Cara Daftar BPOM Kosmetik: Tahapan yang Perlu Dipahami Brand Owner

Memiliki formula skincare atau kosmetik yang menarik belum berarti brand dapat langsung menjual produk tersebut. Sebelum menjual kosmetik secara komersial di Indonesia, brand owner perlu memahami ketentuan izin edar yang berlaku.
BPOM menetapkan mekanisme notifikasi sebagai izin edar kosmetika. Karena itu, pelaku usaha perlu mengajukan notifikasi kepada BPOM sebelum menjual kosmetik kepada konsumen.
Ketika orang mencari cara daftar BPOM kosmetik, istilah yang lebih tepat sebenarnya adalah proses pengajuan notifikasi kosmetika.
Bagi brand owner yang menggunakan jasa maklon, proses tersebut berkaitan langsung dengan pengembangan produk. Tim perlu menyelaraskan formula, bahan, nama produk, merek, klaim, kemasan, data perusahaan, pihak produsen, dan dokumen pendukung dengan persyaratan yang berlaku.
Bagaimana Cara Daftar BPOM Kosmetik?
Secara singkat, cara daftar BPOM kosmetik dimulai dengan menentukan pihak yang menjadi pemohon notifikasi. Selanjutnya, perusahaan perlu memastikan industri kosmetik dan pemohon memenuhi persyaratan, menyiapkan produk serta formula, membuat akun pada sistem Notifkos, memasukkan data produk, mengajukan permohonan, dan mengikuti proses verifikasi BPOM.
Apabila seluruh persyaratan terpenuhi, BPOM dapat menerbitkan nomor notifikasi kosmetika.
Alur sederhananya:
Konsep Produk → Formula → Pemohon Notifikasi → Dokumen Perusahaan → Akun Notifkos → Data Produk → Pengajuan → Verifikasi BPOM → Nomor Notifikasi → Pemasaran Produk
Brand owner sebaiknya tidak menunggu produksi massal selesai sebelum memikirkan BPOM.
Sebaliknya, tim perlu mempertimbangkan aspek regulasi sejak tahap pengembangan. Pendekatan tersebut membantu brand menyelaraskan formula, bahan, klaim, kemasan, dan identitas produk dengan ketentuan yang relevan sejak awal.
Apa yang Dimaksud Notifikasi Kosmetika BPOM?
Menurut FAQ resmi Direktorat Standardisasi OTSKK BPOM, Notifikasi Kosmetika merupakan persetujuan Kepala Badan atas pemberitahuan pelaku usaha untuk mengedarkan kosmetika di Indonesia setelah pelaku usaha memenuhi persyaratan pengajuan permohonan izin edar.
Dalam praktiknya, masyarakat sering menggunakan istilah “daftar BPOM”, “izin BPOM kosmetik”, atau “registrasi BPOM skincare” untuk merujuk pada proses memperoleh nomor notifikasi kosmetika.
Brand owner juga perlu memahami Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika sebagai salah satu dasar regulasinya.
PerBPOM No. 21 Tahun 2022 – JDIH BPOM
Siapa yang Bisa Mendaftarkan Kosmetik ke BPOM?
Bagian ini sering membingungkan brand owner ketika mempelajari cara daftar BPOM kosmetik.
BPOM mencantumkan beberapa kategori pemohon notifikasi. Kategori tersebut mencakup industri kosmetik di Indonesia, usaha perorangan atau badan usaha di bidang kosmetik yang melakukan kontrak produksi dengan industri kosmetik di Indonesia, serta importir kosmetik yang memenuhi ketentuan terkait.
Artinya, brand owner tidak selalu harus memiliki pabrik kosmetik sendiri.
Melalui model maklon, usaha atau badan usaha pemilik brand dapat bekerja sama melalui kontrak produksi dengan industri kosmetik yang memenuhi ketentuan.
Karena itu, pemilihan perusahaan maklon bukan sekadar persoalan harga produksi. Brand owner juga perlu mempertimbangkan kemampuan partner dalam pengembangan formula, produksi, dokumentasi, serta dukungan terhadap proses regulasi produk.
1. Tentukan Konsep Produk Sebelum Mengurus BPOM
Mulailah proses dari konsep produk.
Brand owner perlu menentukan jenis produk yang ingin dibuat, misalnya serum, moisturizer, toner, facial wash, body lotion, body serum, shampoo, atau jenis kosmetik lainnya.
Namun, konsep “ingin membuat serum brightening” saja belum cukup.
Brand perlu menentukan target konsumen, karakter produk, tekstur, bahan yang ingin digunakan, positioning, kemasan, ukuran, dan klaim.
Mengapa tahap tersebut berkaitan dengan BPOM?
Sebab, identitas produk, formula, bahan, kegunaan, dan informasi dalam pengajuan perlu memiliki hubungan yang jelas.
Konsep awal yang matang juga membantu tim formulasi dan regulatory memetakan kebutuhan pengembangan produk dengan lebih mudah.
2. Kembangkan Formula dan Periksa Bahan Kosmetik
Tahap berikutnya berfokus pada pengembangan formula.
Formula perlu menghasilkan karakter produk yang sesuai dengan konsep. Pada saat yang sama, tim formulasi juga perlu memastikan bahan kosmetik mengikuti persyaratan teknis yang berlaku.
Database regulasi BPOM antara lain mencantumkan PerBPOM No. 17 Tahun 2022, yang mengubah PerBPOM No. 23 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika.
Dalam proses melalui Notifkos, pemohon juga perlu memasukkan informasi bahan sebagai bagian dari data produk.
FAQ resmi BPOM menjelaskan bahwa pemohon mencari bahan berdasarkan INCI Name, memilih fungsi bahan, lalu memasukkan persentasenya hingga formula tercatat secara lengkap.
Apabila database Notifkos belum memiliki suatu bahan, BPOM menyediakan mekanisme penambahan bahan. Proses tersebut antara lain membutuhkan INCI Name, CAS Number, Certificate of Analysis, Material Safety Data Sheet, dan referensi terkait.
Karena itu, tim formulasi sebaiknya tidak menyusun formula hanya berdasarkan tren bahan aktif di media sosial.
Gunakan pendekatan:
Konsep → Formula → Bahan → Safety & Regulatory Review → Sample
Alur tersebut membantu tim menghubungkan konsep produk dengan kebutuhan teknis dan regulasi sejak awal.
3. Tentukan Pemohon Notifikasi dan Hubungan dengan Pabrik Maklon
Jika brand owner menggunakan sistem maklon, semua pihak perlu memahami struktur kerja sama sejak awal.
BPOM memasukkan usaha perorangan atau badan usaha di bidang kosmetik yang melakukan kontrak produksi dengan industri kosmetik di Indonesia sebagai salah satu kategori pemohon notifikasi, sepanjang pihak tersebut memenuhi ketentuan yang berlaku.
Untuk kategori badan usaha pemberi kontrak, FAQ BPOM mencantumkan beberapa dokumen khusus, seperti rekomendasi sebagai pemohon notifikasi, izin usaha, dan dokumen perjanjian kerja sama kontrak.
Brand owner tetap perlu memeriksa persyaratan detail berdasarkan status perusahaan dan ketentuan terbaru pada saat mengajukan permohonan.
Sebelum melanjutkan proses, pastikan struktur berikut jelas:
Siapa pemohon notifikasi → Siapa produsen → Siapa pemilik merek → Apa dasar kerja samanya
Kejelasan struktur membantu perusahaan menjaga konsistensi administrasi produk.
4. Siapkan Merek dan Identitas Produk dengan Benar
Merek juga memiliki hubungan dengan proses notifikasi.
FAQ BPOM mencantumkan beberapa dokumen terkait merek. Sesuai kondisi yang berlaku, dokumen tersebut dapat mencakup sertifikat merek, perjanjian lisensi untuk penerima lisensi, serta Surat Pernyataan Hak atas Merek.
BPOM juga menjelaskan nama kosmetika sebagai rangkaian nama yang terdiri atas merek dan nama produk sebagaimana tercantum dalam template notifikasi.
Karena itu, brand owner sebaiknya mengelola nama merek, nama produk, desain label, dan proses BPOM secara terintegrasi.
Tim perlu menyelaraskan seluruh elemen tersebut sejak awal.
Kesalahan penamaan atau perubahan konsep di tengah proses dapat menambah pekerjaan administratif. Perencanaan yang matang membantu brand mengurangi risiko tersebut.
5. Daftarkan Akun Pemohon pada Sistem Notifkos
BPOM menyediakan aplikasi Notifkos Online untuk proses notifikasi kosmetika.
FAQ resmi BPOM menjelaskan bahwa pemohon memulai proses izin edar dengan mendaftarkan akun notifikasi. Setelah akun siap, pemohon dapat melanjutkan ke pendaftaran produk.
Dalam panduannya, BPOM membagi struktur akun menjadi Head Account, Sub Account, dan Sub Perusahaan. Saat registrasi, perusahaan memasukkan NIB, melengkapi informasi perusahaan, lalu mengatur akun dan data sesuai status perusahaan.
Bagian ini menunjukkan bahwa cara daftar BPOM kosmetik tidak sekadar mengunggah foto produk.
Sistem tersebut menghubungkan identitas perusahaan, status pemohon, pabrik atau produsen, merek, formula, dan informasi produk.
6. Masukkan Data Produk Kosmetik
Setelah menyiapkan struktur akun, pemohon dapat melanjutkan ke tahap pendaftaran produk.
Menurut FAQ BPOM, pemohon antara lain perlu memilih status produk, produsen, pengemas jika pihaknya berbeda, serta merek.
Selanjutnya, pemohon memasukkan nama produk, warna sediaan, kegunaan, kemasan primer dan sekunder jika ada, netto, satuan, serta formula.
Untuk data bahan, pemohon menggunakan INCI Name sekaligus mencantumkan fungsi dan persentasenya.
Periksa kembali seluruh informasi sebelum melakukan submit.
Tahap ini sangat penting.
Pastikan hubungan berikut tetap konsisten:
Formula → Nama Produk → Kegunaan → Klaim → Kemasan → Label
Brand owner perlu memastikan konsep marketing tetap mengikuti karakter produk dan ketentuan klaim kosmetik.
BPOM juga menetapkan prinsip bahwa iklan kosmetik harus objektif dan tidak menyesatkan. Pelaku usaha juga tidak boleh menyampaikan kosmetik seolah-olah sebagai obat atau produk untuk mencegah penyakit.
7. Submit Pengajuan dan Ikuti Verifikasi BPOM
Setelah memastikan seluruh data lengkap, pemohon dapat mengirim permohonan untuk memasuki tahap verifikasi.
BPOM menyebut jangka waktu verifikasi produk kosmetik selama 14 hari kerja, sedangkan parfum memiliki jangka waktu 3 hari kerja.
Namun, brand owner perlu memahami konteks angka tersebut.
Durasi verifikasi tidak sama dengan keseluruhan waktu pengembangan produk. Sebelum tahap tersebut, brand dapat melalui pengembangan formula, pembuatan sample, revisi, persiapan merek, pengumpulan dokumen badan usaha, pembuatan akun, hingga desain kemasan.
Kebutuhan koreksi data atau persyaratan tambahan juga dapat memperpanjang keseluruhan proyek.
Karena itu, jangan menyusun jadwal launching hanya berdasarkan durasi verifikasi BPOM.
Gunakan timeline:
Product Development → Sample Approval → Regulatory Preparation → BPOM Submission → Verification → Production → Launch
Alur tersebut membantu brand membuat target launching yang lebih realistis.
8. Nomor Notifikasi Terbit, Apakah Produk Langsung Bisa Dipasarkan?
Ketika seluruh persyaratan terpenuhi, BPOM dapat menerbitkan nomor notifikasi. Nomor tersebut menjadi bagian dari dasar izin edar kosmetika sesuai produk yang masuk dalam proses notifikasi.
BPOM menyatakan bahwa nomor notifikasi kosmetik berlaku selama 3 tahun.
Setelah memperoleh nomor tersebut, brand owner tetap perlu menjaga kesesuaian antara produk, informasi notifikasi, produksi, dan ketentuan yang berlaku.
Nomor notifikasi juga tidak memberikan kebebasan kepada brand untuk membuat klaim apa pun.
Marketing, label, informasi produk, dan iklan tetap harus mengikuti ketentuan kosmetik.
BPOM juga menegaskan larangan mengiklankan kosmetik yang belum memperoleh izin edar.
Karena itu, tim regulatory dan marketing perlu berjalan selaras.
Berapa Lama Cara Daftar BPOM Kosmetik sampai Selesai?
Tidak ada satu durasi total yang tepat untuk seluruh brand.
BPOM memang menyebut jangka waktu verifikasi produk kosmetik selama 14 hari kerja dan parfum selama 3 hari kerja. Namun, perjalanan pengembangan produk sudah dimulai jauh sebelum tahap verifikasi.
Brand dengan formula final dan dokumen yang tertata tentu menghadapi kondisi berbeda dari brand yang masih menentukan nama, mengubah formula, mengganti kemasan, atau melengkapi dokumen perusahaan.
Karena itu, ketika mempelajari cara daftar BPOM kosmetik, jangan hanya bertanya:
“Berapa lama BPOM keluar?”
Pertanyaan yang lebih tepat adalah:
“Apakah formula, merek, perusahaan, dokumen, kemasan, dan data produk saya sudah siap untuk pengajuan?”
Tingkat kesiapan tersebut sangat memengaruhi kelancaran proses.
Apakah Brand Owner Harus Mengurus BPOM Sendiri?
Tidak selalu.
BPOM memasukkan badan usaha di bidang kosmetik yang melakukan kontrak produksi dengan industri kosmetik di Indonesia sebagai salah satu kategori pemohon notifikasi sesuai persyaratan yang berlaku.
Dalam model maklon, partner manufaktur dapat membantu brand owner menangani berbagai pekerjaan teknis, mulai dari pengembangan produk hingga dukungan proses registrasi.
Alasan tersebut membuat sebagian brand owner memilih maklon daripada membangun fasilitas manufaktur sendiri.
Namun, owner tetap perlu memahami proses dasarnya.
Brand owner sebaiknya mengetahui siapa pemilik nomor notifikasi, siapa produsen produk, formula yang masuk dalam pengajuan, klaim yang digunakan, serta dokumen yang menjadi dasar kerja sama.
Pendampingan mengurangi kompleksitas, tetapi transparansi tetap penting.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mengurus BPOM Kosmetik
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mengembangkan produk dengan fokus penuh pada marketing, lalu baru memeriksa aspek regulasi.
Sebagai contoh, brand sudah menentukan nama dan klaim yang sangat agresif serta mencetak desain kemasan dalam jumlah besar. Namun, tim belum memeriksa formula dan wording dari perspektif regulasi.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan kebutuhan revisi sekaligus menambah biaya.
Kesalahan lainnya muncul ketika brand menganggap satu nomor notifikasi dapat berlaku bebas untuk produk yang berbeda.
BPOM menjelaskan bahwa satu nama kosmetik hanya dapat memiliki satu pemohon notifikasi.
Brand owner juga sebaiknya tidak menjadikan nomor BPOM sebagai pengganti seluruh proses quality control.
Legalitas, keamanan, kualitas, dan konsistensi produksi merupakan elemen berbeda yang saling melengkapi.
BPOM Bukan Hanya Nomor di Kemasan
Bagi brand owner, nilai proses regulasi lebih luas daripada sekadar mendapatkan kode pada label.
Hubungannya dapat menggunakan alur:
Legalitas → Safety → Quality Control → Transparansi → Consumer Confidence
Legalitas membantu memastikan produk mengikuti mekanisme peredaran sesuai ketentuan.
Safety berkaitan dengan formula, bahan, dan penggunaan produk.
Melalui quality control, perusahaan dapat menjaga konsistensi produk berdasarkan parameter yang relevan.
Sementara itu, transparansi membantu konsumen memahami pihak yang memproduksi atau mengedarkan produk, cara penggunaan, kandungan, dan informasi penting lainnya.
Ketika seluruh elemen tersebut berjalan bersama, brand dapat membangun fondasi kepercayaan yang lebih kuat.
Namun, brand tidak boleh menjadikan nomor notifikasi sebagai jaminan bahwa produk pasti cocok untuk setiap konsumen atau selalu memberikan hasil tertentu.
Expertise EFBA Kosmetindo dalam Maklon dan Pengurusan BPOM Kosmetik
Bagi brand owner yang tidak ingin menangani pengembangan dan manufaktur sendirian, EFBA Kosmetindo menyediakan layanan maklon kosmetik.
Melalui website resminya, EFBA Kosmetindo menyatakan bahwa PT EFBA Digital Mulia bergerak dalam jasa maklon kosmetik dan memiliki pengalaman di bidang tersebut sejak 2020.
Informasi tersebut berasal dari pernyataan perusahaan melalui website resminya. Karena itu, artikel ini menempatkannya sebagai pengalaman yang EFBA Kosmetindo klaim dan publikasikan, bukan sebagai penilaian independen.
EFBA Kosmetindo juga menampilkan layanan maklon untuk berbagai kategori, seperti facial wash, BB cream, body lotion, body scrub, body serum, body wash, conditioner, day cream, facial foam, foundation, hair mask, hair serum, lip tint, moisturizer, night cream, shampoo, serum, toner, dan kategori kosmetik lainnya.
Pelajari lebih lanjut melalui Layanan Maklon Kosmetik EFBA Kosmetindo.
Dalam ekosistem EFBA, PT EFBA Digital Mulia juga menjelaskan layanan pengembangan dan reformulasi produk, registrasi atau notifikasi BPOM, desain logo dan kemasan, penyediaan kemasan primer, strategi pemasaran, serta konsultasi bisnis.

Dengan demikian, relevansi EFBA Kosmetindo terhadap topik cara daftar BPOM kosmetik tidak hanya berada pada tahap produksi. Model layanan yang dipublikasikan mencakup pengembangan produk dan dukungan proses registrasi/notifikasi.
Jasa Maklon Kosmetik PT EFBA Digital Mulia
Hal yang tetap perlu diperhatikan: saya tidak menggunakan klaim seperti “BPOM pasti lolos”, “pasti terbit dalam waktu tertentu”, atau “100% disetujui”, karena keputusan notifikasi tetap mengikuti persyaratan dan evaluasi regulator.
Mengapa Maklon Dapat Mempermudah Proses bagi Brand Owner?
Kesulitan brand owner biasanya bukan hanya pada satu formulir BPOM.
Tantangannya adalah menyelaraskan banyak pekerjaan sekaligus:
Ide → Formula → Sample → Merek → Regulasi → Kemasan → Notifikasi → Produksi → Launch
Jika setiap bagian ditangani tanpa koordinasi, revisi pada satu tahap dapat memengaruhi tahap lain.
Sebagai contoh, formula berubah setelah desain kemasan selesai. Akibatnya, daftar ingredients pada label mungkin perlu diperbarui.
Atau brand mengembangkan klaim marketing sebelum formula final. Ketika klaim perlu disesuaikan, desain dan materi pemasaran ikut berubah.
Maklon yang memiliki proses pengembangan produk dan regulatory support dapat membantu menghubungkan tahapan tersebut secara lebih terstruktur.
EFBA Kosmetindo sendiri mempublikasikan pendampingan dari pengembangan produk hingga produk siap diluncurkan pada halaman layanannya.

FAQ
Apakah kosmetik wajib terdaftar BPOM sebelum dijual?
Pada prinsipnya, ya. BPOM menyatakan setiap kosmetik hanya dapat diedarkan setelah memperoleh izin edar berupa notifikasi. Terdapat pengecualian tertentu, seperti kosmetik untuk penelitian dan sampel pameran dalam jumlah terbatas yang tidak diperjualbelikan.
Bagaimana cara daftar BPOM kosmetik?
Proses dilakukan melalui sistem Notifkos BPOM dengan mendaftarkan akun pemohon notifikasi, memenuhi dokumen sesuai status perusahaan, kemudian mengajukan data produk seperti produsen, merek, nama produk, kegunaan, kemasan, netto, serta formula.
Apakah brand owner harus memiliki pabrik sendiri?
Tidak. BPOM memperbolehkan usaha perorangan atau badan usaha di bidang kosmetik yang melakukan kontrak produksi dengan industri kosmetik di Indonesia menjadi pemohon notifikasi apabila memenuhi persyaratan yang berlaku.
Berapa lama proses BPOM kosmetik?
BPOM menyebut verifikasi produk kosmetik dilakukan dalam 14 hari kerja, sedangkan parfum 3 hari kerja. Durasi tersebut adalah tahap verifikasi produk dan bukan jaminan total waktu pengembangan dari konsep hingga produk siap dijual.
Berapa lama nomor notifikasi kosmetik berlaku?
BPOM menyatakan nomor notifikasi kosmetik berlaku selama 3 tahun.
Apakah produk boleh diiklankan sebelum nomor BPOM keluar?
BPOM menyatakan kosmetik yang belum mendapatkan izin edar dilarang diiklankan. Karena itu, timeline campaign dan launching perlu diselaraskan dengan kesiapan legalitas produk.
Apakah jasa maklon dapat membantu pengurusan BPOM?
Perusahaan maklon dapat menyediakan dukungan regulatory sesuai ruang lingkup layanannya. EFBA Kosmetindo dan PT EFBA Digital Mulia mempublikasikan dukungan registrasi/notifikasi BPOM sebagai bagian dari layanan maklon kosmetiknya.
Dari Ide Produk sampai Siap Diedarkan
Memahami cara daftar BPOM kosmetik membantu brand owner merencanakan produk dengan lebih matang.
Jangan menempatkan BPOM sebagai pekerjaan terakhir setelah formula, kemasan, dan marketing selesai.
Bangun proses secara berurutan:
Concept → Formula → Sample → Regulatory Review → Brand & Packaging → BPOM Notification → Production → Launch
Dengan alur tersebut, aspek produk, regulasi, produksi, dan branding dapat berkembang secara lebih terkoordinasi.
Bagi brand owner yang ingin mengembangkan skincare, body care, hair care, sabun, atau produk kosmetik lainnya tanpa membangun fasilitas produksi sendiri, Anda dapat mempelajari layanan:
Maklon Kosmetik EFBA Kosmetindo
EFBA Kosmetindo mempublikasikan pengalaman maklon sejak 2020 dan menyediakan pendampingan pengembangan berbagai kategori kosmetik.
Untuk melihat layanan maklon dan pengembangan produk dalam ekosistem EFBA, kunjungi:
Jasa Maklon Kosmetik PT EFBA Digital Mulia
Tujuannya bukan hanya memperoleh nomor notifikasi, tetapi membangun produk melalui proses formula yang tepat, regulasi yang diperhatikan, produksi yang terkontrol, informasi yang transparan, dan strategi brand yang matang.


