkan parameter yang relevan.

Sementara itu, transparansi membantu konsumen memahami pihak yang memproduksi atau mengedarkan produk, cara penggunaan, kandungan, dan informasi penting lainnya.

Ketika seluruh elemen tersebut berjalan bersama, brand dapat membangun fondasi kepercayaan yang lebih kuat.

Namun, brand tidak boleh menjadikan nomor notifikasi sebagai jaminan bahwa produk pasti cocok untuk setiap konsumen atau selalu memberikan hasil tertentu.

Expertise EFBA Kosmetindo dalam Maklon dan Pengurusan BPOM Kosmetik

Bagi brand owner yang tidak ingin menangani pengembangan dan manufaktur sendirian, EFBA Kosmetindo menyediakan layanan maklon kosmetik.

Melalui website resminya, EFBA Kosmetindo menyatakan bahwa PT EFBA Digital Mulia bergerak dalam jasa maklon kosmetik dan memiliki pengalaman di bidang tersebut sejak 2020.

Informasi tersebut berasal dari pernyataan perusahaan melalui website resminya. Karena itu, artikel ini menempatkannya sebagai pengalaman yang EFBA Kosmetindo klaim dan publikasikan, bukan sebagai penilaian independen.

EFBA Kosmetindo juga menampilkan layanan maklon untuk berbagai kategori, seperti facial wash, BB cream, body lotion, body scrub, body serum, body wash, conditioner, day cream, facial foam, foundation, hair mask, hair serum, lip tint, moisturizer, night cream, shampoo, serum, toner, dan kategori kosmetik lainnya.

Pelajari lebih lanjut melalui Layanan Maklon Kosmetik EFBA Kosmetindo.

Dalam ekosistem EFBA, PT EFBA Digital Mulia juga menjelaskan layanan pengembangan dan reformulasi produk, registrasi atau notifikasi BPOM, desain logo dan kemasan, penyediaan kemasan primer, strategi pemasaran, serta konsultasi bisnis.

cara daftar BPOM kosmetik

Dengan demikian, relevansi EFBA Kosmetindo terhadap topik cara daftar BPOM kosmetik tidak hanya berada pada tahap produksi. Model layanan yang dipublikasikan mencakup pengembangan produk dan dukungan proses registrasi/notifikasi.

Jasa Maklon Kosmetik PT EFBA Digital Mulia

Hal yang tetap perlu diperhatikan: saya tidak menggunakan klaim seperti “BPOM pasti lolos”, “pasti terbit dalam waktu tertentu”, atau “100% disetujui”, karena keputusan notifikasi tetap mengikuti persyaratan dan evaluasi regulator.

Mengapa Maklon Dapat Mempermudah Proses bagi Brand Owner?

Kesulitan brand owner biasanya bukan hanya pada satu formulir BPOM.

Tantangannya adalah menyelaraskan banyak pekerjaan sekaligus:

Ide → Formula → Sample → Merek → Regulasi → Kemasan → Notifikasi → Produksi → Launch

Jika setiap bagian ditangani tanpa koordinasi, revisi pada satu tahap dapat memengaruhi tahap lain.

Sebagai contoh, formula berubah setelah desain kemasan selesai. Akibatnya, daftar ingredients pada label mungkin perlu diperbarui.

Atau brand mengembangkan klaim marketing sebelum formula final. Ketika klaim perlu disesuaikan, desain dan materi pemasaran ikut berubah.

Maklon yang memiliki proses pengembangan produk dan regulatory support dapat membantu menghubungkan tahapan tersebut secara lebih terstruktur.

EFBA Kosmetindo sendiri mempublikasikan pendampingan dari pengembangan produk hingga produk siap diluncurkan pada halaman layanannya.

logo efba kosmetindo

FAQ 

Apakah kosmetik wajib terdaftar BPOM sebelum dijual?

Pada prinsipnya, ya. BPOM menyatakan setiap kosmetik hanya dapat diedarkan setelah memperoleh izin edar berupa notifikasi. Terdapat pengecualian tertentu, seperti kosmetik untuk penelitian dan sampel pameran dalam jumlah terbatas yang tidak diperjualbelikan.

Bagaimana cara daftar BPOM kosmetik?

Proses dilakukan melalui sistem Notifkos BPOM dengan mendaftarkan akun pemohon notifikasi, memenuhi dokumen sesuai status perusahaan, kemudian mengajukan data produk seperti produsen, merek, nama produk, kegunaan, kemasan, netto, serta formula.

Apakah brand owner harus memiliki pabrik sendiri?

Tidak. BPOM memperbolehkan usaha perorangan atau badan usaha di bidang kosmetik yang melakukan kontrak produksi dengan industri kosmetik di Indonesia menjadi pemohon notifikasi apabila memenuhi persyaratan yang berlaku.

Berapa lama proses BPOM kosmetik?

BPOM menyebut verifikasi produk kosmetik dilakukan dalam 14 hari kerja, sedangkan parfum 3 hari kerja. Durasi tersebut adalah tahap verifikasi produk dan bukan jaminan total waktu pengembangan dari konsep hingga produk siap dijual.

Berapa lama nomor notifikasi kosmetik berlaku?

BPOM menyatakan nomor notifikasi kosmetik berlaku selama 3 tahun.

Apakah produk boleh diiklankan sebelum nomor BPOM keluar?

BPOM menyatakan kosmetik yang belum mendapatkan izin edar dilarang diiklankan. Karena itu, timeline campaign dan launching perlu diselaraskan dengan kesiapan legalitas produk.

Apakah jasa maklon dapat membantu pengurusan BPOM?

Perusahaan maklon dapat menyediakan dukungan regulatory sesuai ruang lingkup layanannya. EFBA Kosmetindo dan PT EFBA Digital Mulia mempublikasikan dukungan registrasi/notifikasi BPOM sebagai bagian dari layanan maklon kosmetiknya.

Dari Ide Produk sampai Siap Diedarkan

Memahami cara daftar BPOM kosmetik membantu brand owner merencanakan produk dengan lebih matang.

Jangan menempatkan BPOM sebagai pekerjaan terakhir setelah formula, kemasan, dan marketing selesai.

Bangun proses secara berurutan:

Concept → Formula → Sample → Regulatory Review → Brand & Packaging → BPOM Notification → Production → Launch

Dengan alur tersebut, aspek produk, regulasi, produksi, dan branding dapat berkembang secara lebih terkoordinasi.

Bagi brand owner yang ingin mengembangkan skincare, body care, hair care, sabun, atau produk kosmetik lainnya tanpa membangun fasilitas produksi sendiri, Anda dapat mempelajari layanan:

Maklon Kosmetik EFBA Kosmetindo

EFBA Kosmetindo mempublikasikan pengalaman maklon sejak 2020 dan menyediakan pendampingan pengembangan berbagai kategori kosmetik.

Untuk melihat layanan maklon dan pengembangan produk dalam ekosistem EFBA, kunjungi:

Jasa Maklon Kosmetik PT EFBA Digital Mulia

Tujuannya bukan hanya memperoleh nomor notifikasi, tetapi membangun produk melalui proses formula yang tepat, regulasi yang diperhatikan, produksi yang terkontrol, informasi yang transparan, dan strategi brand yang matang.

Bisnis Skincare Bukan Sekadar Produk Viral: Legalitas dan Keamanan Harus Jadi Prioritas

bisnis skincare legal

Industri skincare bergerak cepat. TikTok, Instagram, marketplace, affiliate marketing, dan influencer bahkan dapat membuat produk baru terkenal hanya dalam hitungan hari.

Namun, popularitas tidak menjamin bahwa sebuah produk memenuhi ketentuan.

Pada Juli 2026, BPOM melaporkan lebih dari 2,1 juta pieces kosmetik tidak memenuhi ketentuan dengan nilai keekonomian sekitar Rp35,8 miliar dalam intensifikasi pengawasan kosmetik 2026. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas BPOM menemukan 2.205 item pada sarana yang tidak memenuhi ketentuan. Kosmetik ilegal mencapai 86,83% dari total temuan.

Bagi pemilik brand, kondisi tersebut membawa pesan penting: owner perlu membangun bisnis skincare legal sebelum mengejar viralitas.

Produk → Keamanan → Legalitas → Kualitas → Branding → Marketing → Kepercayaan → Growth

Apa yang Harus Brand Siapkan untuk Membangun Bisnis Skincare Legal?

Owner yang mencari informasi mengenai bisnis skincare legal umumnya ingin mengetahui cara membangun brand skincare yang dapat masuk pasar secara resmi, aman, dan memiliki fondasi untuk berkembang.

Pertanyaannya bukan sekadar, “Produk apa yang sedang viral?”

Brand juga perlu mempertimbangkan formula, bahan baku, proses produksi, standar fasilitas, quality control, informasi produk, notifikasi BPOM, serta klaim pemasaran.

Terlebih, BPOM pada 2026 memperbarui regulasi mengenai sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) melalui PerBPOM Nomor 8 Tahun 2026. Regulasi tersebut mendukung kemudahan berusaha sekaligus menjaga persyaratan keamanan dan mutu kosmetik.

Jawaban Langsung: Apa Fondasi Bisnis Skincare Legal?

Untuk membangun bisnis skincare legal, owner perlu memastikan produk memenuhi regulasi. Mitra manufaktur juga perlu menjalankan proses produksi sesuai persyaratan, menggunakan formula dan bahan yang memenuhi ketentuan, menerapkan quality control, serta mengurus notifikasi BPOM sebelum produk masuk pasar.

Pemilik brand yang tidak memiliki fasilitas produksi sendiri dapat menggunakan model contract manufacturing atau maklon skincare.

Melalui skema tersebut, brand dapat bekerja sama dengan perusahaan manufaktur untuk mengembangkan dan memproduksi produk sesuai konsep serta kebutuhan bisnis.

EFBA Kosmetindo menyediakan layanan maklon skincare yang mencakup pendampingan pengembangan produk, formulasi, produksi, perizinan, dan legalitas. Situs EFBA Kosmetindo juga menyebut fasilitas produksinya telah menerapkan standar CPKB.

1. Viral Boleh, tetapi Legalitas Harus Datang Lebih Dulu

Tren memegang peran penting dalam industri kecantikan.

Niacinamide, ceramide, peptide, retinol, sunscreen, brightening serum, barrier care, dan berbagai konsep lainnya dapat membuka peluang pengembangan produk.

Namun, brand sebaiknya menggunakan tren sebagai market insight, bukan satu-satunya dasar dalam mengembangkan skincare.

Urutan yang lebih sehat adalah:

Market Need → Product Concept → Formula → Testing → Legalitas → Production → Launching

Bukan:

Viral → Produksi Cepat → Jual → Legalitas Belakangan

Brand yang ingin bertahan dalam jangka panjang perlu menempatkan kepatuhan sebagai bagian dari product development sejak awal.

2. Kosmetik Ilegal Menjadi Tantangan Serius bagi Industri

Besarnya perdagangan digital membuat konsumen semakin mudah menemukan produk kecantikan.

Pada saat yang sama, kanal digital juga membuka ruang bagi peredaran produk yang tidak memenuhi ketentuan.

Dalam pengawasan 2026, BPOM menemukan 9.042 tautan online yang melanggar ketentuan peredaran kosmetik dengan estimasi nilai keekonomian Rp260,7 miliar. Kosmetik ilegal menyumbang 95,24% dari pelanggaran online tersebut.

Data tersebut menunjukkan mengapa legalitas dapat menjadi trust signal bagi brand.

Ketika konsumen semakin waspada terhadap kosmetik ilegal, brand dapat memperkuat kepercayaan dengan memberikan informasi produk secara jelas.

3. Keamanan Formula Tidak Boleh Kalah dari Klaim Marketing

Produk yang menawarkan hasil dramatis dalam waktu sangat singkat memang lebih mudah menarik perhatian.

Namun, brand tidak boleh mengorbankan keamanan demi klaim pemasaran.

Pada pengawasan rutin triwulan II 2026, BPOM menemukan 14 kosmetik yang mengandung bahan berbahaya atau bahan terlarang. Hasil pengujian menunjukkan kandungan seperti merkuri, asam retinoat, hidrokuinon, klobetasol propionat, mometason furoat, dan pewarna Merah K10.

Dari temuan tersebut, 11 merupakan produk lokal dengan skema kontrak produksi, satu produk impor, dan dua produk ilegal. Data ini menunjukkan bahwa skema maklon sendiri tidak otomatis menjamin keamanan. Karena itu, brand tetap perlu memilih mitra manufaktur secara cermat serta memastikan proses pengembangan, kepatuhan, dan pengawasan mutu berjalan secara serius.

Bagi pemilik brand, prinsipnya sederhana:

Claim harus mengikuti Product Evidence — bukan sebaliknya.

4. CPKB Menjadi Bagian Penting dari Produksi Kosmetik

Dalam industri kosmetik, fasilitas produksi memegang peran yang sama pentingnya dengan konsep produk.

BPOM menetapkan PerBPOM Nomor 8 Tahun 2026 tentang Sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) pada 21 April 2026. Regulasi tersebut memperbarui ketentuan sebelumnya serta mengatur persyaratan dan tata cara sertifikasi CPKB.

Menurut BPOM, penerapan standar tersebut mendukung upaya untuk memastikan kosmetik memenuhi persyaratan keamanan, kemanfaatan, dan mutu.

Karena itu, owner yang mencari mitra maklon sebaiknya tidak hanya bertanya:

“Berapa MOQ dan harga per pieces?”

Harga tetap penting, tetapi kepatuhan dan kualitas menentukan fondasi produk.

5. Legalitas Juga Membentuk Kepercayaan Konsumen

Saat ini, konsumen dapat mencari informasi produk hanya dalam beberapa detik.

Dalam proses pembelian, konsumen bisa memeriksa label dan nomor notifikasi. Selain itu, mereka dapat membandingkan ingredients, membaca review, serta mencari informasi mengenai produsen.

Artinya, legalitas bukan sekadar dokumen di belakang layar.

Legalitas menjadi bagian dari customer experience.

Bagi bisnis skincare legal, brand dapat membangun fondasi trust melalui:

Clear Label → Legal Product → Responsible Claims → Consistent Quality → Positive Experience → Repeat Purchase

Transparansi membantu konsumen memahami produk sekaligus mengurangi ketidakpastian sebelum mereka membeli atau menggunakannya.

Mengapa Brand Tidak Boleh Mengabaikan Legalitas?

Data BPOM 2026 memberikan konteks yang cukup kuat.

Dalam intensifikasi pengawasan pada 11–22 Mei 2026, BPOM mengawasi 190 sarana. Petugas menemukan 128 sarana tidak memenuhi ketentuan serta 2.205 item kosmetik. Kosmetik ilegal mencapai 86,83% dari total item tersebut.

Melalui pengawasan kanal online, BPOM juga menemukan 9.042 tautan yang melanggar ketentuan. Sementara itu, pengawasan rutin triwulan II mencatat 14 kosmetik yang mengandung bahan berbahaya atau bahan terlarang.

Pada sisi regulasi, BPOM memperbarui ketentuan CPKB pada 2026 untuk mendukung kemudahan berusaha tanpa mengurangi standar keamanan dan mutu kosmetik.

Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan industri perlu berjalan bersama:

Innovation + Compliance + Quality + Consumer Protection

Brand Viral vs Brand dengan Fondasi Pertumbuhan

Bayangkan dua brand meluncurkan brightening serum pada waktu yang hampir bersamaan.

Brand A mengejar launching secepat mungkin. Timnya berfokus pada packaging, affiliate, influencer, diskon, dan klaim produk.

Sebaliknya, Brand B tetap memperhatikan tren, tetapi timnya memulai dari target konsumen dan konsep produk. Setelah itu, mereka mengembangkan formula, memilih bahan, mengevaluasi sampel, mengurus legalitas, menjalankan produksi dan quality control, lalu menyusun strategi marketing.

Brand A mungkin memperoleh awareness lebih cepat.

Dalam jangka panjang, Brand B memiliki lebih banyak fondasi untuk mendukung pertumbuhan.

Trend → Trial → Trust → Repeat Order → Loyalty → Growth

Viralitas dapat membuka pintu. Kualitas dan kepercayaan membantu brand mempertahankan pelanggan.

Dari Ide hingga Produk Siap Masuk Pasar

EFBA Kosmetindo menyebut telah menjalankan aktivitas maklon kosmetik sejak 2020. Melalui situs resminya, perusahaan juga mencatat pengalaman bersama lebih dari 150 brand client serta produksi lebih dari 450 ribu pieces produk.

Layanan maklon kosmetik EFBA Kosmetindo mencakup berbagai kategori, seperti facial wash, BB cream, body lotion, body scrub, body serum, body wash, conditioner, day cream, foundation, hair serum, lip tint, moisturizer, night cream, shampoo, serum, toner, hingga sabun.

Khusus untuk pemilik brand yang ingin berfokus pada perawatan kulit, EFBA Kosmetindo juga menyediakan Jasa Maklon Skincare. Layanan tersebut mencakup pengembangan produk, produksi, perizinan, dan legalitas.

Dengan pendekatan tersebut, brand dapat menggunakan alur pengembangan:

Idea → Formula → Sample → Compliance → Production → Quality → Launch

Tujuannya bukan sekadar membuat produk yang sedang ramai di pasar. Brand perlu membangun produk dengan fondasi yang mendukung keamanan, legalitas, kualitas, kepercayaan, dan pertumbuhan jangka panjang.

Hubungan EFBA Kosmetindo dengan Ekosistem Bisnis EFBA

EFBA Kosmetindo menjadi bagian dari ekosistem bisnis EFBA Digital Mulia. Ekosistem tersebut mencakup business solution, pengembangan produk dan maklon, konsultasi bisnis, legal & business compliance, digital marketing, serta teknologi digital.

EFBA menyebut pengalaman pendampingan dan pengembangan bisnis sejak 2013. Area pendampingannya mencakup perencanaan bisnis, marketing, keuangan, manajemen, operasional, dan pengembangan sistem perusahaan.

Selain itu, situs utama EFBA menyebut tim teknisnya membawa pengalaman bisnis antara 9 hingga lebih dari 17 tahun dari berbagai latar belakang profesi.

Hubungan tersebut relevan karena perjalanan sebuah brand skincare tidak berhenti setelah pabrik menyelesaikan proses produksi.

Brand masih perlu mengelola:

Product → Legalitas → Branding → Marketing → Distribution → Customer Experience → Business Growth

Produksi yang baik membentuk fondasi produk. Selanjutnya, strategi bisnis membantu brand mengubah fondasi tersebut menjadi pertumbuhan yang lebih terarah.

bisnis skincare legal

Perkuat Topical Authority EFBA Kosmetindo

Pembaca yang ingin mulai mengembangkan brand dapat diarahkan ke Maklon Skincare EFBA Kosmetindo untuk melihat layanan produksi skincare dan pendampingan yang tersedia.

Untuk kategori produk yang lebih luas, gunakan internal link menuju Maklon Kosmetik EFBA Kosmetindo. Halaman tersebut mencantumkan berbagai pilihan seperti serum, toner, facial wash, moisturizer, day cream, night cream, body lotion, body serum, shampoo, hair serum, lip tint, dan sabun.

Sementara itu, pembaca yang ingin memahami sisi pengembangan bisnis dapat diarahkan ke EFBA Digital Mulia sebagai external link dalam ekosistem EFBA.

FAQ 

Apa yang dimaksud bisnis skincare legal?

Bisnis skincare legal adalah usaha skincare yang menjalankan pengembangan, produksi, perizinan, pelabelan, pemasaran, dan peredaran produk sesuai ketentuan yang berlaku. Legalitas perlu dipersiapkan sebagai bagian dari proses pengembangan produk, bukan setelah produk ramai dijual.

Apakah skincare harus memiliki BPOM sebelum dijual?

Kosmetik yang diedarkan di Indonesia harus memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan notifikasi kosmetik. Brand sebaiknya memastikan proses legalitas selesai sesuai persyaratan sebelum produk diedarkan.

Apa itu CPKB?

CPKB adalah Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik. Pada 2026, BPOM memperbarui aturan sertifikasinya melalui PerBPOM Nomor 8 Tahun 2026.

Apakah bisnis skincare harus memiliki pabrik sendiri?

Tidak harus. Brand dapat menggunakan sistem maklon atau contract manufacturing dengan produsen yang memenuhi persyaratan untuk layanan kontrak produksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Apakah produk maklon otomatis aman?

Tidak otomatis. BPOM pada 2026 juga menemukan produk kontrak produksi yang mengandung bahan berbahaya/dilarang. Karena itu, pemilik brand tetap perlu melakukan due diligence terhadap mitra manufaktur, proses formulasi, legalitas, quality control, dan kepatuhan produknya.

Produk skincare apa yang dapat dikembangkan melalui EFBA Kosmetindo?

EFBA Kosmetindo mencantumkan berbagai kategori seperti serum, toner, moisturizer, facial wash, day cream, night cream, body serum, body lotion, serta berbagai produk kosmetik dan personal care lainnya.

Mana yang lebih penting: produk viral atau produk legal?

Keduanya bukan pilihan yang setara. Viralitas adalah peluang marketing, sedangkan legalitas dan keamanan merupakan fondasi kepatuhan produk. Brand dapat mengejar tren tanpa mengorbankan keamanan, mutu, dan legalitas.

Bangun Brand yang Siap Viral sekaligus Siap Bertahan

Produk viral dapat menghasilkan ribuan views.

Namun, membangun brand membutuhkan lebih dari perhatian sesaat.

Di tengah tingginya temuan kosmetik ilegal dan semakin ketatnya perhatian terhadap keamanan produk, owner perlu membangun bisnis skincare legal sejak tahap awal.

Mulailah dengan:

Konsep yang jelas → Formula yang tepat → Produksi terkontrol → Legalitas → Quality Control → Marketing → Customer Trust

EFBA Kosmetindo menyediakan layanan pengembangan dan produksi berbagai kategori skincare dan kosmetik serta mempublikasikan pengalaman maklon sejak 2020 dengan lebih dari 150 brand client.

Konsultasikan Produk dengan EFBA Kosmetindo

Jangan hanya membangun skincare yang berpotensi viral. Bangun produk yang legal, berkualitas, dan memiliki fondasi untuk dipercaya konsumen dalam jangka panjang.

Panduan Lengkap Notifikasi BPOM untuk Produk Kosmetik Baru

Notifikasi BPOM adalah langkah paling krusial yang wajib Anda lewati sebelum produk kosmetik baru bisa dijual secara legal di Indonesia. Tanpa izin edar yang sah dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), produk Anda berisiko ditarik dari pasar, dikenai sanksi administratif, bahkan pidana. Oleh karena itu, memahami seluruh proses notifikasi BPOM menjadi investasi awal yang sangat penting bagi setiap calon brand owner, terutama Anda yang baru pertama kali merintis bisnis kosmetik atau skincare.

Apa Itu Notifikasi BPOM?

Secara sederhana, notifikasi BPOM adalah proses pendaftaran produk kosmetik ke Badan POM untuk mendapatkan nomor izin edar. Proses ini berbeda dengan registrasi obat-obatan yang memerlukan uji klinis. Untuk kosmetik, pemerintah menerapkan sistem notifikasi karena risiko produk yang lebih rendah. Meskipun demikian, bukan berarti prosesnya bisa disepelekan. Setiap produk wajib memenuhi standar keamanan, manfaat, dan mutu yang ditetapkan dalam Peraturan BPOM.

Selain itu, notifikasi BPOM juga menjadi bukti bahwa produk Anda telah diawasi oleh otoritas berwenang. Dengan demikian, konsumen akan lebih percaya untuk membeli dan menggunakan produk Anda. Hal ini tentu menjadi nilai tambah yang besar di tengah persaingan industri kosmetik yang semakin ketat.

Oleh sebab itu, jangan pernah melewatkan langkah ini. Banyak brand pemula yang tergiur untuk menjual produk terlebih dahulu tanpa mengurus izin, padahal risikonya sangat besar. Sebagai contoh, produk Anda bisa dilaporkan oleh kompetitor atau konsumen, yang berujung pada penyegelan dan kerugian finansial yang tidak sedikit.

Mengapa Notifikasi BPOM Wajib Anda Urus?

Ada beberapa alasan kuat mengapa notifikasi BPOM menjadi prioritas utama sebelum produk kosmetik Anda diluncurkan ke pasar. Pertama, dari segi legalitas, produk tanpa izin edar dianggap ilegal dan dapat dikenakan sanksi pidana berdasarkan Undang-Undang Kesehatan. Selanjutnya, konsumen modern semakin cerdas dan kritis. Oleh karena itu, mereka cenderung memeriksa nomor BPOM sebelum membeli produk skincare atau kosmetik.

Di sisi lain, proses notifikasi BPOM juga membantu Anda memastikan bahwa produk yang akan dijual telah melalui uji keamanan dan mutu di laboratorium terakreditasi. Dengan demikian, Anda bisa meminimalkan risiko efek samping yang merugikan konsumen. Selain itu, izin edar BPOM juga menjadi syarat utama jika suatu saat Anda ingin bekerja sama dengan distributor besar, marketplace resmi, atau retailer modern.

Meskipun demikian, banyak calon brand owner yang merasa kesulitan atau takut menghadapi birokrasi. Padahal, jika Anda memahami alurnya dan didampingi oleh partner maklon yang tepat, proses ini bisa berjalan lebih lancar. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang tata cara pendaftaran BPOM.

Jika Anda masih bingung dengan persyaratan dokumen untuk notifikasi BPOM, EFBA Kosmetindo siap mendampingi Anda dari tahap awal. Oleh karena itu, tim kami akan membantu menyiapkan dokumen dan memastikan produk Anda lolos uji. Hubungi Rusydi (Brand & Skincare Expert) via WhatsApp sekarang untuk konsultasi gratis.

notifikasi bpom - 1

Syarat Dokumen untuk Notifikasi BPOM

Sebelum memulai proses notifikasi BPOM, Anda harus menyiapkan sejumlah dokumen penting. Pada dasarnya, dokumen-dokumen ini diperlukan untuk membuktikan identitas pemilik merek, legalitas usaha, serta keamanan dan mutu produk. Oleh karena itu, berikut adalah daftar dokumen yang umumnya diminta:

  1. Identitas Pemohon: KTP dan NPWP pemilik merek (perorangan) atau akta pendirian perusahaan dan NPWP badan usaha (PT/CV).
  2. Izin Usaha: NIB (Nomor Induk Berusaha) yang diterbitkan melalui OSS-RBA, serta SIUP atau TDP jika ada.
  3. Sertifikat CPKB: Sertifikat Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik dari pabrik maklon tempat Anda memproduksi produk.
  4. Dokumen Produk: Komposisi lengkap (INCI name), spesifikasi produk, hasil uji stabilitas, dan hasil uji mikrobiologi/logam berat dari laboratorium terakreditasi.
  5. Label dan Kemasan: Rancangan label sesuai regulasi BPOM (tidak boleh mengandung klaim medis, mencantumkan nomor izin edar, dll).
  6. Surat Penunjukan: Jika Anda menggunakan jasa maklon, diperlukan surat penunjukan dari pabrik maklon bahwa Anda adalah pemilik merek.

Selain itu, pastikan semua dokumen dalam format PDF dan siap diunggah ke portal e-BPOM. Sebab, kesalahan kecil seperti dokumen tidak terbaca atau format yang salah bisa memperlambat proses perizinan BPOM Anda. Oleh karena itu, periksa kembali setiap dokumen sebelum diunggah.

7 Langkah Mudah Notifikasi BPOM Produk Kosmetik Baru

Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk mengurus izin edar BPOM bagi produk kosmetik baru Anda. Oleh sebab itu, ikuti setiap tahapan dengan cermat agar proses berjalan lancar.

1. Siapkan Akun di Portal e-BPOM

Langkah pertama adalah membuat akun di sistem e-BPOM (electronic-Badan POM). Kemudian, pendaftaran akun dilakukan secara online melalui website resmi BPOM. Anda perlu mengisi data diri, nomor telepon, dan alamat email yang aktif. Oleh karena itu, setelah akun aktif, Anda bisa login dan mulai mengisi formulir pendaftaran.

2. Lengkapi Data Produk dan Pemohon

Selanjutnya, setelah login, Anda akan diminta mengisi data pemohon dan data produk. Data pemohon meliputi identitas diri atau perusahaan, sedangkan data produk mencakup nama produk, jenis kosmetik, komposisi, fungsi, cara penggunaan, dan informasi lainnya. Oleh sebab itu, pastikan data yang Anda masukkan sesuai dengan dokumen pendukung.

3. Unggah Dokumen Persyaratan

Kemudian, unggah semua dokumen yang telah Anda siapkan sebelumnya. Di samping itu, sistem akan memandu Anda untuk mengunggah setiap dokumen ke folder yang sesuai. Perhatikan ukuran file maksimal yang diizinkan (biasanya 2-5 MB per file). Namun, jika ada dokumen yang tidak lengkap, sistem akan memberikan notifikasi.

4. Lakukan Pembayaran PNBP

Setelah semua data dan dokumen terisi lengkap, Anda akan mendapatkan kode billing untuk membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pada dasarnya, biaya notifikasi untuk satu produk kosmetik relatif terjangkau, yaitu sekitar Rp100.000 hingga Rp150.000. Selanjutnya, pembayaran bisa dilakukan melalui bank, kantor pos, atau marketplace mitra BPOM.

notifikasi bpom - 2

5. Verifikasi dan Validasi oleh BPOM

Setelah pembayaran dikonfirmasi, petugas BPOM akan melakukan verifikasi dan validasi terhadap data serta dokumen yang Anda unggah. Pada umumnya, proses ini memakan waktu sekitar 5-10 hari kerja. Namun, jika ada data yang kurang atau tidak sesuai, petugas akan mengirimkan notifikasi perbaikan melalui sistem.

6. Terbit Nomor Izin Edar

Jika semua data dinyatakan lengkap dan sesuai, BPOM akan menerbitkan nomor izin edar untuk produk Anda. Biasanya, nomor ini terdiri dari 12 digit angka dan diawali dengan kode “NA” untuk kosmetik. Oleh karena itu, selamat, produk Anda resmi memiliki izin edar!

7. Cetak dan Tempelkan pada Kemasan

Langkah terakhir adalah mencetak nomor izin edar pada kemasan produk. Di samping itu, pastikan nomor tersebut tercantum dengan jelas dan mudah dibaca oleh konsumen. Oleh sebab itu, jangan lupa untuk menyimpan sertifikat izin edar sebagai arsip penting perusahaan Anda.

Pada dasarnya, proses notifikasi BPOM di atas bisa selesai dalam waktu 2-4 minggu jika semua dokumen lengkap dan benar. Namun, jika ada kendala, proses bisa memakan waktu lebih lama. Oleh karena itu, persiapkan semuanya dengan matang sejak awal.

Tips Sukses agar Notifikasi BPOM Cepat Terbit

Gunakan jasa maklon berpengalaman: Pabrik maklon yang sudah memiliki sertifikat CPKB dan pengalaman mengurus izin edar akan sangat membantu Anda. Selain itu, mereka biasanya sudah memiliki template dokumen dan hubungan baik dengan laboratorium uji. Sebagai referensi, Anda bisa membaca Panduan Maklon Serum Vitamin C untuk Brand Pemula untuk memahami bagaimana proses maklon yang baik.

Panduan Label Kemasan Kosmetik Sesuai Regulasi BPOM Terbaru

Label kemasan bukan sekadar hiasan atau identitas merek. Lebih dari itu, desain kemasan menjadi jembatan informasi antara produsen dan konsumen. BPOM mewajibkan setiap produk kosmetik yang beredar di Indonesia memiliki kemasan yang memenuhi ketentuan. Aturan tersebut membantu melindungi konsumen dari informasi yang menyesatkan dan produk yang tidak aman.

Kepatuhan terhadap regulasi juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek. Sebagai contoh, jika Anda memproduksi serum wajah, informasi seperti komposisi, cara penggunaan, dan tanggal kedaluwarsa perlu tercantum secara jelas pada label kemasan.

Oleh karena itu, jangan meremehkan aspek ini. Kesalahan kecil pada desain kemasan dapat menghambat proses notifikasi BPOM. Akibatnya, Anda berisiko mengeluarkan lebih banyak waktu dan biaya untuk melakukan revisi.

Syarat Wajib Label Kemasan Kosmetik

Pada dasarnya, desain kemasan kosmetik harus memenuhi beberapa persyaratan penting. Produsen perlu mencetak atau menempelkan label secara permanen pada kemasan sesuai ketentuan yang berlaku. Informasi wajib juga harus disampaikan menggunakan bahasa yang sesuai dengan regulasi.

1. Penggunaan Bahasa Indonesia

Secara umum, informasi wajib pada kemasan perlu menggunakan bahasa Indonesia sesuai ketentuan. Istilah atau bahasa asing tetap dapat digunakan selama tidak menimbulkan informasi yang bertentangan, membingungkan, atau menyesatkan konsumen.

Sebagai contoh, ketika menggunakan istilah “moisturizer”, Anda dapat menambahkan padanan “pelembap” agar konsumen lebih mudah memahami fungsi produk.

2. Ukuran Huruf yang Mudah Dibaca

Gunakan ukuran huruf yang cukup jelas agar konsumen dapat membaca informasi pada kemasan dengan mudah. Pemilihan jenis font juga perlu mempertimbangkan kesederhanaan dan tingkat keterbacaan.

Dengan tampilan yang tepat, konsumen dapat memahami informasi penting pada label tanpa kesulitan.

label kemasan – 1

3. Tidak Menyesatkan

BPOM melarang produsen mencantumkan klaim yang menyesatkan atau berlebihan pada produk kosmetik. Sebagai contoh, hindari klaim “menyembuhkan jerawat” apabila fungsi produk hanya sebagai pembersih wajah.

Klaim seperti “memutihkan kulit dalam 3 hari” juga sebaiknya tidak digunakan jika tidak memiliki dasar yang mendukung pernyataan tersebut. Penggunaan istilah seperti “mengobati”, “menyembuhkan”, atau “mencegah penyakit” perlu diperhatikan karena dapat mengarah pada klaim obat.

Informasi yang Harus Ada di Label Kemasan

Setiap produk kosmetik perlu menyampaikan informasi penting secara jelas kepada konsumen. Karena itu, perhatikan beberapa informasi berikut:

  • Nama Produk: Tuliskan nama merek dan jenis produk dengan jelas.
  • Komposisi: Sertakan daftar bahan sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Berat Bersih atau Isi Bersih: Informasikan jumlah produk menggunakan satuan yang sesuai.
  • Nama dan Alamat Produsen: Tampilkan identitas produsen serta informasi lain yang diwajibkan.
  • Nomor Notifikasi: Setelah mendapat nomor notifikasi, sertakan nomor tersebut pada kemasan sesuai ketentuan.
  • Tanggal Kedaluwarsa: Tampilkan informasi kedaluwarsa menggunakan format yang sesuai.
  • Cara Penggunaan: Berikan petunjuk yang jelas dan mudah dipahami konsumen.
  • Peringatan dan Perhatian: Sertakan informasi penting mengenai penggunaan atau penyimpanan produk.
  • Kode Produksi: Gunakan kode produksi untuk menunjukkan batch sekaligus memudahkan proses penelusuran.

Khusus produk impor, pelaku usaha perlu menambahkan informasi sesuai ketentuan yang berlaku. Susun seluruh keterangan tersebut secara jelas agar konsumen dapat membacanya dengan mudah.

Cara Mendaftarkan Produk Melalui Sistem Notifikasi BPOM

Proses notifikasi produk kosmetik dapat berjalan lebih terarah jika dokumen dan informasi sudah tersedia sejak awal. Berikut langkah umum yang dapat Anda lakukan:

  1. Siapkan dokumen terlebih dahulu. Kumpulkan seluruh dokumen dan informasi yang diperlukan sesuai persyaratan.
  2. Gunakan sistem e-Notifikasi. Lakukan pengajuan melalui sistem resmi BPOM dengan mengikuti prosedur yang berlaku.
  3. Lengkapi data produk. Masukkan informasi mengenai produk, termasuk komposisi, spesifikasi, dan desain kemasan.
  4. Unggah dokumen pendukung. Pastikan setiap dokumen memenuhi format dan persyaratan sistem.
  5. Ikuti proses evaluasi. Apabila terdapat kekurangan, BPOM dapat meminta pelaku usaha memperbaiki atau melengkapi informasi.
  6. Cantumkan nomor notifikasi. Setelah mendapatkannya, gunakan nomor tersebut pada kemasan sesuai ketentuan.

Persiapan yang baik dapat membantu mengurangi risiko kesalahan administrasi selama proses pengajuan.

label kemasan – 2

Tips Desain Label Kemasan yang Menarik dan Sesuai Aturan

Selain memenuhi regulasi, tampilan visual kemasan perlu menarik perhatian konsumen. Namun, kreativitas desain tetap harus memperhatikan keterbacaan dan kepatuhan label.

1. Prioritaskan Keterbacaan

Pastikan seluruh informasi wajib dapat dibaca konsumen dengan mudah. Gunakan kontras yang cukup antara teks dan latar belakang. Pemilihan ukuran serta jenis font juga perlu disesuaikan dengan dimensi kemasan.

2. Gunakan Visual yang Relevan

Gambar buah, bunga, atau bahan tertentu dapat membuat kemasan terlihat lebih menarik. Meski demikian, visual tersebut harus sesuai dengan karakter dan informasi produk.

Sebagai contoh, jika produk menggunakan ekstrak lidah buaya dan ketentuan memungkinkan penggunaan visual tersebut, Anda dapat menampilkan ilustrasi yang relevan. Sebaliknya, hindari gambar yang berpotensi memberikan persepsi keliru kepada konsumen.

3. Sederhanakan Informasi

Hindari memenuhi label dengan terlalu banyak elemen karena dapat mengganggu keterbacaan. Sebaiknya, susun informasi berdasarkan prioritas dan gunakan tata letak yang rapi.

Susunan yang jelas akan membantu konsumen menemukan informasi penting dengan lebih cepat.

4. Konsisten dengan Branding

Pertahankan identitas visual yang konsisten pada seluruh lini produk. Logo, elemen desain, font, warna, serta gaya visual dapat dibuat seragam agar konsumen lebih mudah mengenali merek.

Sebelum mencetak kemasan dalam jumlah besar, lakukan pemeriksaan akhir terhadap desain. Anda dapat mencetak sampel terlebih dahulu untuk memastikan seluruh informasi terlihat jelas. Langkah tersebut membantu mengurangi risiko kesalahan ketika memasuki tahap produksi massal.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Banyak pemilik brand pemula melakukan kesalahan ketika menyiapkan label kemasan. Agar prosesnya lebih lancar, hindari beberapa kesalahan berikut:

  • Klaim berlebihan. Jangan menggunakan klaim yang tidak sesuai dengan fungsi atau bukti pendukung produk.
  • Informasi tidak lengkap. Periksa kembali apakah label sudah memuat seluruh informasi wajib sesuai ketentuan.
  • Penggunaan bahasa yang tidak sesuai. Gunakan informasi utama yang jelas dan mudah dipahami konsumen.
  • Ukuran huruf terlalu kecil. Pilih ukuran teks yang nyaman untuk dibaca.
  • Visual yang menyesatkan. Jangan menggunakan gambar atau elemen desain yang dapat memberikan persepsi keliru mengenai kandungan maupun fungsi produk.

Menghindari berbagai kesalahan tersebut akan membantu Anda mempersiapkan label kemasan dengan lebih baik sekaligus mengurangi kebutuhan revisi selama proses notifikasi.

label kemasan – 3

Untuk memahami aspek legalitas merek sebelum produk masuk pasar, Anda dapat membaca artikel tentang Cara Mengurus HKI Merek Sebelum Produk Diluncurkan.

Pelajari juga Panduan Uji Stabilitas Produk Kosmetik Sebelum Produksi Massal untuk memahami pentingnya pengujian produk sebelum memasuki tahap produksi dalam jumlah besar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah saya bisa mengurus notifikasi sendiri tanpa bantuan konsultan?

Ya. Pelaku usaha dapat mengikuti proses melalui sistem resmi BPOM sesuai prosedur yang berlaku. Namun, bagi pemilik brand yang masih pemula, bantuan konsultan atau perusahaan maklon dapat mempermudah proses pemahaman tahapan dan persiapan dokumen.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan notifikasi BPOM?

Durasi proses dapat berbeda tergantung kelengkapan dokumen, jenis pengajuan, tahapan evaluasi, serta kondisi lainnya. Karena itu, persiapkan seluruh informasi dan dokumen dengan lengkap untuk mengurangi potensi kendala selama proses berlangsung.

Apakah ada minimum order untuk mencetak kemasan di pabrik maklon?

Setiap perusahaan maklon dapat menerapkan kebijakan MOQ yang berbeda. Sebaiknya, konsultasikan jumlah produksi dan kebutuhan kemasan secara langsung dengan penyedia jasa maklon.

Bisakah saya menggunakan desain kemasan yang sama untuk beberapa varian produk?

Desain utama dapat dibuat konsisten sebagai bagian dari identitas merek. Namun, informasi pada setiap varian harus menyesuaikan karakteristik produknya. Komposisi, fungsi, nomor notifikasi, isi bersih, atau informasi lainnya dapat berbeda. Karena itu, periksa setiap label agar informasi yang tercantum sesuai dengan varian produk.

Apa yang harus saya lakukan jika BPOM meminta revisi?

Pelajari catatan evaluasi terlebih dahulu untuk mengetahui bagian yang perlu diperbaiki. Selanjutnya, lengkapi atau revisi informasi sesuai permintaan dan prosedur yang berlaku. Jika diperlukan, Anda dapat meminta pendampingan dari tim yang memahami proses notifikasi kosmetik.

Persiapkan Label Kemasan Kosmetik dengan Tepat

Memastikan label kemasan kosmetik sesuai regulasi membantu menjaga kepatuhan sekaligus membangun kredibilitas merek. Desain yang baik tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga mampu menyampaikan informasi produk secara jelas kepada konsumen.

EFBA Kosmetindo dapat mendampingi proses pengembangan produk mulai dari formulasi, kebutuhan kemasan, proses administrasi, hingga persiapan produksi. Dengan perencanaan sejak awal, pemilik brand dapat mengurangi risiko revisi dan mempersiapkan produk untuk memasuki pasar dengan lebih terarah.

7 Langkah Mudah & Cepat Cara Daftar BPOM Kosmetik

Memiliki produk kosmetik dengan kemasan cantik dan formula unggul memang membanggakan. Namun, sebelum produk bisa dijual secara luas, ada satu langkah krusial yang tidak boleh dilewatkan: mengurus izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Bagi banyak pemula, proses ini sering terasa rumit dan membingungkan. Padahal, cara daftar BPOM kosmetik sebenarnya cukup sistematis jika Anda memahami alurnya. Artikel ini akan memandu Anda melalui 7 langkah mudah dan cepat untuk mendapatkan notifikasi BPOM, sehingga produk Anda legal, aman, dan siap bersaing di pasar.

Mengapa Izin BPOM Sangat Penting?

Izin edar BPOM adalah bukti bahwa produk kosmetik Anda telah memenuhi standar keamanan, mutu, dan manfaat yang ditetapkan oleh pemerintah. Tanpa izin ini, produk Anda tidak boleh diperdagangkan secara legal di Indonesia. Selain itu, konsumen saat ini semakin cerdas. Mereka cenderung memilih produk yang sudah memiliki nomor notifikasi BPOM karena dianggap lebih terpercaya. Oleh karena itu, mengurus perizinan ini bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan juga investasi kepercayaan untuk brand Anda.

Persyaratan Dokumen yang Harus Disiapkan

Sebelum memulai proses pendaftaran, pastikan Anda telah menyiapkan dokumen-dokumen berikut. Kelengkapan dokumen adalah kunci utama agar proses berjalan lancar.

  • Akta Pendirian Perusahaan & SK Kemenkumham: Untuk badan usaha berbentuk PT atau CV. Jika Anda perorangan, beberapa dokumen alternatif mungkin diperlukan, tergantung kebijakan terbaru.
  • NPWP Perusahaan.
  • SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) atau NIB (Nomor Induk Berusaha): NIB kini menjadi dokumen utama melalui sistem OSS-RBA.
  • Sertifikat CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik): Ini adalah syarat mutlak. Sertifikat ini membuktikan bahwa pabrik maklon Anda telah memenuhi standar produksi yang baik. Tips memilih pabrik maklon kosmetik yang memiliki CPKB sangat penting untuk kelancaran proses ini.
  • Data Produk: Nama produk, daftar komposisi (INCI name), klaim produk, dan cara penggunaan.
  • Spesifikasi Bahan Baku & Kemasan: Sertifikat analisis dari supplier bahan baku dan spesifikasi kemasan primer.
  • Hasil Uji Laboratorium: Uji mikroba, uji logam berat, dan uji stabilitas produk (dipercepat).
  • Label Produk: Rancangan label yang sesuai dengan regulasi BPOM.

7 Langkah Cara Daftar BPOM Kosmetik

Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk mendaftarkan produk kosmetik Anda ke BPOM.

1. Siapkan Akun di e-Notifikasi BPOM

Langkah pertama adalah membuat akun perusahaan di portal e-Notifikasi BPOM (https://e-notifikasi.pom.go.id/). Proses ini memerlukan data perusahaan dan dokumen legalitas. Setelah akun aktif, Anda bisa login dan memulai proses pendaftaran produk baru.

2. Lengkapi Data Perusahaan

Di dalam akun, Anda harus mengisi data perusahaan secara lengkap, termasuk alamat, nomor telepon, dan dokumen pendukung seperti NIB dan sertifikat CPKB. Pastikan data yang dimasukkan sesuai dengan dokumen resmi.

3. Input Data Produk

Selanjutnya, buat pendaftaran produk baru. Isi semua informasi produk secara detail, mulai dari nama produk, bentuk sediaan (cream, serum, lotion, dll), jenis produk (skincare, makeup, hair care), hingga klaim produk. Hati-hati dalam membuat klaim, karena BPOM akan mengecek kesesuaiannya dengan komposisi dan bukti ilmiah.

4. Unggah Dokumen Persyaratan

Unggah semua dokumen yang telah disiapkan, seperti sertifikat CPKB, hasil uji laboratorium, spesifikasi bahan baku, dan rancangan label. Pastikan format file sesuai dengan ketentuan yang berlaku (biasanya PDF dengan ukuran maksimal tertentu).

5. Proses Review oleh BPOM

Setelah semua data dan dokumen terunggah, Anda bisa mengirimkan permohonan. Tim BPOM akan melakukan review secara administratif dan teknis. Proses ini memakan waktu, biasanya 15-30 hari kerja, tergantung pada kelengkapan dan kesesuaian data. Update regulasi BPOM terbaru dapat mempengaruhi durasi ini.

6. Tanggapi Permintaan Perbaikan (Jika Ada)

Seringkali, BPOM meminta perbaikan data atau dokumen tambahan. Jangan panik, ini adalah hal yang wajar. Segera lengkapi permintaan tersebut agar proses review dapat dilanjutkan. Respon yang cepat akan mempercepat penerbitan notifikasi.

7. Notifikasi Terbit

Jika semua data dinyatakan lengkap dan sesuai, BPOM akan menerbitkan nomor notifikasi untuk produk Anda. Nomor inilah yang harus dicantumkan pada kemasan produk sebagai bukti legalitas. Selamat, produk Anda kini resmi terdaftar!

Proses pendaftaran BPOM memang memerlukan ketelitian, terutama dalam menyiapkan dokumen teknis seperti hasil uji laboratorium dan sertifikat CPKB. Jika Anda merasa kewalahan, EFBA Kosmetindo siap membantu Anda dari awal hingga produk siap jual, termasuk pendampingan pengurusan notifikasi BPOM. Hubungi tim kami via WhatsApp untuk konsultasi gratis tentang tahapan ini.

Tips Agar Notifikasi BPOM Cepat Terbit

Proses pendaftaran bisa berjalan lebih cepat jika Anda menerapkan beberapa tips berikut.

  • Pastikan Pabrik Maklon Sudah CPKB: Ini adalah syarat paling fundamental. Bekerja sama dengan pabrik maklon yang sudah bersertifikat CPKB akan mempermudah segalanya.
  • Siapkan Dokumen dengan Rapi: Periksa kembali semua dokumen sebelum diunggah. Pastikan tidak ada data yang salah atau tidak lengkap.
  • Gunakan Jasa Konsultan: Jika anggaran memungkinkan, menggunakan jasa konsultan atau perusahaan maklon yang menyediakan layanan pengurusan BPOM bisa menjadi solusi efektif. Mereka sudah berpengalaman dan tahu cara menghindari kesalahan umum.
  • Hindari Klaim Berlebihan: Jangan membuat klaim produk yang tidak didukung oleh data uji atau komposisi. Klaim seperti “memutihkan dalam 3 hari” atau “menyembuhkan jerawat” biasanya akan ditolak atau memerlukan data klinis tambahan yang rumit.

Peran Jasa Maklon dalam Pengurusan BPOM

Bagi pemula yang baru memulai brand, mengurus semua dokumen dan persyaratan BPOM sendiri bisa sangat menyita waktu dan tenaga. Di sinilah peran jasa maklon kosmetik menjadi sangat penting. Sebuah perusahaan maklon yang profesional biasanya menyediakan layanan pendampingan pengurusan BPOM sebagai bagian dari paket jasa mereka. Mereka akan membantu Anda menyiapkan dokumen teknis seperti hasil uji laboratorium, memastikan pabrik tempat produksi Anda sudah memiliki CPKB, dan bahkan mengurus proses notifikasi di portal BPOM. Hal ini memungkinkan Anda untuk fokus pada aspek lain dari bisnis, seperti pemasaran dan pengembangan produk. Bekerja sama dengan mitra maklon yang tepat adalah langkah cerdas untuk mempercepat dan mempermudah perjalanan brand Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan notifikasi BPOM?

Proses review oleh BPOM biasanya memakan waktu 15-30 hari kerja setelah semua dokumen dinyatakan lengkap. Namun, jika ada permintaan perbaikan, waktu ini bisa bertambah. Oleh karena itu, pastikan data yang Anda kirimkan sudah benar dan lengkap sejak awal.

Apakah saya bisa mendaftarkan produk kosmetik jika belum memiliki PT?

Ya, bisa. Pendaftaran BPOM dapat dilakukan oleh perorangan dengan melampirkan dokumen identitas diri (KTP) dan NPWP pribadi. Namun, untuk kemudahan dan skalabilitas bisnis di masa depan, memiliki badan usaha seperti PT atau CV sangat disarankan.

Berapa biaya untuk mendaftarkan produk kosmetik ke BPOM?

Pendaftaran produk kosmetik di BPOM tidak dipungut biaya (gratis). Namun, Anda tetap perlu mengeluarkan biaya untuk persiapan dokumen pendukung, seperti uji laboratorium, pembuatan sertifikat CPKB (jika belum punya), dan jasa konsultan jika Anda menggunakannya.

Apa yang terjadi jika produk saya tidak memiliki izin BPOM?

Produk yang tidak memiliki izin edar BPOM tidak boleh diperdagangkan secara legal. Jika ditemukan beredar, produk Anda dapat disita, brand Anda dikenakan sanksi administratif hingga pidana, dan yang terpenting, kepercayaan konsumen akan hilang. Ini adalah risiko besar yang tidak sebanding.

Apakah EFBA Kosmetindo membantu pengurusan BPOM untuk produk maklon?

Tentu saja. Sebagai perusahaan maklon kosmetik dan minuman kesehatan, EFBA Kosmetindo menyediakan layanan pendampingan penuh dalam pengurusan notifikasi BPOM. Tim kami akan membantu Anda dari penyiapan dokumen teknis hingga proses pendaftaran selesai. Konsultasikan kebutuhan Anda dengan Ibnu (Brand & Cosmetics Expert) via WA.

Mendaftarkan produk kosmetik ke BPOM adalah langkah penting yang tidak boleh diabaikan. Dengan panduan yang tepat dan dukungan dari partner maklon berpengalaman seperti EFBA Kosmetindo, proses ini bisa menjadi jauh lebih mudah. Kami siap mendampingi Anda dari formulasi, produksi, hingga produk siap jual dengan legalitas lengkap. Konsultasi gratis sekarang juga dan wujudkan brand impian Anda!