Jual Kosmetik Online Tidak Bisa Sembarangan: Legalitas yang Harus Dipahami Brand

Jual Kosmetik Online Tidak Bisa Sembarangan: Legalitas yang Harus Dipahami Brand
Bisnis kosmetik online memberikan peluang bagi brand untuk menjangkau konsumen melalui marketplace, website, dan media sosial. Namun, menjual skincare tidak cukup hanya dengan membuat toko, mengunggah foto, dan menjalankan iklan. Pemilik usaha harus memeriksa izin edar, keamanan produk, informasi kemasan, serta ketentuan promosi yang berlaku. Jika brand mengabaikan aspek tersebut, bisnis dapat menghadapi masalah kepatuhan dan kehilangan kepercayaan pelanggan.
Untuk jual kosmetik online secara legal di Indonesia, pelaku usaha pada umumnya harus memastikan produk memiliki nomor notifikasi BPOM yang berlaku, memenuhi persyaratan keamanan dan mutu, menggunakan label sesuai ketentuan, serta mengikuti aturan promosi dan perdagangan daring. Pelaku usaha juga perlu menyesuaikan legalitas kegiatan usaha dengan model bisnisnya, baik sebagai pemilik brand, produsen, importir, maupun reseller. Langkah ini membantu perusahaan memahami kewajibannya sebelum memulai penjualan.
Karena itu, calon pemilik brand sebaiknya merencanakan legalitas sejak tahap pengembangan produk. Melalui EFBA Kosmetindo, entrepreneur dapat mendiskusikan konsep skincare, formulasi, pengembangan sampel, kemasan, serta dukungan persiapan legalitas dan produksi sesuai ruang lingkup layanan. Persiapan sejak awal membantu brand mengurangi risiko kesalahan sebelum memasuki pasar.
Apakah Jual Kosmetik Online Harus Memiliki Izin BPOM?
Ya. Pada umumnya, setiap produk kosmetik yang beredar di Indonesia wajib memiliki izin edar berupa notifikasi BPOM, termasuk produk yang pelaku usaha jual melalui marketplace, website, dan media sosial. Kewajiban tersebut berlaku untuk peredaran kosmetik, bukan hanya toko fisik. Regulasi memang mengenal pengecualian dalam kondisi tertentu, tetapi pelaku usaha tidak boleh menjadikannya alasan untuk menjual bebas produk tanpa notifikasi.
Dalam praktiknya, pemilik brand perlu membedakan legalitas usaha dari legalitas produk. Nomor Induk Berusaha (NIB) berkaitan dengan kegiatan usaha, sedangkan nomor notifikasi BPOM menunjukkan status notifikasi produk kosmetik. Karena itu, NIB tidak menggantikan kewajiban notifikasi produk yang berlaku.
Selain itu, pemilik brand harus memastikan nomor notifikasi sesuai dengan produk yang akan mereka jual. Periksa nama produk, identitas pendaftar, informasi kemasan, dan status notifikasinya. Konsumen maupun pelaku usaha dapat mengecek informasi tersebut melalui Cek Produk Kosmetika BPOM. Langkah ini membantu brand menghindari penggunaan nomor notifikasi yang tidak sesuai.
7 Legalitas yang Harus Dipahami Sebelum Jual Kosmetik Online
Memulai bisnis kosmetik membutuhkan persiapan legalitas, pengembangan produk, dan strategi pemasaran yang saling mendukung. Pemilik brand tidak harus menjalankan seluruh proses sendiri, tetapi mereka tetap perlu memahami tanggung jawab setiap pihak. Berikut tujuh aspek penting yang perlu pelaku usaha periksa sebelum memasarkan produk kosmetik.
1. Pastikan Legalitas Usaha dan Kegiatan Bisnis Sesuai
Langkah pertama adalah memastikan perusahaan memiliki perizinan usaha yang sesuai, termasuk NIB dan klasifikasi kegiatan usaha yang relevan. Persyaratan dapat berbeda antara pemilik brand yang menggunakan maklon, perusahaan manufaktur, importir, dan reseller. Karena itu, pelaku usaha perlu memeriksa kewajibannya melalui sistem OSS serta regulasi sektoral yang berlaku.
Selain melengkapi administrasi, pemilik usaha perlu menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas pengembangan produk, produksi, pemasaran, dan distribusi. Pembagian tugas yang jelas membantu perusahaan mengelola dokumen serta menghindari kesalahpahaman ketika bekerja sama dengan mitra produksi atau distributor.
2. Pastikan Produk Memiliki Notifikasi BPOM yang Berlaku
Sebelum memulai jual kosmetik online, pemilik brand harus memastikan produk memenuhi persyaratan notifikasi BPOM. Proses tersebut mencakup identitas produk, formula, dokumen pendukung, pihak yang mengajukan notifikasi, serta ketentuan teknis lainnya. Karena itu, perusahaan perlu merencanakan proses notifikasi sebelum menentukan jadwal peluncuran komersial.
Brand juga perlu memeriksa status nomor notifikasi secara berkala, terutama ketika terjadi perubahan formula, identitas produk, atau kondisi lain yang memengaruhi kepatuhan. Jangan menggunakan nomor BPOM milik produk berbeda karena tindakan tersebut dapat memberikan informasi menyesatkan kepada konsumen. Pelajari juga Peraturan BPOM Kosmetik untuk memahami regulasi yang relevan bagi pemilik brand.
3. Periksa Keamanan Bahan dan Kualitas Formula
Legalitas kosmetik memiliki hubungan erat dengan keamanan serta mutu produk. Brand perlu memilih bahan yang memenuhi ketentuan, memeriksa dokumen pemasok, dan memastikan formula sesuai dengan kategori serta tujuan penggunaan. Selain itu, tim pengembangan harus mengevaluasi karakter produk dan menentukan pengujian yang relevan sebelum memulai produksi.
Sebagai contoh, tim formulasi perlu menilai sistem pelembap, pengawet, stabilitas, dan kompatibilitas kemasan saat mengembangkan moisturizer. Sementara itu, pengembangan sunscreen memerlukan perhatian khusus terhadap bahan tabir surya serta bukti pendukung klaimnya. Produk dengan desain menarik belum tentu memenuhi persyaratan teknis apabila perusahaan mengabaikan proses evaluasi tersebut.
4. Gunakan Label dan Informasi Kemasan yang Sesuai
Kemasan kosmetik harus menyampaikan informasi yang benar dan memenuhi ketentuan penandaan. Pemilik brand perlu memeriksa identitas produk, kegunaan, komposisi, isi bersih, nomor notifikasi, kode produksi, dan informasi wajib lainnya sesuai kategori produk. Kelengkapan informasi membantu konsumen mengenali produk sekaligus mendukung kepatuhan perusahaan.
PerBPOM Nomor 18 Tahun 2024 mengatur ketentuan penandaan, promosi, dan iklan kosmetik. Karena itu, tim brand sebaiknya memeriksa kepatuhan desain kemasan sebelum mencetaknya dalam jumlah besar. Perusahaan juga harus menjaga agar perubahan desain tidak menghilangkan informasi wajib atau menampilkan klaim yang menyesatkan.
5. Pastikan Klaim Produk dan Iklan Tidak Menyesatkan
Strategi jual kosmetik online sering memanfaatkan TikTok, Instagram, marketplace, dan endorsement untuk memperkenalkan produk. Namun, brand harus menyesuaikan setiap materi promosi dengan karakter kosmetik serta bukti pendukung yang tersedia. Pemilik usaha tidak boleh membuat klaim berlebihan hanya untuk meningkatkan penjualan atau menarik perhatian konsumen.
Misalnya, klaim bahwa kosmetik dapat menyembuhkan penyakit dapat melampaui fungsi produk kosmetik. Begitu pula dengan testimoni, foto sebelum-sesudah, atau janji hasil instan yang berpotensi memberikan gambaran menyesatkan. Karena itu, tim pemasaran perlu berkoordinasi dengan pihak yang memahami regulasi sebelum mempublikasikan materi iklan.
6. Patuhi Ketentuan Penjualan Kosmetik Secara Daring
BPOM tetap mengawasi peredaran kosmetik melalui marketplace dan website. PerBPOM Nomor 14 Tahun 2024 beserta perubahannya melalui PerBPOM Nomor 30 Tahun 2025 mengatur pengawasan obat dan makanan dalam peredaran daring, termasuk kosmetik. Oleh karena itu, pelaku usaha harus memastikan produk serta aktivitas promosinya mengikuti ketentuan yang berlaku.
Dalam praktik bisnis, pemilik usaha sebaiknya menyediakan informasi produk secara akurat, menggunakan foto kemasan yang sesuai dengan produk sebenarnya, dan menghindari pernyataan legalitas tanpa bukti. Selain itu, perusahaan perlu memantau materi promosi dari reseller atau mitra pemasaran agar informasi produk tetap konsisten pada setiap saluran penjualan.
7. Pilih Partner Produksi Maklon dengan Tanggung Jawab yang Jelas
Brand yang belum mempunyai pabrik dapat menggunakan jasa maklon kosmetik untuk mendukung pengembangan dan produksi. Namun, pemilik brand perlu memeriksa kesesuaian fasilitas, kemampuan formulasi, pengendalian mutu, serta kelengkapan dokumen manufaktur. Selain itu, kedua pihak harus menjelaskan tanggung jawab atas formula, notifikasi, desain kemasan, pengujian, dan proses produksi dalam perjanjian kerja sama.
Melalui Jasa Maklon Kosmetik EFBA Kosmetindo, calon pemilik brand dapat mempelajari pilihan pengembangan produk sesuai konsep usahanya. Layanan maklon membantu mempersiapkan produk, tetapi pemilik brand dan mitra produksi tetap perlu memahami kewajiban hukum masing-masing. Kesepakatan yang jelas membantu perusahaan mengelola proses pengembangan sebelum produk memasuki pasar.
Apa Risiko Menjual Kosmetik Online Tanpa Legalitas yang Sesuai?
Menjual kosmetik tanpa memenuhi ketentuan dapat menimbulkan risiko bagi konsumen dan kelangsungan bisnis. BPOM dapat melakukan pengawasan dan penindakan terhadap produk yang melanggar persyaratan keamanan, mutu, atau penandaan sesuai kewenangannya. Selain itu, platform perdagangan elektronik dapat membatasi penawaran produk sesuai kebijakan dan ketentuan yang berlaku.
Dari sisi bisnis, masalah legalitas dapat mengganggu kerja sama dengan distributor, reseller, atau mitra pemasaran. Karena itu, pemilik brand perlu menjadikan kepatuhan sebagai bagian dari persiapan operasional, bukan sekadar pengeluaran administratif. Setelah memperoleh legalitas yang sesuai, perusahaan juga harus menjaga konsistensi mutu serta keakuratan informasi produk selama masa peredaran.
Data Resmi BPOM: Regulasi dan Pengawasan Kosmetik Online
Berdasarkan informasi pada laman Cek BPOM yang tercantum dalam naskah per 21 Oktober 2026, basis data menampilkan sekitar 372.943 produk kosmetik dengan registrasi yang masih berlaku. Angka tersebut memberikan gambaran jumlah produk kosmetik dalam basis data, bukan jumlah brand atau volume penjualan online. BPOM dapat memperbarui jumlah tersebut seiring perubahan status registrasi produk.
Selain data registrasi, pemilik brand yang ingin menjalankan bisnis kosmetik secara daring perlu memahami beberapa regulasi utama berikut.
| Regulasi | Hal yang Diatur |
|---|---|
| PerBPOM No. 21 Tahun 2022 | Tata cara pengajuan notifikasi kosmetika |
| PerBPOM No. 14 Tahun 2024 jo. No. 30 Tahun 2025 | Pengawasan peredaran produk secara daring |
| PerBPOM No. 18 Tahun 2024 | Penandaan, promosi, dan iklan kosmetik |
| PerBPOM No. 25 Tahun 2025 | Persyaratan teknis bahan kosmetik |
Setiap peraturan mengatur aspek yang berbeda. Karena itu, pemilik brand tidak cukup hanya memeriksa nomor notifikasi, tetapi juga harus memastikan formula, label, klaim, serta saluran distribusi memenuhi ketentuan yang relevan. Selain itu, perusahaan perlu memantau perubahan regulasi agar dapat menyesuaikan kegiatan usaha ketika otoritas menerbitkan ketentuan baru.
Sumber resmi: Cek BPOM, JDIH BPOM – Pengawasan Daring 2024, Perubahan Pengawasan Daring 2025, dan Penandaan, Promosi, serta Iklan Kosmetik.
Expertise EFBA Kosmetindo dalam Pengembangan Brand Kosmetik
EFBA Kosmetindo mempublikasikan layanan pengembangan kosmetik sejak 2020, termasuk konsultasi konsep produk, formulasi, pengembangan sampel, kemasan, serta dukungan legalitas dan produksi. Layanan tersebut relevan bagi entrepreneur yang ingin mempersiapkan produk sebelum memasuki marketplace atau saluran penjualan lainnya. Dalam proses pengembangan, tim juga mempertimbangkan target pasar, konsep produk, kebutuhan formula, serta strategi brand agar rencana usaha memiliki arah yang lebih jelas.

Pada halaman Maklon Skincare EFBA Kosmetindo, perusahaan menampilkan klaim telah dipercaya lebih dari 150 brand serta memproduksi lebih dari 450 ribu unit produk. Angka tersebut merupakan informasi yang dipublikasikan perusahaan, bukan hasil verifikasi audit independen. Karena itu, calon klien tetap perlu mengonfirmasi pengalaman proyek, kategori produk, dan kemampuan layanan sesuai kebutuhannya.
Konsultasi Produk dan Perencanaan Brand
EFBA Kosmetindo menjelaskan dukungan konsultasi untuk membantu calon pemilik usaha menentukan kategori skincare, target konsumen, konsep, serta karakter produk. Tahap ini penting karena penjualan online membutuhkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan memiliki informasi yang jelas. Selanjutnya, pemilik brand dapat menyelaraskan rencana pengembangan produk dengan kebutuhan modal dan strategi pemasaran.
Formulasi, Pengembangan Sampel, dan Kemasan
Website resmi EFBA Kosmetindo mempublikasikan dukungan pengembangan formula dan pembuatan sampel sebelum produksi. Brand dapat mendiskusikan tekstur, karakter bahan, jenis kemasan, serta kebutuhan evaluasi produk bersama tim terkait. Namun, persetujuan sampel tidak menggantikan pemeriksaan keamanan, mutu, dan legalitas yang diperlukan.
Dukungan Legalitas dan Persiapan Produksi
EFBA Kosmetindo juga mempublikasikan bantuan dalam proses legalitas dan persiapan produksi. Dalam kerja sama maklon, pemilik brand perlu memastikan pihak yang menjadi pemohon notifikasi dan bertanggung jawab terhadap dokumen produk. Dengan pembagian tugas yang jelas, perusahaan dapat menyusun jadwal pengembangan dan peluncuran secara lebih realistis.
Dukungan Produksi Kosmetik melalui PT Kosmetika Natural Herbalindo
Selain konsultasi dan pengembangan produk, pemilik brand perlu memahami kemampuan manufaktur yang akan menjalankan proses produksi. PT Kosmetika Natural Herbalindo mempublikasikan layanan pengembangan dan produksi kosmetik serta skincare dengan dukungan tim Research and Development. Informasi tersebut relevan bagi brand yang membutuhkan partner untuk membahas formula, sampel, dan produksi sesuai kategori yang tersedia.
Dalam memilih produsen, owner tetap perlu memverifikasi izin serta sertifikasi fasilitas yang sesuai, kapasitas produksi, ruang lingkup pengujian, dan ketentuan kontrak. Selain itu, pastikan perusahaan manufaktur dapat menjelaskan sistem pengendalian mutu dan ketertelusuran bahan. Dengan pendekatan tersebut, pemilik brand memiliki dasar yang lebih baik sebelum menentukan mitra produksi.
Bagaimana Memulai Bisnis Kosmetik Online dengan Lebih Terarah?
Calon pemilik brand sebaiknya memulai dari riset pasar dan konsep produk sebelum menentukan nama merek atau mengeluarkan anggaran iklan besar. Setelah mengetahui target konsumen, perusahaan dapat membahas formulasi, kemasan, legalitas, perencanaan biaya, serta kebutuhan produksi. Selanjutnya, brand menyusun strategi distribusi dan pemasaran berdasarkan kesiapan produk.
Sebagai contoh, startup yang ingin menjual skincare online dapat memulai dengan beberapa produk utama seperti facial wash, serum, atau moisturizer sesuai hasil analisis pasar. Brand kemudian mengevaluasi modal pengembangan, pengujian, kemasan, notifikasi, produksi, dan pemasaran. Pendekatan ini lebih terukur daripada langsung meluncurkan banyak SKU tanpa memahami kebutuhan modal dan permintaan.
Untuk memahami proses tersebut, pelajari Maklon Skincare Indonesia untuk Brand Lokal dan Startup serta Jasa Pembuatan Kosmetik. Kedua artikel tersebut menjelaskan hubungan antara konsep, pengembangan produk, produksi, dan kesiapan brand memasuki pasar.
FAQ tentang Jual Kosmetik Online
Apakah jual kosmetik online harus memiliki izin BPOM?
Ya. Kosmetik yang diedarkan di Indonesia pada umumnya wajib memiliki izin edar berupa notifikasi BPOM, termasuk ketika dijual melalui marketplace, website, atau media sosial. Pelaku usaha perlu memastikan notifikasi sesuai dengan produk dan masih berlaku. Selain itu, kegiatan penjualan harus mengikuti ketentuan usaha dan peredaran daring yang relevan.
Apakah reseller kosmetik wajib mengurus BPOM sendiri?
Reseller umumnya tidak harus mengajukan notifikasi baru untuk produk asli yang sudah memiliki izin edar yang berlaku dan dijual tanpa perubahan. Namun, reseller tetap perlu memastikan keaslian produk, kesesuaian nomor notifikasi, dan legalitas kegiatan usahanya. Jika pelaku usaha mengubah merek, formula, atau kemasan dengan cara yang memengaruhi kepatuhan produk, kewajiban dapat berbeda.
Apakah produk skincare boleh dijual sebelum nomor BPOM terbit?
Pada prinsipnya, kosmetik yang wajib memiliki notifikasi tidak boleh diedarkan secara komersial sebelum memperoleh notifikasi tersebut. Karena itu, brand perlu menyusun jadwal peluncuran dengan mempertimbangkan proses pengembangan dan legalitas. Kegiatan promosi sebelum peluncuran juga harus memperhatikan ketentuan iklan dan tidak memberikan informasi yang menyesatkan.
Apakah NIB sudah cukup untuk menjual kosmetik online?
Tidak. NIB merupakan bagian dari legalitas kegiatan usaha, sedangkan notifikasi BPOM berkaitan dengan izin edar produk kosmetik. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Pemilik brand perlu memeriksa seluruh persyaratan yang berlaku sesuai model bisnis dan produk yang dipasarkan.
Bagaimana cara mengecek nomor BPOM kosmetik?
Kunjungi website Cek BPOM, lalu cari produk berdasarkan nomor notifikasi, nama produk, merek, atau pendaftar. Setelah itu, cocokkan informasi yang ditemukan dengan produk dan kemasan yang akan dijual. Pastikan juga status registrasinya sesuai karena nomor yang tercantum pada kemasan saja belum cukup menjadi bukti.
Apakah iklan kosmetik boleh menjanjikan hasil instan?
Klaim dan iklan kosmetik harus mengikuti ketentuan BPOM, sesuai dengan fungsi kosmetik, serta memiliki dasar pendukung yang memadai. Janji hasil instan atau klaim penyembuhan dapat bermasalah jika tidak sesuai dengan ketentuan. Karena itu, brand perlu mengevaluasi materi pemasaran sebelum menayangkannya.
Apakah EFBA Kosmetindo membantu pengembangan kosmetik hingga legalitas?
EFBA Kosmetindo mempublikasikan layanan konsultasi konsep produk, formulasi, pengembangan sampel, kemasan, dukungan legalitas, dan persiapan produksi. Calon brand owner dapat mendiskusikan kebutuhan tersebut sesuai jenis produk dan rencana bisnisnya. Namun, pembagian tanggung jawab, biaya, jadwal, serta ruang lingkup pekerjaan harus disepakati sebelum kerja sama.
Bangun Brand Kosmetik Online yang Lebih Siap Pasar Bersama EFBA Kosmetindo
Jual kosmetik online membutuhkan persiapan yang lebih menyeluruh daripada sekadar membuka toko di marketplace. Pemilik brand harus memastikan legalitas usaha, notifikasi BPOM, keamanan produk, ketepatan informasi kemasan, dan kepatuhan promosi. Dengan persiapan tersebut, perusahaan dapat membangun bisnis yang lebih terstruktur serta menjaga kepercayaan pelanggan.
EFBA Kosmetindo menyediakan layanan konsultasi konsep skincare, pengembangan formula dan sampel, kemasan, serta dukungan legalitas dan produksi sesuai kebutuhan brand. Melalui proses pengembangan yang terarah, calon pemilik usaha dapat mendiskusikan produk yang ingin dibuat dan langkah yang perlu dipersiapkan sebelum pemasaran.

Ingin membangun brand skincare sendiri untuk dijual secara online? Pelajari Jasa Maklon Kosmetik EFBA Kosmetindo atau Maklon Skincare EFBA Kosmetindo untuk memulai konsultasi produk dan rencana pengembangan brand Anda.
Bisnis kosmetik online yang berkelanjutan tidak hanya membutuhkan produk menarik dan pemasaran efektif, tetapi juga legalitas yang sesuai, kualitas yang konsisten, dan tanggung jawab kepada konsumen.



