skincare TikTok

Skincare Viral di TikTok: Jangan Hanya Ikuti Tren, Perhatikan Legalitas dan Keamanannya

skincare TikTok

Produk skincare yang viral di TikTok sering menarik perhatian karena testimoni influencer, video before-after, promosi live shopping, dan penawaran harga yang menggiurkan. Namun, popularitas sebuah produk tidak otomatis membuktikan keamanan, kualitas, atau kesesuaiannya dengan kebutuhan kulit. Oleh karena itu, konsumen tetap perlu memeriksa informasi produk sebelum memutuskan pembelian.

Sebelum membeli skincare TikTok yang sedang viral, konsumen perlu memeriksa nomor notifikasi BPOM, kecocokan nama produk, komposisi bahan, kondisi kemasan, masa kedaluwarsa, dan kredibilitas penjual. Selain itu, jangan hanya mengandalkan jumlah penjualan, klaim influencer, atau testimoni yang menjanjikan perubahan kulit dalam waktu sangat singkat.

Pemeriksaan tersebut penting karena BPOM masih menemukan kosmetik ilegal dan produk yang tidak memenuhi persyaratan di marketplace maupun media sosial. Untuk mengurangi risiko pembelian, konsumen dapat mengikuti panduan cara cek kosmetik BPOM. Melalui pemeriksaan tersebut, konsumen dapat mencocokkan informasi legalitas produk dengan database resmi BPOM sebelum melakukan transaksi.

Mengapa Skincare Viral di TikTok Belum Tentu Aman?

TikTok menjadi salah satu platform yang mempertemukan brand, kreator konten, dan calon pembeli melalui video pendek, ulasan, serta live shopping. Strategi tersebut dapat membantu konsumen mengenal produk baru. Namun, popularitas konten tidak sama dengan hasil pemeriksaan keamanan atau penilaian mutu produk.

Sebagai contoh, video yang memperlihatkan perubahan penampilan kulit dalam beberapa hari belum tentu membuktikan bahwa produk tersebut menghasilkan perubahan tersebut. Pencahayaan, filter, kondisi kulit awal, penggunaan produk lain, dan berbagai faktor tambahan juga dapat memengaruhi tampilan kulit dalam video.

Selain itu, produk yang memberikan hasil positif bagi seorang influencer belum tentu sesuai dengan kebutuhan semua konsumen. Oleh karena itu, calon pembeli perlu mempertimbangkan legalitas, komposisi, tujuan penggunaan, dan kondisi kulit sebelum memilih produk.

Dengan demikian, konsumen harus membedakan popularitas produk di media sosial dari keamanan serta kecocokannya untuk penggunaan pribadi.

Popularitas di Media Sosial ≠ Legalitas Produk ≠ Kecocokan untuk Semua Jenis Kulit

7 Hal yang Harus Dicek Sebelum Membeli Skincare TikTok

Konsumen dapat menerapkan tujuh langkah pemeriksaan sebelum membeli produk skincare yang sedang viral. Langkah tersebut membantu calon pembeli membedakan konten pemasaran dari informasi produk yang memiliki dasar jelas.

Selain itu, pemeriksaan mandiri dapat membantu konsumen mengenali tanda-tanda produk yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Berikut beberapa aspek penting yang perlu Anda perhatikan sebelum membeli skincare melalui TikTok.

1. Periksa Nomor Notifikasi BPOM

Langkah pertama adalah memastikan bahwa produk memiliki nomor notifikasi kosmetik yang sesuai dengan database resmi BPOM. Jangan langsung mempercayai nomor pada kemasan tanpa melakukan pemeriksaan karena konsumen tetap perlu mencocokkan informasi tersebut dengan data resmi.

Untuk memulai pemeriksaan, kunjungi website Cek Produk BPOM. Selanjutnya, masukkan nomor notifikasi, merek, atau nama produk pada kolom pencarian.

Setelah menemukan hasil pencarian, cocokkan nama produk, merek, identitas pendaftar, dan informasi lain yang tersedia dengan keterangan pada kemasan. Apabila hasil pencarian menunjukkan perbedaan, lakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum membeli.

Selain menggunakan website resmi, konsumen dapat memanfaatkan aplikasi BPOM Mobile sebagai alternatif pemeriksaan. Dengan langkah tersebut, pembeli dapat memperoleh informasi legalitas dari sumber resmi, bukan hanya berdasarkan pernyataan penjual.

2. Periksa Komposisi dan Kandungan Produk

Jangan memilih skincare hanya karena produk tersebut mengandung bahan aktif yang sedang populer. Sebaliknya, konsumen perlu membaca daftar komposisi pada kemasan dan mempertimbangkan kesesuaian karakter produk dengan kebutuhan serta sensitivitas kulit.

Sebagai contoh, beberapa bahan aktif memerlukan perhatian khusus terhadap konsentrasi, frekuensi pemakaian, dan kombinasi dengan produk lain. Selain itu, istilah seperti natural, herbal, atau chemical-free tidak otomatis menjamin keamanan suatu formula.

Untuk memahami risiko penggunaan bahan tertentu, konsumen dapat membaca artikel bahan berbahaya dalam kosmetik. Artikel tersebut membantu pembaca memahami pentingnya pemilihan bahan kosmetik sesuai ketentuan regulasi.

Namun, membaca label saja tidak selalu cukup untuk mengetahui keberadaan bahan berbahaya atau cemaran tertentu. Oleh karena itu, pengawasan mutu, kepatuhan produsen terhadap regulasi, dan pemeriksaan legalitas tetap memiliki peran penting dalam menjaga keamanan produk.

3. Jangan Langsung Percaya Klaim Before-After

Foto dan video before-after sering menarik perhatian karena memperlihatkan perubahan penampilan kulit secara visual. Namun, konten tersebut tidak otomatis membuktikan efektivitas skincare karena berbagai faktor dapat memengaruhi hasil yang terlihat.

Sebagai contoh, penggunaan filter, perbedaan pencahayaan, kondisi kulit awal, dan pemakaian produk lain dapat membuat hasil sebelum dan sesudah tampak berbeda. Oleh sebab itu, konsumen perlu menilai klaim produk secara kritis sebelum mempercayai testimoni tersebut.

Selain itu, waspadai klaim yang terdengar terlalu mutlak, seperti hasil permanen dalam waktu sangat singkat, cocok untuk seluruh jenis kulit, atau jaminan tanpa risiko reaksi kulit. Klaim semacam ini membutuhkan perhatian karena setiap konsumen dapat memberikan respons berbeda terhadap produk kosmetik.

Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024 mengatur penandaan, promosi, dan iklan kosmetik. Melalui ketentuan tersebut, BPOM mewajibkan pelaku usaha menyampaikan informasi secara benar, objektif, dan tidak menyesatkan konsumen.

Dengan demikian, brand dan kreator konten perlu memastikan bahwa setiap klaim manfaat memiliki dasar pendukung yang memadai serta mematuhi ketentuan periklanan kosmetik.

4. Periksa Kemasan, Label, dan Kedaluwarsa

Kemasan merupakan salah satu sumber informasi penting untuk mengetahui identitas dan kondisi produk skincare. Oleh karena itu, konsumen perlu memeriksa segel, kebocoran, kerusakan wadah, perubahan fisik yang tidak wajar, serta kejelasan informasi pada label.

Selain kondisi fisik, pembeli juga perlu memperhatikan nama produk, komposisi, petunjuk penggunaan, identitas pihak yang bertanggung jawab, nomor notifikasi, nomor batch, dan informasi kedaluwarsa sesuai ketentuan penandaan kosmetik.

Apabila kemasan tidak mencantumkan informasi penting atau terdapat perbedaan antara label dan database resmi, sebaiknya konsumen menunda pembelian. Langkah tersebut membantu mengurangi risiko penggunaan produk yang memiliki informasi tidak jelas.

Sebagai panduan pemeriksaan dasar, konsumen dapat mengikuti prinsip Cek KLIK dari BPOM:

Cek Kemasan → Cek Label → Cek Izin Edar → Cek Kedaluwarsa

Melalui prinsip tersebut, konsumen dapat melakukan pemeriksaan awal secara lebih sistematis sebelum menggunakan produk kosmetik. Selain itu, kebiasaan memeriksa informasi produk membantu pembeli mengambil keputusan berdasarkan aspek legalitas dan keamanan, bukan semata-mata popularitas di media sosial.

skincare TikTok
skincare TikTok

5. Periksa Kredibilitas Penjual dan Toko

Produk yang tersedia di marketplace besar tidak otomatis mempunyai legalitas yang valid. Karena itu, pilih toko resmi brand atau distributor yang dapat memberikan informasi identitas serta asal produk secara jelas.

Periksa juga konsistensi nama toko, reputasi penjual, informasi kontak, dan kesesuaian produk yang ditawarkan. Harga yang jauh lebih murah daripada harga normal patut diperiksa lebih lanjut, terutama jika penjual tidak dapat menjelaskan asal barang.

Konsumen sebaiknya tidak menggunakan jumlah transaksi sebagai satu-satunya indikator kepercayaan. Reputasi toko tetap harus didukung legalitas produk dan informasi penjualan yang dapat diverifikasi.

6. Evaluasi Review Influencer secara Kritis

Ulasan influencer dapat memberikan gambaran mengenai pengalaman penggunaan, tekstur, kemasan, dan kesan awal produk. Namun, pengalaman seseorang tidak dapat menjadi jaminan bahwa produk mempunyai efek yang sama pada semua pengguna.

Perhatikan apakah konten merupakan kerja sama berbayar, apakah kreator menjelaskan keterbatasan produk, dan apakah klaimnya dapat diperiksa. Jangan menjadikan satu video sebagai dasar tunggal untuk membeli skincare dengan bahan aktif yang belum Anda pahami.

Bandingkan informasi influencer dengan label resmi, informasi brand, dan database BPOM. Jika masih memiliki kondisi kulit tertentu atau riwayat reaksi yang berat, konsultasikan penggunaan bahan atau produk yang relevan dengan tenaga kesehatan yang kompeten.

7. Pastikan Produk Sesuai dengan Kebutuhan Kulit

Skincare yang legal dan memenuhi persyaratan mutu tetap belum tentu cocok bagi setiap konsumen. Pemilihan produk perlu mempertimbangkan kondisi kulit, tujuan penggunaan, riwayat sensitivitas, serta produk lain yang sedang digunakan.

Misalnya, seseorang yang membutuhkan pelembap harian belum tentu memerlukan serum dengan kombinasi banyak bahan aktif. Produk dengan klaim semakin kuat juga tidak otomatis memberikan manfaat yang lebih sesuai.

Jika mencoba produk baru, ikuti petunjuk penggunaan dan pertimbangkan uji penggunaan pada area kecil sesuai karakter produk. Hentikan pemakaian jika timbul reaksi yang mengkhawatirkan, dan cari pertolongan medis jika reaksinya berat atau menetap.

Perbedaan Skincare Viral dan Skincare yang Layak Dipertimbangkan

Popularitas dapat menjadi salah satu sumber informasi mengenai suatu produk, tetapi keputusan pembelian sebaiknya mempertimbangkan aspek yang lebih objektif. Tabel berikut membantu membandingkan pendekatan belanja impulsif dengan pendekatan yang lebih teliti.

AspekHanya Mengikuti TrenMembeli dengan Pertimbangan
PopularitasMengandalkan jumlah viewsMemeriksa informasi produk
LegalitasPercaya tulisan BPOM pada kemasanMemverifikasi database resmi
KandunganMengikuti bahan yang sedang viralMemahami komposisi dan kegunaan
ReviewPercaya semua testimoniMengevaluasi klaim secara kritis
PenjualMemilih harga paling murahMemeriksa kredibilitas toko
Kondisi kulitMeniru rutinitas influencerMenyesuaikan kebutuhan sendiri
KeamananMenganggap viral berarti amanMemeriksa legalitas, mutu, dan penggunaan

Perbandingan tersebut tidak berarti seluruh skincare populer mempunyai kualitas buruk. Banyak brand menggunakan TikTok sebagai kanal komunikasi yang sah, tetapi konsumen tetap perlu membedakan promosi dengan bukti legalitas dan keamanan.

Data Resmi BPOM: Temuan Kosmetik Ilegal pada 2026

Berdasarkan laporan BPOM tanggal 13 Juli 2026, intensifikasi pengawasan pada 11–22 Mei 2026 menemukan lebih dari 2,1 juta pieces kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan, dengan nilai keekonomian sekitar Rp35,8 miliar. Dari 190 sarana yang diperiksa, BPOM menemukan 128 sarana yang tidak memenuhi ketentuan.

Temuan tersebut mencakup 2.205 item kosmetik. Berdasarkan klasifikasi item yang dilaporkan BPOM, sebesar 86,83% merupakan kosmetik ilegal, 12,58% kosmetik impor tanpa dokumen impor yang diperlukan, 0,32% mengandung bahan berbahaya atau dilarang, dan 0,27% memiliki penggunaan yang tidak sesuai dengan definisi kosmetik.

BPOM juga menyampaikan bahwa kategori perawatan, kecantikan, dan skincare mencatat pendapatan Rp35,61 triliun di TikTok Shop, dengan pertumbuhan sebesar 79,73% berdasarkan data yang digunakan dalam konferensi persnya. Informasi tersebut menunjukkan besarnya aktivitas perdagangan kosmetik secara digital sekaligus pentingnya pengawasan produk yang beredar.

Sumber: BPOM – Temuan Lebih dari 2,1 Juta Kosmetik Tidak Memenuhi Ketentuan.

Perlu dipahami, angka tersebut merupakan hasil kegiatan pengawasan yang dilakukan BPOM, bukan persentase seluruh skincare TikTok yang ilegal. Konsumen sebaiknya menggunakan temuan ini sebagai pengingat untuk melakukan pemeriksaan, bukan menyimpulkan bahwa semua produk populer berbahaya.

Mengapa Produk Skincare Tetap Perlu Quality Control?

Legalitas merupakan bagian penting dari pengawasan kosmetik, tetapi mutu produk juga bergantung pada bahan, formula, proses manufaktur, kemasan, dan konsistensi produksi. Karena itu, pemilik brand tidak cukup hanya mengejar produk yang menarik secara visual dan berpotensi viral di media sosial.

Proses quality control dapat mencakup pemeriksaan fisik, parameter kimia yang relevan, mikrobiologi, stabilitas, serta kondisi kemasan. Jenis pemeriksaan harus mengikuti karakter formula dan persyaratan yang berlaku agar produsen dapat mengidentifikasi ketidaksesuaian sebelum produk beredar.

Dengan demikian, keamanan produk tidak dapat dinilai hanya melalui warna, aroma, tekstur, atau banyaknya testimoni. Produk membutuhkan proses pengembangan dan pengawasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Expertise EFBA Kosmetindo dalam Pengembangan Skincare yang Aman

EFBA Kosmetindo merupakan penyedia layanan pengembangan dan maklon kosmetik dalam ekosistem PT EFBA Digital Mulia. Website resminya menjelaskan layanan konsultasi konsep produk, formulasi, pengembangan sampel, desain kemasan, dukungan legalitas, produksi, dan quality control.

EFBA Kosmetindo mempublikasikan pengalaman pengembangan produk kosmetik sejak 2020. Ruang lingkup tersebut relevan dengan kebutuhan brand owner yang ingin mengembangkan produk berdasarkan target konsumen dan kualitas formula, bukan semata-mata mengikuti tren pemasaran.

Dalam artikel cara mengembangkan formula kosmetik yang aman, EFBA Kosmetindo menekankan pentingnya mengevaluasi bahan, konsentrasi, kompatibilitas, stabilitas, kemasan, serta ketentuan BPOM sebelum mempersiapkan produksi.

skincare TikTok

Mengapa Brand Owner Tidak Boleh Hanya Mengejar Viral?

Tren media sosial dapat membantu brand mengenali kebutuhan pasar dan memperkenalkan produk kepada calon konsumen. Namun, pengembangan skincare perlu dimulai dari target pengguna, manfaat yang realistis, formula yang sesuai, serta kesiapan legalitas dan produksi.

Sebagai contoh, permintaan produk brightening yang meningkat tidak otomatis membenarkan penggunaan bahan terlarang atau klaim perubahan warna kulit yang berlebihan. Pemilik brand sebaiknya mengembangkan konsep yang sesuai kebutuhan konsumen dan ketentuan klaim kosmetik.

Gunakan pendekatan:

Consumer Need → Product Concept → Formula → Safety Evaluation → Legalitas → Quality Control → Marketing

Dengan pendekatan tersebut, brand dapat membangun reputasi melalui kualitas produk dan komunikasi yang bertanggung jawab, bukan hanya mengandalkan viralitas sesaat.

Apa yang Perlu Dilakukan Brand Skincare agar Promosinya Terpercaya?

Pemilik brand perlu memastikan informasi yang disampaikan oleh reseller, affiliate, dan influencer sesuai dengan karakter serta klaim produk yang dapat dipertanggungjawabkan. Materi promosi sebaiknya menjelaskan kegunaan, cara pemakaian, dan keterbatasan produk tanpa memberikan janji berlebihan.

Selain itu, perusahaan perlu menjaga konsistensi mutu, menyediakan informasi legalitas yang jelas, serta mengelola keluhan konsumen secara profesional. Pendekatan ini membantu brand membangun hubungan jangka panjang dan mengurangi ketergantungan pada promosi viral.

Melalui layanan maklon skincare EFBA Kosmetindo, pemilik brand dapat mendiskusikan konsep produk, kebutuhan formulasi, pengembangan sampel, kemasan, dan persiapan legalitas sesuai ruang lingkup kerja sama.

FAQ tentang Skincare TikTok

Apakah skincare viral di TikTok pasti aman?

Tidak selalu. Popularitas dan jumlah penjualan tidak otomatis membuktikan keamanan produk. Konsumen perlu memeriksa notifikasi BPOM, komposisi, kondisi kemasan, masa kedaluwarsa, dan kesesuaian produk dengan kebutuhan kulit.

Bagaimana cara cek skincare TikTok sudah BPOM atau belum?

Buka cekbpom.pom.go.id, lalu masukkan nama produk, merek, atau nomor notifikasi. Cocokkan hasilnya dengan nama, merek, pendaftar, dan status produk yang ingin dibeli.

Apakah skincare yang memiliki BPOM pasti cocok untuk semua kulit?

Tidak. Notifikasi BPOM berkaitan dengan persyaratan peredaran kosmetik, tetapi tidak menjamin kecocokan individual. Konsumen tetap perlu memperhatikan kandungan, petunjuk penggunaan, serta sensitivitas kulit.

Apakah review influencer bisa dipercaya?

Review dapat menjadi referensi pengalaman penggunaan, tetapi bukan bukti tunggal mengenai keamanan atau efektivitas produk. Konsumen perlu mengevaluasi klaim dan membandingkannya dengan informasi resmi.

Apa ciri skincare ilegal yang perlu diwaspadai?

Beberapa tanda peringatan meliputi nomor notifikasi yang tidak dapat diverifikasi, ketidaksesuaian identitas produk, label yang tidak jelas, asal produk yang tidak dapat ditelusuri, serta klaim berlebihan. Kepastian status legalitas memerlukan pemeriksaan melalui sumber resmi.

Apakah skincare yang dijual di TikTok Shop wajib BPOM?

Kosmetik yang beredar di Indonesia, termasuk melalui marketplace dan live shopping, wajib memenuhi persyaratan notifikasi atau izin edar yang berlaku. Penjualan melalui platform digital tidak menghapus kewajiban legalitas tersebut.

Mengapa skincare viral bisa menimbulkan iritasi?

Reaksi kulit dapat dipengaruhi karakter bahan, konsentrasi, frekuensi penggunaan, kondisi kulit, dan kombinasi produk. Iritasi tidak otomatis membuktikan bahwa produk ilegal, tetapi pengguna perlu menghentikan pemakaian jika muncul reaksi yang mengkhawatirkan.

Apakah EFBA Kosmetindo membantu pengembangan skincare yang sesuai regulasi?

EFBA Kosmetindo mempublikasikan layanan pengembangan formula, sampel, kemasan, dukungan legalitas BPOM, dan produksi kosmetik. Brand owner dapat berkonsultasi mengenai konsep produk serta kebutuhan teknis yang relevan sebelum memulai produksi.

Jangan Hanya Mengikuti Tren, Pilih Skincare dengan Bijak

Skincare TikTok yang viral dapat membantu konsumen mengenal produk baru, tetapi keputusan membeli tetap membutuhkan pemeriksaan legalitas, komposisi, klaim, kemasan, dan kebutuhan kulit. Jumlah penonton, endorsement, serta diskon besar tidak dapat menggantikan informasi resmi yang dapat diverifikasi.

Bagi pemilik brand, tren digital juga harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap keamanan dan kualitas produk. Formula yang tepat, proses produksi terkontrol, legalitas yang sesuai, dan pemasaran yang bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen.

efba consult logo

Ingin mengembangkan brand skincare dengan konsep yang jelas, formula yang terarah, dan persiapan legalitas yang sesuai? Konsultasikan kebutuhan maklon kosmetik Anda melalui EFBA Kosmetindo atau pelajari layanan maklon PT EFBA Digital Mulia.

Viral Product → Verify BPOM → Check Ingredients → Review Claims → Inspect Packaging → Assess Skin Needs → Purchase Decision